Paul Pogba Tak dibutuhkan Barcelona

Paul Pogba Tak dibutuhkan Barcelona

Legenda Barcelona Rivaldo mengklaim mantan klubnya tidak membutuhkan tenaga gelandang Manchester United, Paul Pogba, meski Blaugrana kerap dirumorkan akan mendatangkan pemain asal Prancis itu ke Camp Nou pada bursa transfer musim panas ini.

Di mata Rivaldo, Barcelona harus membuat rencana untuk bisa mendatangkan Pogba. Selain itu, legenda asal Brasil tersebut menganggap pemain-pemain baru Barcelona sudah cukup membuat juara bertahan Liga Spanyol itu kompetitif di musim ini.

“Pogba adalah pemain yang bagus tapi saya tidak berpikir Barcelona membutuhkannya,” ujar Rivaldo dikutip dari Mirror.

Rivaldo menyebut Arthur dan Arturo Vidal yang merupakan dua di antara pemain baru Barcelona di musim ini akan memberikan dampak bagus untuk tim asuhan Ernesto Valverde itu meski ditinggal Andres Iniesta.

“Musim panas ini, klub melakukan perekrutan yang bagus, Arthur dan Arturo Vidal, dan mereka memiliki skuat yang kuat untuk musim baru,” Rivaldo menambahkan.

INFO PREDIKSI BOLA

Sementara, legenda Man United Ryan Giggs yakin penampilan Pogba di Old Trafford apabila mendapat kepercayaan menggunakan ban kapten. Pada laga pertama melawan Leicester City, Pogba menjadi kapten The Red Devils lantaran Antonio Valencia tengah cedera.

“Saya pikir semua orang mengakui kualitas Paul Pogba dan dia memiliki penampilan sangat bagus di Piala Dunia,” ucap Giggs.

“Dari luar dia terlihat seperti seorang pemimpin, tetapi apa yang belum kita lihat adalah konsistensi dari orang-orang seperti Bryan Robson dan Roy Keane, sehingga tanggung jawab ekstra diharapkan akan membantu dia mempertahankan levelnya,” Giggs menuturkan

Sepanjang kariernya bersama Man United, Giggs sudah bermain bersama Robson, Steve Bruce, Eric Cantona, Keane, Gary Neville, hingga Nemanja Vidic sebagai kapten klub. Kendati demikian Giggs yakin Pogba bisa menyamai pencapaian kapten-kapten Man United sebelumnya.

“Para kapten yang berman bersama saya benar-benar memiliki konsistensi dan akan tetap berkontribusi pada saat mereka mengalami hari yang buruk. Saya tidak ragu Pogba akan mencapai tingkat konsistensi untuk Man United dan menjadi pemain top,” ujar Giggs.

Indonesia di Asian Games: 91 Emas, 121 Perak, 199 Perunggu

Indonesia di Asian Games: 91 Emas, 121 Perak, 199 Perunggu

Indonesia termasuk negara yang tidak pernah absen di Asian Games sejak kali pertama berpartisipasi pada 1951 di New Delhi, India, berserta sembilan negara lainnya.

Saat Asian Games pertama itu tengah dirancang, Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan dukungan.

Asian Games terbentuk karena negara-negara di Asia yang baru saja menerima kemerdekaan usai Perang Dunia II menginginkan adanya kompetisi multi-cabang olahraga di benua tersebut.

Total ada 10 negara yang berpartisipasi pada Asian Games edisi pertama. Selain Indonesia, Asian Games 1951 diikuti Jepang, India, Iran, Thailand, Afganistan, Singapura, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar.

Di Asian Games 1951 kontingen Indonesia mengirimkan 33 atlet, dikutip dari Indian Express terbitan 21 Februari 1951.

INFO PREDIKSI BOLA

Dari enam cabang olahraga yang dipertandingan di Asian games pertama, kontingen Indonesia hanya menurunkan atlet di cabang atletik dan sepak bola.

Hasilnya, Indonesia meraih lima medali perunggu yang seluruhnya didapat dari atletik dan menempati peringkat ketujuh di tabel klasemen medali. Kelima medali perunggu itu diperoleh Maram Sudarmodjo (lompat tinggi), Hendarsin (lompat jangkit), AF Matulessy (lempar lembing), Anny Salamun (lempar cakram), dan tim beregu putri (4×100 meter estafet).

Sedangkan untuk cabang olahraga sepak bola, Tim Merah putih langsung kandas di laga pertama usai kalah 0-3 dari tuan rumah India di babak perempat final.

Di pertandingan tersebut India mencetak gol melalui Sahu Mewalal 27′, gol bunuh diri Chaeruddin Siregar 42′, dan P Venkatesh 50′. Sementara starter Timnas Indonesia saat melawan India diisi: Maulwi Saelan; Chaeruddin, Sunar; Jahja, M Sidhi (kapten), Tan Liong Houw; Aang Witarsa, Tee San Lion, Darmadhi, Bhe ing Hien, dan Sugiono.

Setelah Asian Games 1951, Indonesia termasuk negara yang tidak pernah absen di multievent empat tahunan terbesar di Asia ini.

Indonesia selalu berpartisipasi di 16 edisi Asian Games berikutnya. Dari 17 kali tampil di Asian Games Indonesia sudah mengemas 91 medali emas, 121 perak, dan 199 perunggu dengan total medali keseluruhan berjumlah 411.

Dari 60 medali emas yang diraih Indonesia di Asian Games, bulutangkis menjadi cabang olahraga yang paling banyak menyumbang medali emas sebanyak 26 keping.

Sepanjang keikutsertaan di Asian Games, pencapaian terbaik Indonesia ada pada edisi 1962 ketika menjadi tuan rumah di Jakarta.

Di Asian Games 1962, Indonesia menempati peringkat kedua klasemen perolehan medali setelah meraih 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu.

 

Tak Mau Larut dalam Euforia, Indonesia Langsung Fokus ke Hong Kong

Tak Mau Larut dalam Euforia, Indonesia Langsung Fokus ke Hong Kong

Timnas Indonesia U-23 memetik kemenangan atas Laos di lanjutan Grup A Asian Games 2018. Tak mau larut dalam kemenangan, Garuda Muda langsung fokus ke Hong Kong. Continue reading “Tak Mau Larut dalam Euforia, Indonesia Langsung Fokus ke Hong Kong”

Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Laos di Asian Games 2018

Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Laos di Asian Games 2018

Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Laos pada laga ketiga Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8). Berikut ini prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Laos.

Timnas Indonesia U-23 wajib meraih kemenangan atas Laos untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar. Kekalahan dari Palestina membuat Indonesia tidak punya pilihan lain kecuali mengalahkan Laos.

Berikut prediksi hasil pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Laos di Asian Games 2018

Timnas Indonesia Raih Tiga Poin Penting (Putra Permata Tegar)

Timnas Indonesia menghadapi duel wajib menang lawan Laos bila ingin menjaga peluang lolos dari babak penyisihan. Dalam laga lawan Palestina, skema serangan Indonesia tidak bisa berjalan dengan baik. Hal itu harus diperbaiki oleh Luis Milla di tengah tekanan kondisi stamina yang tak mungkin bisa pulih 100 persen dengan jeda hanya satu hari.

Milla kemungkinan akan melakukan rotasi starting line up demi bisa tampil agresif sejak awal laga. Evan Dimas, Beto Goncalves, dan Saddil Ramdani berpeluang dimainkan sejak awal.

Timnas Indonesia harus bisa lebih efisien dalam serangan. Laos tidak bisa diremehkan begitu saja, namun bila kecepatan pemain-pemain Indonesia bisa dimaksimalkan dengan baik, Timnas Indonesia bisa menang 3-1 di akhir pertandingan.

Fokus Dahulu, Menang Kemudian (Nova Arifianto)

INFO PREDIKSI BOLA

Di atas kertas Timnas Indonesia U-23 unggul atas Laos U-23. Namun kenyataan bisa berbalik jika anak asuh Luis Milla gagal fokus.

Zulfiandi dan kawan-kawan harus kembali menampilkan permainan yang cerdas untuk mengalahkan pesaing di Grup A, tidak seperti laga menghadapi Palestina ketika tampil di bawah performa terbaik.

Bermain cepat dengan satu dua sentuhan singkat serta tetap konsentrasi di lini pertahanan bisa menjadi jaminan tiga poin. Kemenangan 3-0 bisa menjadi tambahan moral dan sokongan angka serta gol untuk memuluskan jalan ke babak 16 besar.

Timnas Indonesia U-23 Menggila dan Pesta Gol (Haryanto Tri Wibowo)

Timnas Indonesia U-23 akan menjadikan Laos sebagai pelampiasan setelah dikalahkan Palestina. Di atas kertas tim asuhan Luis Milla bisa meraih kemenangan besar atas Laos dan membuka peluang lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018.

Milla harus kembali menggunakan strategi saat mengalahkan Taiwan 4-0, yakni menggunakan penyerang tengah demi memiliki serangan yang lebih tajam. Tidak seperti saat melawan Palestina ketika lini depan Indonesia terlihat kurang jeli dalam menyelesaikan peluang.

Jika mampu tampil lebih solid dan jeli di depan gawang, Timnas Indonesia U-23 bisa menang minimal 5-0 atas Laos.

Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Laos (Jun Mahares)

Timnas Indonesia U-23 wajib menang besar atas Laos demi menjaga asa lolos dari fase Grup A Asian Games. Terlebih sebelumnya pasukan Garuda Muda kalah 1-2 dari Palestina di kaga kedua.

Keputusan Luis Milla untuk merotasi sejumlah pemain pilar plus menerapkan strategi false nine saat lawan Palestina tak berjalan maksimal. Maka, Luis Milla harus mengambil inisiatif untuk mengembalikan performa skuat arahannya saat menghadapi Laos.

Jika mampu bermain efisien dan tidak terlalu banyak membuang peluang emas, saya prediksi tim Merah Putih bisa menang besar minimal dengan skor 3-0 atas Laos.

Garuda Muda Raih Kemenangan Sulit atas Laos (Ahmad Bachrain)

Timnas Indonesia U-23 tak ada pilihan selain memenangkan laga ketika berhadapan dengan Laos. Peluang Indonesia menipis lantaran kalah 1-2 dari Palestina pada laga kedua mereka.

Untuk itu skuat arahan Luis Milla setidaknya harus menang demi menjaga asa untuk lolos ke babak 16 besar. Lawan Laos, Garuda Muda tampaknya tak akan senyaman ketika menghancurkan Taiwan.

Bukan hanya karena tekanan mental lantaran harus menang, Laos juga bisa memberikan ancaman di lini depan mereka. Terbukti ketika mereka mampu membobol gawang Palestina walaupun akhirnya kalah 1-2. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan saya prediksi bakal menang, tapi dengan jalan yang sulit atas Laos. Skor kemungkinan 2-1 untuk Garuda Muda.

Timnas Raih Kemenangan Kedua (Surya Sumirat)

Timnas Indonesia U-23 bakal tampil dalam motivasi tinggi ketika melawan Laos di laga ketiga Grup A Asian Games 2018. Pasalnya, Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Pertandingan nanti sejatinya akan berjalan imbang untuk kedua tim. Laos sendiri sempat menyulitkan Palestina di laga pertama sebelum kalah 1-2. Tetapi, dengan kualitas dan komposisi pemain yang ada, saya prediksi Timnas Indonesia bisa menang 2-1 atas Laos.

Lilipaly: Timnas Indonesia U-23 Kalah, Semua Belum Berakhir

Lilipaly: Timnas Indonesia U-23 Kalah, Semua Belum Berakhir

Gelandang Timnas Indonesia U-23 Stefano Lilipaly tak ingin larut dalam kesedihan usai kalah 1-2 dari Timnas Palestina dalam babak penyisihan Grup A di Stadion Patriot Candrabhaga pada Rabu (15/8).

Stefano memilih untuk beristirahat dan kemudian fokus mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya melawan Timnas Laos pada 17 Agustus. Sebelumnya, Laos juga kalah 1-2 dari Palestina pada 12 Agustus.

“Di sini ada banyak pemain muda-muda bagus, saya sebagai pemain senior ingin bantu mereka dengan pengalaman saya. Malam ini kami kalah, tapi semua belum selesai karena masih ada dua pertandingnan lagi,” kata Stefano kepada para awak media usai pertandingan.

“Tetap semangat. Malam ini kami tahu tim Palestina tim terbaik di Grup A, malam ini kami kalah,” katanya menambahkan.

Senada, Evan Dimas yang duduk di bangku cadangan mengapresiasi perjuangan rekan-rekan setimnya. Ia tahu teman-temannya pantang mengalah dalam pertandingan tersebut.

“Mungkin kami belum beruntung saja,” ucap Evan.

Sebelum pertandingan antara Timnas Indonesia U-23 melawan Palestina, Hong Kong menang 4-0 dari Taiwan. Evan tidak ingin timnya terpengaruh dengan hasil pertandingan tersebut.

“Dari saya pribadi, jangan lihat Hong Kong dulu. Lihat Laos dulu, fokus dan menang dulu. Lawan Laos, dan setelahnya fokus lagi buat menang lawan Hong Kong itu saja,” ucapnya melanjutkan.

Sedangkan kapten Hansamu Yama mengungkapkan motivasi yang dia berikan kepada rekan-rekannya usai kalah dari Palestina. Sama dengan Stefano dan Evan, Hansamu juga berharap pada dua pertandingan berikutnya.

“Dan mari lupakan pertandingan ini. Memang sedikit kecewa dan belum rezeki kami, mulai besok kami latihan dan lihat bagaimana strategi untuk Laos dan Hong Kong. Semua lawan berat dan kami masih lihat dulu bagaimana strategi pelatih,” ujar Hansamu.

INFO PREDIKSI BOLA

Gol Irfan Jaya

Salah satu pemain Timnas Indonesia U-23 yang patut diapresiasi dalam laga lawan Palestina adalah Irfan Jaya. Penyerang berusia 22 tahun ini mencetak satu-satunya gol untuk Merah Putih pada menit ke-23.

Irfan merasa bangga atas gol yang ia cetak. Apalagi, tuturnya, gol tersebut dicetak di ajang sekelas Asian Games 2018.

Lebih lanjut, Irfan menerangkan kesulitan yang ia hadapi ketika bertarung lawan Palestina.

“Temponya sangat tinggi, tapi saya tidak masalah berhadapan dengan lawan yang besar. Saya juga sempat kena pull sepatu lawan dan semoga bisa main lagi,” pungkas Irfan.

“Nafas saya juga agak terganggu karena [salah satu benturan dari pemain Palestina] kena hulu hati. Sakit sedikit, tetapi nggak asam lambung juga kok. Biasa saja,” pungkasnya kembali.

Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid di Piala Super Eropa

Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid di Piala Super Eropa

Real Madrid bakal menghadapi rival sekotanya Atletico Madrid di ajang Piala Super Eropa yang akan digelar di Estonia, Rabu (15/8) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Continue reading “Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid di Piala Super Eropa”