Young: MU Akan Kejar Semua Gelar Musim Ini

Young: MU Akan Kejar Semua Gelar Musim Ini

Manchester United harus mengorbankan liga domestik guna meraih gelar juara Liga Europa musim lalu. Kini, The Red Devils ingin mengejar semua gelar yang diikuti.

MU melakukan start bagus di semua kompetisi yang sudah dimainkan. Di Liga Inggris, Setan Merah masih bercokol di posisi dua klasemen. Mereka mengumpulkan 16 poin dalam enam laga yang diikuti. Raihan angka itu sama dengan Manchester City di posisi pertama, mereka unggul selisih gol dari MU.

Sementara di Liga Champions, MU memetik kemenangan dalam dua laga yang sudah dimainkan. Sama halnya saat menjalani laga Piala Liga Inggris melawan Burton Albion.

Dengan start bagus itu, pemain MU, Ashley Young, bilang bahwa MU akan terus berusaha melaju jauh di semua ajang yang diikuti. Dia menegaskan tak akan ada kompetisi yang menjadi prioritas.Setiap tim ingin memenangi semua kompetisi yang kami ikuti

Tak ada kompetisi yang menjadi prioritas. Kami ingin melaju jauh di semua kompetisi, apakah itu di Eropa atau ajang domestik.

Kami semua senang dengan apa yang kami lakukan di musim lalu. Tapi, andai kami bisa memenangi Premier League, Piala Liga lagi, atau Piala FA, atau Liga Champions, lalu tentu saja Anda bisa bermain di kompetisi besar ini untuk terus melaju dan memenanginya.

Itulah apa yang ingin kami lakukan dan saya pikir kami mempunyai skuat untuk melakukannya,” pemain nomor punggung 18 itu menambahkan.

Malam yang Membanggakan buat Harry Kane

Malam yang Membanggakan buat Harry Kane

Harry Kane baru saja melewati malam yang amat membanggakan. Kane mencetak hat-trick yang memenangkan Tottenham Hotspur atas klub Siprus APOEL dengan skor 3-0.

Pada matchday 2 Grup H Liga Champions yang digelar di Neo GSP Stadium, Rabu (27/9/2017) dini hari WIB. Kane yang memborong semua gol itu; satu di babak pertama dan dua lainnya usai turun minum.
Ini malam yang sangat membanggakan buat saya dan juga tim. Gol yang pertama, saya tidak yakin apakah itu offside atau tidak. Toby (Alderweireld) mengoper bola dengan bagus, dan saya cuma menyentuhnya dan berniat menendangnya dengan kaki kiri saya,” Kane mengatakan kepada BT Sport yang dilansir Daily Mail.

“Gol kedua di babak kedua, Moussa (Sissoko) mengoper bola dengan sangat baik, dalam posisi itu cuma soal sentuhan. Operan yang sempurna dan tinggal memasukkan bola ke gawang.”

“Yang terakhir berasal dari umpan luar biasa Tripps (Kieran Trippier). Saya telat berlari ke dalam kotak dan gembira melihat bolanya masuk gawang. Saya tidak tahu ini hat-trick yang kesembilan. Saya berusaha mencetak gol di tiap pertandingan dan merupakan bonus kalau mencetak tiga kali,” Kane menambahkan.

Opta mencatat, Kane pemain asal Inggris ketujuh yang mencetak hat-trick di Liga Champions setelah Andy Cole, Mike Newell, Michael Owen, Wayne Rooney, Alan Shearer dan Danny Welbeck. Ini juga hat-trick keenamnya di 2017 atau kesembilan selama berseragam Spurs.

Kane pun berharap bisa tampil impresif di Liga Champions. Pasalnya, ia begitu mengidamkan bisa mengangkat Si Kuping Besar.

“Tentu saja (memenangkan trofi penting adalah tujuannya), semua pemain besar pasti memberi tahu itulah yang mereka inginkan. Mereka ingin memenangkan Premier League, Liga Champions, dan Piala FA, itu yang kami ingin lakukan,” striker berusia 24 tahun itu menegaskan.

Spurs yang masih sempurna di Grup H, menempati peringkat dua di bawah Real Madrid dengan sama-sama mengoleksi 6 poin. Selanjutnya mereka menghadapi Real Madrid, 17 Oktober.

Jika Dioperasi, Pogba Bisa Absen Lebih Lama

Jika Dioperasi, Pogba Bisa Absen Lebih Lama

Paul Pogba bisa saja menjalani operasi untuk menyembuhkan cedera hamstringnya. Tapi, prosedur ini berisiko membuatnya menepi lebih lama dari lapangan.

Pogba mengalami cedera saat MU menang 3-0 atas Basel di Liga Champions pertengahan bulan ini. Akibatnya, gelandang internasional Prancis itu tak bisa menuntaskan pertandingan dan meninggalkan Old Trafford dengan menggunakan kruk.

Pogba sendiri sudah melewatkan tiga pertandingan setelah itu yakni melawan Everton, Burton Albion, dan Southampton. Cedera hamstring itu disebut-sebut bakal membuat Pogba absen sekitar 12 pekan atau tiga bulan.

Waktu pemulihan yang terbilang lama ini jelas merugikan kubu Setan Merah dan sang manajer Jose Mourinho sudah membantahnya, meski dia sendiri belum tahu persis berapa waktu yang dibutuhkan Pogba untuk pulih.

Maka dari itu Pogba pun dikirim ke Finlandia untuk bertemu Dr Sakari Orava yang memang ahlinya menangani cedera jenis ini. Bersamaan dengan Pogba, ada juga kompatriotnya Ousmane Dembele yang mengalami masalah serupa.

Terkait prosedur yang bakal dijalani untuk menangani Pogba, Orava sendiri baru bisa memastikannya pekan depan. Jika memang harus menjalani operasi, maka Pogba bisa saja absen lebih lama dari perkiraan semula yakni tiga bulan.

Cederanya sedikit berbeda dengan Dembele karena dia bisa pulih tanpa harus dioperasi,Keputusannya baru diambil pekan depan.

“Masalah seperti ini biasanya akibat rentetan kejadian yang tak disengaja dan mengakibatkan otot kelelahan karena otot bisa tiba-tiba berhenti dan berputar dengan cepat, di mana pikiran dan kaki tidak sejalan,” tutupnya.

Kehilangan Pogba sejauh ini tak mempengaruhi MU karena Mourinho menduetan Marouane Fellaini dan Nemanja Matic. Tiga kemenangan pun berhasil direbut The Red Devils sejak Pogba absen.

Klopp: Tak Harus Selalu Main Indah untuk Menang

Klopp: Tak Harus Selalu Main Indah untuk Menang

Juergen Klopp menegaskan bahwa Liverpool tidak harus selalu bermain indah untuk menang. Sebab, The Reds bukanlah Harlem Globetrotters.

Hampir satu bulan lamanya Liverpool tak meraih kemenangan. Terakhir mereka menang adalah saat melumat Arsenal 4-0 di Anfield pada 27 Agustus lalu. Setelah itu, mereka meraih dua hasil imbang dan dua kekalahan di seluruh ajang.

Rentetan hasil mengecewakan itu akhirnya terhenti pada Sabtu (23/9/2017). Liverpool mengalahkan Leicester City 3-2 di King Power Stadium.

Tiga gol Liverpool pada laga itu dibagi rata oleh Mohamed Salah, Philippe Coutinho, dan Jordan Henderson. Sementara dua gol balasan Leicester datang dari Shinji Okazaki dan Jamie Vardy.

Kemenangan Liverpool juga tak lepas dari keberhasilan kiper mereka, Simon Mignolet, menepis tendangan penalti Vardy di babak kedua. Andai penalti Vardy masuk, Leicester akan menyamakan skor menjadi 3-3.

Di akhir laga, Klopp menjelaskan bahwa Liverpool tidak harus selalu bermain indah untuk memetik kemenangan. Sebab, mereka bukanlah Harlem Globetrotters, yang selalu menunjukkan atraksi permainan yang memukau untuk menghibur penonton.

Harlem Globetrotters adalah sebuah tim bola basket yang menggabungkan kehebatan individu, sirkus, dan komedi untuk menghibur penonton dalam setiap pertunjukannya. Mereka sudah terbentuk sejak 1928.

“Saya tahu betul tentang tekanan. Saya merasakannya sepanjang hidup karena alasan yang berbeda-beda. Ketika yang datang adalah tekanan yang tepat, itu selalu membantu. Kalau tidak masuk akal maka itu tidak membantu, dan saya sangat pintar untuk mengabaikannya,” kata Klopp seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

“Anda bisa bayangkan betapa kami ingin sukses. Kami tahu kualitas yang kami miliki membuat kami harus bertanggung jawab untuk sukses. Saya tahu itu,” sambung pria asal Jerman itu.

“Saya mengatakan sebelum pertandingan bahwa kami bukan Harlem Globetrotters. Kami tidak turun ke lapangan dan berusaha untuk menampilkan sepakbola yang sangat bagus. Kami di sini untuk meraih hasil dan oleh karenanya kami main untuk meraih hasil,” tuturnya.

“Saya suka melihat bagaimana kami berjuang untuk meraihnya. Setelah beberapa pertandingan tanpa hasil, atau hasilnya tidak pas, Anda harus berjuang. Itulah yang kami lakukan dan sekarang kami bisa melanjutkannya,” kata Klopp.

Liverpool sekarang berada di posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 11 poin dari enam laga. Mereka tertinggal lima poin dari Manchester City dan Manchester United yang memimpin klasemen.

Sean Gelael Akui Diuntungkan dengan Kondisi di Monza

Sean Gelael Akui Diuntungkan dengan Kondisi di Monza

Monza – Sean Gelael sukses finis kelima dalam feature race F2 di Monza, Sabtu (2/9/2017). Sean mengaku diuntungkan dengan kondisi balapan yang kacau.

Pebalap Pertamina Arden yang didukung Jagoya Ayam KFC Indonesia ini melakoni balapan di atas lintasan yang basah akibat hujan. Namun demikian, hal tersebut membawa berkah tersendiri bagi Sean.

Sean mampu memacu laju mobilnya untuk finis keenam. Keberuntungan lainnya yang diperoleh setelah posisi Sean dinaikkan menjadi finis kelima, menyusul penalti 10 detik yang diterima Alexander Albon karena bersenggolan dengan pebalap lain.

Finis kelima adalah yang tertinggi bagi Sean di F2 1017 ini. Sean kini mengoleksi 13 poin dan naik ke peringkat 16 klasemen sementara pebalap.

Sean berpeluang menambah angkanya di sprint race yang digelar Minggu (3/9). Di balapan itu, Sean akan start di baris kedua di posisi keempat.

“Ini balapan yang sulit dengan kondisi balapan yang kacau. Mungkin saya beruntung, tapi saya juga berjuang keras untuk membawa mobil sampai garis finis,” ujar Sean yang memulai balapan dari posisi ke-18.

Sementara itu, rekan setim Sean, Norman Nato, harus puas finis di peringkat 14. Sedangkan pemenang balapan ini adalah Antonio Fuoco, yang membela Prema Racing.