Wenger Sebut Tiga Bulan ke Depan Jadi Periode Pertaruhan Wilshere

Wenger Sebut Tiga Bulan ke Depan Jadi Periode Pertaruhan Wilshere

Jack Wilshere mencoba menghidupkan kembali kariernya di Arsenal pada musim ini. Tiga bulan ke depan akan jadi periode yang menentukan untuknya.

Wilshere kembali ke Arsenal setelah musim lalu dipinjamkan ke Bournemouth selama semusim. Dengan kontrak yang akan berakhir tahun depan, musim ini bisa dibilang jadi kesempatan terakhir pemain 25 tahun itu untuk menyalamatkan kariernya di The Gunners.

Pemain yang berposisi gelandang itu sudah selalu terhambat perkembangannya karena cedera. Sejak 2011/2012, Wilshere sudah mengalami berbagai macam cedera mulai dari pergelangan kaki, lutut, dan betis. Dia juga menjalani banyak operasi yang membuatnya lebih kerap absen daripada bermain di lapangan dalam periode tersebut.

Manajer Arsenal Arsene Wenger mengakui bahwa musim ini adalah penentuan untuk Wilshere. Secara khusus, pria Prancis itu menyebut bahwa periode tiga bulan ke depan akan jadi pertaruhan untuk sang gelandang.

Kalau bisa bebas cedera dan membangun kondisi fisiknya, maka Wilshere punya peluang bagus kembali ke level terbaik. Tapi jika tidak, akan sulit. Musim ini pemilik 34 caps bersama tim nasional Inggris itu tampil tiga kali, dua di Liga Europa dan satu lainnya di Piala Liga Inggris, dalam upayanya merebut satu tempat utama lagi di Arsenal.

“Jack Wilshere kesulitan dengan cedera berulang-ulang dan tak satupun bisa mempertanyakan talentanya, tak satupun akan mempertanyakan kemampuan luar biasanya untuk menaklukkan lawan dengan bola. Tapi dalam pekerjaan ini, Anda perlu punya kesehatan fisik,” ungkap Wenger kepada beIN Sports.

“Permintaan dan tuntutan kompetisi-kompetisi, secara fisik sangatlah tinggi dan Anda cuma bisa berada di kondisi terbaik kalau Anda bermain setidaknya 10 laga secara berurutan. Itulah yang dipertaruhkan untuk Jack Wilshere.”

“Dia perlu menjaga kesehatannya dan mampu bersaing di lapangan. Kalau dia bisa bermain dari sekarang sampai Desember di level top, dia akan kembali. Kalau dia mengalami kemunduran lain, maka situasinya akan lebih sulit.”

“Ini adalah musim yang vital karena dia mendekati akhir masa kontraknya, ini adalah tahun Piala Dunia, dan dia sudah menjadi pemain Arsenal sejak bocah. Jadi itu semua dipertaruhkan untuknya dan bagi kami juga, karena Anda akan senang kalau pemain dengan kualitas sepertinya bisa kembali ke level terbaik

Gol Cepat Matuidi Menangkan Prancis atas Bulgaria

Gol Cepat Matuidi Menangkan Prancis atas Bulgaria

Tim nasional Prancis memetik kemenangan atas Bulgaria di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Gol cepat Blaise Matuidi membawa mereka menang 1-0.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Vasil Levski National Stadium, Sofia, Minggu (7/10/2017) dinihari WIB, Prancis mampu menguasai jalannya pertandingan. Dalam data yang dilansir oleh ESPN FC, mereka mencatatkan 54 persen penguasaan bola.

Gol kemenangan Prancis dicetak pada menit keempat. Matuidi berhasil membukukan namanya berkat tendangan dari jarak dekat, meneruskan umpan dari Antoine Griezmann.

Di sepanjang pertandingan, Les Bleus mampu membukukan sebanyak 10 kali tembakan, dua menemui bidang.

Sementara itu, tim tuan rumah mampu mencetak tujuh kali percobaan, dua di antaranya sampai pada sasaran.

Salah satu tembakan itu merupakan usaha dari Todor Nedelev pada menit ke-37. Tembakannya dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi.

Sama halnya dengan sundulan Georgi Kostadinov sesaat kemudian. Bolanya masih bisa diselamatkan Hugo Lloris.

Dengan kemanangan ini, Prancis kembali memuncaki Grup A dengan raihan 20 poin. Sementara itu, Bulgaria ada di posisi keepat dengan raihan 16 poin.

Susunan Pemain

Bulgaria: Iliev Ivanov, Zanev, Bozhikov, Bodurov, Popov, Nedelev, Kostandinov, Slavchev, Manolev (Dimitrov 87), Delev, Galabinov (Kraev 48)

Prancis: Lloris, Sidibe, Varane, Umtiti, Digne, Tolisso, Kante, Matuidi (Rabiot 34), Mbappe (Giroud 85), Lacazette (Payet 76), Griezmann

Tersandung Kasus Penggelapan Pajak, Ricardo Carvalho Dihukum Penjara Tujuh Bulan

Tersandung Kasus Penggelapan Pajak, Ricardo Carvalho Dihukum Penjara Tujuh Bulan

Ricardo Carvalho dijatuhi hukuman penjara selama tujuh bulan dan denda 142.882 euro (sekitar Rp 2,26 miliar) oleh pengadilan Spanyol. Hukuman ini terkait kasus penggelapan pajak yang menjerat mantan bek Real Madrid itu.

Meski begitu, Carvalho tampaknya tak akan benar-benar mendekam di bui. Dalam hukum Spanyol, hukuman di bawah dua tahun untuk kejahatan tanpa kekerasan biasanya tak mengharuskan seorang terdakwa yang sebelumnya tak punya catatan kejahatan untuk masuk penjara.

Carvalho, yang sekarang berusia 39 tahun, kini merumput di China bersama Shanghai SIPG. Pemain asal Portugal itu dituduh menyembunyikan pemasukannya dari image rights pada 2011 dan 2012 dan menghindari pajak sebesar 545.981 euro. Carvalho sendiri membela Madrid pada 2010 hingga 2013.

Jaksa sebenarnya menuntut hukuman yang lebih berat untuk Carvalho, yaitu penjara selama 12 bulan dan denda 300 ribu euro (sekitar Rp 4,75 miliar). Namun, karena Carvalho mengaku bersalah dan telah membayar pajak yang dihindarinya, pengadilan pun menjatuhkan hukuman yang lebih ringan.

Carvalho adalah pemain kesekian yang tersangkut kasus penggelapan pajak di Spanyol. Megabintang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo juga tersandung kasus serupa di Spanyol.

Messi-Dybala Takkan Diduetkan di Dua Laga Krusial Argentina

Messi-Dybala Takkan Diduetkan di Dua Laga Krusial Argentina

Argentina menghadapi penentuan dengan laga kontra Peru dan Ekuador. Untuk momen krusial ini, Lionel Messi dan Paulo Dybala tidak akan dimainkan bersamaan.

Saat ini Argentina dalam situasi genting. Dengan dua laga sisa, Messi cs duduk di peringkat kelima klasemen dengan 24 poin, sama dengan Peru dan hanya unggul satu angka dari Chile, tiga angka dari Paraguay.

Itu artinya perebutan tiket lolos ke putaran final di Rusia masih terbuka. Empat tim teratas di klasemen akhir akan otomatis melaju ke fase grup, sedangkan peringkat kelima masih harus melakoni laga play-off.

Albiceleste akan lebih dulu menjamu Peru di Buenos Aires, Jumat (6/10/2017) pagi WIB, sebelum menyudahi dengan menantang Ekuador di Quito, lima hari kemudian. Pelatih Argentina Jorge Sampaoli mengungkapkan, menduetkan Dybala dengan Messi tidak memungkinkan.

Padahal, Messi sedang onfire di level klub usai menyumbang 14 gol dalam 11 laga di seluruh kompetisi bersama Barcelona. Sementara Dybala telah mengemas 12 gol dalam 10 penampilannya untuk Juventus.

“Karena tidak ada waktu untuk memoles duet Dybala-Messi,” ungkap pelatih Argentina Jorge Sampaoli di FourFourTwo. “Kami semestinya melakukan sesuatu yang lebih kongkret.”

Belum lama ini, Dybala sempat berkomentar bahwa memang akan sulit untuk melihat dirinya berduet dengan Messi di timnas. Pasalnya, kedua pemain berada di posisi serupa.

“Saya tidak melihat ada yang buruk dari komentar itu,” sambung Sampaoli. “Dia kan bilang dia senang bisa bermain dengan Messi, tapi dia tidak mendapatkan tempatnya.”

“Leo perlu bergerak di lapangan seperti biasa yang dilakukan dia dengan klubnya. Ketika kami menggunakan formasi 4-2-3-1, dia berada jauh di depan, selalu dekat dengan kotak. Jauh dari kotak menempatkan pemain terbaik kami jauh dari posisi mencetak gol dan itu yang dia lakukan dengan sangat baik di klubnya.”

“Pekerjaan saya adalah membuat dia mengerti bahwa dia vital untuk penyelesaian, di sepertiga akhir lapangan.”