Torehan Spesial Oezil di Emirates.

Torehan Spesial Oezil di Emirates.

Arsenal membukukan kemenangan ketiga beruntun di liga dengan menggulung Huddersfield Town 5-0. Ada torehan spesial Mesut Oezil dalam kemenangan telak Arsenal.

Bertanding di Emirates, Kamis (30/11/2017) dinihari WIB, Oezil kembali memperkuat the Gunners setelah absen di laga melawan Burnley pada Minggu (26/11). Arsenal kemudian membuat start apik setelah Alexandre Lacazette menciptakan gol kilat di menit ketiga.

Arsenal mengamuk di babak kedua yang dimotor performa menawan Oezil. Gelandang Jerman itu menciptakan assist untuk diteruskan Olivier Giroud menjadi gol guna mengubah skor menjadi 2-0 di menit ke-68.

Hanya semenit kemudian, Oezil gantian meng-assist Alexis Sanchez yang menciptakan gol ketiga Arsenal. Aksi spektakuler Oezil diakhiri dengan mengukir gol atas namanya sendiri yang memberi timnya keunggulan 4-0 di menit ke-72.

Baru kali ini Oezil terlibat dalam terciptanya tiga gol di sebuah pertandingan Premier League sepanjang kariernya. Dengan torehan itu, Oezil kini telah menciptakan lima assist dan dua gol untuk Arsenal dalam 11 penampilannya di Premier League.

Pesta gol Arsenal sendiri ditutup dengan gol Giroud di tiga menit terakhir setelah menyelesaikan umpan Sead Kolasinac.

“Faktanya dia kini bugar, fakta yang saya percaya bahwa ketika Anda menonton pertandingan orang-orang percaya bahwa Oezil adalah pemain hebat. Tapi dia menambahkan sesuatu yang orang-orang ingin lihat dari dia juga, melawan Spurs dan malam ini, dia bisa bertempur dan kembali untuk memenangi bola,” puji manajer Arsenal Arsene Wenger di situs resmi klub.

“Sekalinya orang-orang melihat bahwa mereka mendukung Anda, semua orang di stadion tahu bahwa dia adalah seorang pesepakbola yang bagus dan dia memperlihatkan bahwa dia bisa bertarung.”

Kontribusi Oezil akan diharapkan Arsenal saat menjamu rivalnya, Manchester United, di akhir pekan ini.

Cuma Zidane yang Bisa Bikin Isco Bersinar

Cuma Zidane yang Bisa Bikin Isco Bersinar

Apa rahasia penampilan bersinar Isco belakangan ini? Sang pemain mengatakan ada peran pelatih Zinedine Zidane di balik semua itu.

Isco menjadi bagian penting Real Madrid sejak akhir musim lalu. Performanya terus menanjak di bawah polesan Zidane.

Musim ini, Isco kembali dipercaya mengawal lini tengah Madrid. Tantangan itu ia jawab dengan sudah mencetak lima gol dan empat assist dari 19 pertandingan di semua kompetisi.

Isco menilai, ada peran Zidane yang membantunya bisa kembali tampil bersinar. Zidane disebut bisa mengakomodir keinginannya bermain di posisi aslinya yakni gelandang serang.

“Zidane memberi saya kesempatan untuk berperan penting,” Isco mengatakan seperti dilansir Marca.

“Dia menjadi satu-satunya pelatih Madrid yang memainkan saya di posisi sebenarnya dan saya sangat senang bisa mengembalikan kepercayaan diri di lapangan,” pemain berusia 25 tahun itu menambahkan.

Dalam arahan Zidane, secara keseluruhan Isco telah membukukan 18 gol dan 18 assist dalam 84 penampilannya di seluruh kompetisi.

Akankah Gattuso Bikin Milan Juga Meledak-ledak di Lapangan?

Akankah Gattuso Bikin Milan Juga Meledak-ledak di Lapangan?

Saat masih aktif sebagai pesepakbola, Gennaro Gattuso dikenal kerap meledak-ledak di lapangan. Apakah AC Milan yang kini dilatih olehnya juga bakal demikian?

Gattuso, yang sebelumnya menangani tim primavera Milan, dipromosikan ke tim utama setelah Milan memecat Vincenzo Montella pada Senin (27/11/2017).

Semasa aktif bermain, Gattuso dikenal sebagai pemain yang sering emosian di lapangan. Meledak-ledak. Ia tak segan-segan berkonfrontasi baik dengan lawan hingga wasit.

Gattuso juga punya gaya main yang tak kenal kompromi sebagai gelandang bertahan. Siapapun bisa ia jatuhkan, sampai-sampai ia dijuluki Si Badak.

Gaya permainan Milan pun disebut-sebut bakal keras di bawah komando Gattuso. Tapi, pria yang kini berusia 39 tahun itu menjanjikan hal berbeda.

“Tidak ada gunanya membicarakan Gattuso sebagai pemain. Kami tidak bisa cuma membicarakan soal keberanian dan kegagahan,” Gattuso menuturkan seperti dilansir Reuters.

“Agresi dan kemarahannya masih ada, tapi saya sudah mengikuti kursus kepelatihan. Saya sudah belajar dan melakukan perjalanan. Lisensi kepelatihan tidak saya dapatkan sebagai sebuah hadiah,” tambahnya.

“Saya tahu tidak semua orang menyukai saya, tapi saya tahu apa yang bisa saya berikan pada tim,” kata Gattuso.

Laga melawan Benevento pada Minggu (3/12/2017) akan menjadi ujian pertama Gattuso sebagai pelatih Milan.

Lukaku Seret Gol, Mourinho Singgung soal Kontrak Sepatu

Lukaku Seret Gol, Mourinho Singgung soal Kontrak Sepatu

Puasa gol Romelu Lukaku berlanjut saat Manchester United menumpas Watford 4-2. Jose Mourinho menanggapi situasi Lukaku sembari menyinggung kontrak sepatu.

Lukaku menjadi starter dalam lawatan MU ke Vicarage Road, Rabu (29/11/2017) dinihari WIB. Bermain selama 90 menit, striker MU itu melewatkan beberapa peluang bagus, tapi menciptakan assist atas gol Anthony Martial.

Kritik telah mulai menghinggapi Lukaku mengingat hanya satu gol yang berhasil disarangkannya dalam 11 penampilan terakhir di seluruh kompetisi. Padahal, di awal musim striker Belgia itu moncer dengan torehan 12 gol dalam 10 penampilan pertama.

Saat ini, Lukaku mengenakan sepatu berwarna hitam karena tak memiliki kontrak dengan merek apapun. Sambil bergurau, Mourinho menyebut bahwa barang kali itu menjadi alasannya.

Dia sudah menyelesaikan kesepakatan dan sekarang menunggu tawaran yang tepat sehingga dia bermain memakai sepatu hitam.

“Saya pikir dia butuh sebuah merek untuk memberi dia sepatu yang tepat dan membayar dia dengan bayaran yang tepat sehingga dia bisa kembali mencetak gol-gol.”

“Terlepas dari lelucon ini, dia bekerja dengan menakjubkan. Pemain dan profesional yang menakjubkan, kondisi yang bagus, teman-teman yang bagus. Saya tidak bisa lebih gembira lagi dengan dia,” Mourinho menambahkan.

Memecat Montella Keputusan Menyakitkan untuk Milan, tapi Dibutuhkan

Memecat Montella Keputusan Menyakitkan untuk Milan, tapi Dibutuhkan

AC Milan menyebut memecat Vincenzo Montella sebagai keputusan yang tidak mudah. Namun Milan merasa harus mengambil langkah untuk mengubah keadaan.

Montella diberhentikan setelah menangani Milan selama sekitar 1,5 tahun. Dia dipecat karena dinilai gagal mengembalikan Milan ke papan atas.

Usai belanja besar-besaran pada musim panas lalu, Milan memang belum mampu bersaing di papan atas. Tampil inkonsisten, Rossoneri pun tertahan di peringkat tujuh klasemen Serie A dengan catatan enam kemenangan, dua hasil imbang, dan enam kali kalah.

Maka Milan pun memilih untuk memecat Montella. Meski menyakitkan, keputusan itu diakui CEO Milan Marco Fassone harus diambil.

“Ketika Anda membuat keputusan-keputusan seperti ini, Anda tidak pernah menikmatinya,” Fassone mengatakan kepada Sky seperti dilansir Football Italia.

“Itu adalah keputusan yang diperlukan, menyakitkan untuk mengambilnya. Ada momen-momen dalam sepakbola di mana Anda harus membuat keputusan, bukannya menunggu segalanya membaik.”

Dengan hasil yang dicatat Milan sejauh ini, Montella sudah kerap disebut-sebut bakal diberhentikan sebelum akhirnya benar-benar dipecat hari Senin (27/11/2017) kemarin. Lantas, pertandingan manakah yang menjadi penentu nasib Montella?

“Tidak ada satu yang pasti. (Direktur Olahraga Massimo) Mirabelli mengurusi sisi teknik, dia punya keyakinannya. Kami mengharapkan percikan, tapi itu tidak terjadi,” Fassone menyatakan.

“Saat ini rata-rata poin kami bahkan tidak sampai 1,5, kami pikir ini adalah keputusan terbaik. Juga untuk Montella. Montella melakukan semua yang dia bisa, kami tidak berhasil tapi kami tahu apa yang tidak berjalan.”

Buffon Pemain Terbaik Serie A 2016/2017

Buffon Pemain Terbaik Serie A 2016/2017

Gianluigi Buffon dinobatkan sebagai Pemain Terbaik musim 2016/2017. Sementara itu, para pemain Juventus mendominasi Tim Terbaik Serie A musim lalu.

Buffon menerima penghargaan tersebut dalam acara Gran Gala del Calcio di Megawatt Court, Milan, Senin (27/11/2017). Ini adalah kali pertama Buffon terpilih sebagai Pemain Terbaik Serie A.

Buffon musim lalu sukses mengantarkan Juventus memenangi scudetto untuk keenam kalinya secara beruntun. Kiper yang kini berusia 39 tahun itu tampil pada 30 laga Serie A musim lalu, kemasukan 24 gol, dan mencatat 13 clean sheet.

“Saya gembira dan bangga. Saya tak pernah menyangka akan meraih trofi seperti ini dan saya akan memeluknya erat-erat karena saya tak pernah memenangi penghargaan pemain muda terbaik.

Dalam kesempatan yang sama, Juventus dinobatkan sebagai klub terbaik musim 2016/2017. Dominasi Bianconeri makin terasa ketika tujuh pemain yang membela mereka musim lalu masuk ke dalam Tim Terbaik Serie A.

Buffon, Dani Alves, Leonardo Bonucci, Alex Sandro, Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala masuk ke dalam Best XI Serie A musim lalu. Mereka dilengkapi oleh Kalidou Koulibaly (Napoli), Radja Nainggolan (Roma), Marek Hamsik (Napoli), dan Dries Mertens (Napoli).

Adapun pelatih Napoli Maurizio Sarri mendapatkan penghargaan pelatih terbaik Serie A musim 2016/2017.

Gol Messi Tak Disahkan, Alba: Wasit Membuat Kesalahan Besar

Gol Messi Tak Disahkan, Alba: Wasit Membuat Kesalahan Besar

Jordi Alba menilai wasit melakukan kesalahan fatal dengan tidak mengesahkan gol Lionel Messi. Bek Barcelona itu pun mendesak penggunaan teknologi di La Liga.

Barca harus puas berbagi poin dengan Valencia dalam duel dua tim teratas La Liga di Estadio de Mestalla, Senin (27/11/2017) dini hari WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1.

Kontroversi sempat terjadi di babak pertama. Bola tendangan Messi yang coba ditangkap Neto terlepas dan bergulir ke gawang. Neto langsung menghalaunya dan wasit menilai tak ada gol. Messi sendiri sudah sempat melakukan perayaan karena mengira dirinya mencetak gol.

Alba pun mengecam keputusan wasit Iglesias Villanueva yang tak mengesahkan gol Messi. Dia juga menyayangkan ketiadaan teknologi di La Liga. Sebagai informasi, La Liga baru akan menerapkan VAR pada musim 2018/2019.

“Itu adalah kesalahan penting dari wasit. Bahkan saya bisa melihat bola masuk dari tengah lapangan,” Alba mengatakan seperti dilansir ESPN FC.

“Kami menonton siaran ulangnya saat jeda dan itu jelas. Begitu jelas. Bisa jadi ada pelanggaran dan itu bisa diinterpretasikan berbeda, tapi momen-momen seperti ini harus dilihat. VAR adalah sesuatu yang akan membantu sepakbola (di Spanyol) dan akan menghentikan hal seperti ini terjadi.”

Bagaimanapun Alba mengakui Valencia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Dia menilai bekas klubnya itu pantas disebut sebagai kandidat juara La Liga.

“Kami memegang kendali tapi setelah mereka unggul, mereka bisa saja memukul lewat serangan balik. Tidak mudah bermain di sini, Valencia tampil sangat bagus musim ini,” Alba melanjutkan.

“Klasemen menunjukkan kalau mereka bisa jadi juara, mereka adalah salah satu kandidat. Musim masih panjang, tapi ada alasan mengapa mereka ada di posisi kedua,” dia menambahkan.

Dengan hasil ini, Barca masih memimpin klasemen dengan 35 poin dari 13 laga, unggul empat poin dari Valencia yang ada di posisi kedua.

CLS Knights Tumbang di Markas Singapura Slingers

CLS Knights Tumbang di Markas Singapura Slingers

CLS Knights Indonesia menelan kekalahan di laga kedua ASEAN Basketball League. CLS Knights harus mengakui keunggulan Singapura Slingers dengan skor 66-77.

Dalam pertandingan di OCBC Arena, Minggu (26/11), CLS Knights tampil tanpa salah satu pemain asingnya, Duke Crews. Absennya Duke Crews membuat irama permainan CLS Knights sedikit berubah.

Tapi CLS Knights sudah diperkuat pemain barunya, Evan Brock. Dia pula yang menjadi penyumbang angka terbanyak untuk CSL Knights dengan torehan 22 poin.

“Penampilan Evan Brock saya pikir malam ini dia oke untuk ukuran pemain yang baru pertama kali latihan bersama dengan kami dan langsung menghadapi salah satu tim kuat di ABL,” pelatih CLS Knights Koko Heru Setyo Nugroho mengatakan seperti tertulis di dalam rilis yang diterima detikSport.

“Mungkin nanti menjadi challenge buat saya untuk mencari solusi supaya problem chemistry Evan Brock dan para pemain lainnya bisa saling mengisi di game ketiga menghadapi Mono Vampire Thailand,” lanjutnya.

Menurut Koko, pertandingan melawan Slingers menjadi pelajaran bagi CLS Knights untuk merasakan atmosfer bertanding di kandang lawan. Selain itu, Mario Wuysang dkk. juga disebutnya harus belajar untuk menjaga fokus dan mengelola energi hingga laga usai.

“Sebenarnya kami tidak bermain buruk di tiga kuarter awal. Hanya saja kita seperti kehilangan energi di pertengahan kuarter empat yang akhirnya bisa di manfaatkan dengan baik oleh Slingers, sehingga momentum pun berpindah ke mereka,” Koko menyatakan.

CLS Knights selanjutnya akan tandang ke Thailand untuk menghadapi Mono Vampire Thailand pada 29 November.

Warriors Tambah Derita Bulls

Warriors Tambah Derita Bulls

Golden State Warriors tampil impresif menghadapi Chicago Bulls. Warriors menang 143-94.

Dalam pertandingan di Oracle Arena, Sabtu (25/11/2017) WIB, Warriors tak bisa menurunkan Kevin Durant dan Draymond Green. Mereka tengah dibekap cedera.

Sempat tertinggal 29-32 pada kuarter pertama, Warriors mengubah strategi di lini pertahanan setelah memasuki kuarter kedua. Startegi itu cukup jitu. Warriors pun mampu membalikkan keadaan dengan unggul 74-53.

Penampilan Warriors makin mendominasi memasuki kuarter ketiga. Warriors memimpin dengan kedudukan 110-81.

Kuarter keempat berjalan lebih mudah bagi Warriors. Mereka pun memastikan kemenangan dengan skor 143-94.

Stephen Curry menyumbangkan 33 poin sekaligus menjadi pencetak poin paling banyak untuk Warriors. Klay Thompson mengikuti dengan 29 poin. Di kubu Bulls, Jerian Grant yang mencetak poin paling banyak. Dia mendonasikan 21 poin.

Dengan hasil itu, Bulls pun mencatatkan empat kekalahan beruntun.

City Akan Senang dengan Hasil Liverpool-Chelsea’

City Akan Senang dengan Hasil Liverpool-Chelsea’

Hasil imbang antara Liverpool dan Chelsea dinilai sudah tepat dan adil. Namun di lain sisi, hasil ini menguntungkan untuk tim lainnya, yakni Manchester City.

Liverpool dan Chelsea berbagi satu poin dalam pertandingan di Anfield, Minggu (26/11/2017) dinihari WIB. Gol Mohamed Salah dibalas oleh gol Willian sehingga skor akhirnya sama kuat 1-1.

Secara permainan, kedua tim tampil relatif seimbang. Sportradar mencatat Liverpool melepaskan empat percobaan tepat target, sementara Chelsea tiga.

Kapten Chelsea Gary Cahill menilai dengan peluang-peluang yang didapatkan masing-masing tim, hasil imbang adalah paling pantas.

“Saya berpikir terkait penampilan di babak kedua, kami layak menyamakan kedudukan,” ujarnya kepada BT Sport.

“Mereka punya sejumlah momen bagus di babak pertama, kami juga punya beberapa di babak kedua. Mereka memberikan kami sejumlah masalah di sejumlah kesempatan dan saya yakin kami juga begitu ke mereka,” imbuh bek 31 tahun itu seperti dikutip BBC.

Di saat bersamaan, satu poin untuk Chelsea dan Liverpool berarti tekanan untuk City di puncak klasemen berkurang. Chelsea masih di posiis tiga tapi nilainya baru 26 dari 13 pekan, yang mana delapan angka di belakang City yang baru bermain 12 kali.

Liverpool malah baru punya 23 poin. Di tempat lainnya, Tottenham Hotspur tertahan oleh West Bromwich Albion dan cuma menambah satu angka, sehingga kini baru punya 24 angka dari 13 laga.

Di antara klub-klub lima besar, hanya Manchester United yang mampu memangkas jarak sementara ini. MU lima angka di belakang City, meski bisa melebar kembali jika skuat asuhan Pep Guardiola itu bisa menang atas Huddersfield.

“Saya akan bilang begitu. Kalau kami berada di posisi mereka, kami akan senang dengan hasil hari ini,” ungkap Cahill.

“Tapi kami punya beberapa partai bagus menjelang dan jelas tempat ini adalah tempat yang sulit. Penting bahwa kami tidak kalah hari ini