‘Permainan Defensif Mourinho Sudah Terbukti Hasilkan Banyak Gelar’

‘Permainan Defensif Mourinho Sudah Terbukti Hasilkan Banyak Gelar’

Jose Mourinho mendapat kritik karena gaya bermain Manchester United yang defensif. Dia mendapatkan pembelaan karena cara itu terbukti menghasilkan banyak gelar.

Setelah beberapa kali menang dengan skor besar di awal musim, MU mulai seret gol. Beberapa kali Setan Merah cuma menang tipis 1-0, akibat strategi serangan balik.

Keputusan Mourinho menerapkan strategi itu terbukti menuai hasil positif saat melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. Mereka menang dengan skor akhir 1-0.

Beberapa fans MU mengkritik permainan MU, dengan cemoohan yang dilakukan di dalam stadion. Mourinho pun membalas hal itu dengan komentar pedasnya.

Menatap pertandingan Chelsea melawan MU di Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017) akhir pekan ini, Mourinho mendapatkan pembelaan dari pilar lini tengah Chelsea, Danny Drinkwater.

“Saya merupakan pemain yang cenderung untuk tak banyak menyoroti hal itu. Tapi, sejarahnya mendapatkan hasil-hasil bagus sudah berbicara sendiri. Dia mempunyai rekor bagus, tapi semoga kami akan bisa melakukan tugas dengan baik saat melawannya di hari Minggu

Ini merupakan musim yang panjang, tapi dalam hal tiga poin, itu merupakan salah satu yang bernilai besar. Mereka mempunyai banyak kekuatan.”

“Mereka merupakan tim dengan kualitas top dengan banyak individu berkualitas dan beberapa pemain besar dan kuat. Jadi kedatangan mereka akan menyulitkan,” dia menambahkan.

Mourinho meraih kesuksesan besar klub-klub yang dilatihnya sebelumnya,FC Porto, Chelsea, Real Madrid, dan Inter Milan. Kesuksesan terbesar didapat bersama Nerazzurri saat berhasil memenangi treble pada musim 2009/2010.

Kisah Sedih Cedera Cazorla: Kaki Nyaris Diamputasi

Kisah Sedih Cedera Cazorla: Kaki Nyaris Diamputasi

Gelandang Arsenal Santi Cazorla masih menepi akibat cedera parah. Di tengah proses penyembuhannya, Cazorla mengaku kakinya nyaris diamputasi.

Cazorla, 32 tahun, sudah absen selama lebih dari setahun. Terakhir kali pesepakbola Prancis itu merumput saat Arsenal mengalahkan Ludogorets 6-0 di Liga Champions, Oktober 2016 atau lebih dari setahun lalu.

Cedera tumit kaki kanan yang menjadi penghalang karier Cazorla. Dia menderita cedera itu dua kali dalam waktu yang berbeda sehingga mesti menjalani operasi berkali-kali.

Dalam wawancaranya dengan media Spanyol, Marca, Cazorla mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan. Dokter sempat mempertimbangkan untuk mengamputasi kaki Cazorla setelah terserang infeksi yang berpotensi mengancam nyawa si pemain.

“Dokter bilang kepadaku kalau aku mesti bersyukur karena bisa berjalan dengan anakku di taman,” ucap Cazorla.

Lebih beruntung lagi, Cazorla masih bisa melanjutkan kariernya. Pesepakbola yang didatangkan dari Malaga itu menargetkan untuk comeback di Januari.

Sejak direkrut Arsenal pada 2012, Cazorla telah membuat 180 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan 29 gol dan 45 assist.

 

 

Karena Sanchez dan Oezil, Wilshere Terpinggirkan

Karena Sanchez dan Oezil, Wilshere Terpinggirkan

Jack Wilshere masih belum juga bisa masuk ke tim inti Arsenal setelah kembali dari cedera. Menurut Arsene Wenger, itu karena ada Alexis Sanchez dan Mesut Oezil.

Wilshere terus mengalami penurunan performa setelah berulang kali diterpa cedera sejak tahun 2014 sampai pertengahan 2016. Setelah pulih Arsenal langsung meminjamkan si pemain ke Bournemouth sepanjang musim 2016/2017.

Kini, dia kembali ke Arsenal, namun belum juga bisa masuk ke tim inti dan cuma mencatatkan waktu bermain 13 menit di Premier League saat The Gunners melumat Everton 5-2.

Manajer Meriam London, Wenger, lebih sering memakai tenaga pemain 25 tahun itu di ajang Piala Liga Inggris dan Liga Europa. Itu karena di posisi si pemain sebagai gelandang serang sudah terisi oleh Oezil dan Sanchez, yang keduanya datang saat Wilshere mulai dihantui cedera.

Seruan-seruan untuk meminta Wenger memainkan Wilshere sebagai pemain box-to-box muncul. Namun, manajer asal Prancis itu menolaknya di dalam konferensi pers jelang pertemuan Arsenal dengan Red Star Belgrade dalam laga Liga Europa di Emirates Stadium, Jumat (3/11/2017) dinihari WIB.

“Di pikiran saya, dia (Wilshere) lebih cocok sedikit ke depan (di lapangan). Saya melihatnya dia adalah pemain yang bisa kasih pengaruh ke permainan di sepertiga akhir daripada menjadi pemain box-to-box,” kata Wenger seperti dikutip dari Soccerway.

“Dia ada sedikit masalah dalam posisi itu, bersaing dengan Oezil dan Sanchez. Saya percaya dia juga bisa bermain di lini tengah dalam formasi 4-2-3-1 dan 4-3-3. Jadi, dalam sistem permainan kami, saya melihatnya dia cocok sedikit lebih ke depan,” sambung Wenger.

Kontrak Wilshere berakhir pada akhir musim ini. Wenger pun kembali menegaskan bahwa masalah itu akan dituntaskan pada Desember 2017.

Gaya Main Guardiola Sesuai Keinginan De Bruyne

Gaya Main Guardiola Sesuai Keinginan De Bruyne

Manchester – Kevin De Bruyne menunjukkan penampilan impresif bersama Manchester City. Pemain Belgia itu menyebut kedatangan Josep Guardiola memudahkan segalanya.

Di musim kedua Guardiola, City mencatatkan laju yang impresif. The Citizens belum pernah menelan kekalahan di semua kompetisi.

City memuncaki klasemen Liga Inggris dengan raihan 28 poin. Nilai itu hasil dari sembilan kali menang dan sekali hasil imbang.

Di Liga Champions, City berhasil selalu menang dalam empat matchday. Sementara di Piala Liga Inggris, City menang saat berhadapan dengan West Browich Albion dan Wolverhampton Wanderers.

De Bruyne menjadi salah satu pemain kunci. Dia memainkan 15 pertandingan di semua ajang dengan sumbangan dua poin dan sembilan assist. Betah di City, De Bruyne pun membuka peluang untuk lama bertahan di Etihad Stadium.

“Sejak Pep datang ke klub, dia memainkan gaya bermain sepakbola yang ingin saya mainkan. Jadi, menjadi lebih mudah sebagai seorang pemain,” kata De Bruyne di Sky Sports.

“Saya suka keadaan di sini, lingkungan yang sempurna dan sejak saya datang ke sini, ada kepercayaan besar pada diri saya. Saya suka proyek yang mereka lakukan di momen saat saya datang ke sini.”

“Ada tim yang lebih tua (saat saya pertama kali datang), mereka sudah melakukan banyak transfer, ada banyak pemain muda. Mereka membangun masa depan.”

“Saya suka proyeknya dan saya sangat senang di sini, serta saya melihat diri saya bisa di sini dalam jangka waktu yang lama,” dia menambahkan.

Setelah AS dan Keturunan Thailand, CLS Knights Rekrut Pemain Berdarah China

Setelah AS dan Keturunan Thailand, CLS Knights Rekrut Pemain Berdarah China

CLS Knights memaksimalkan regulasi penggunaan pemain asing di ASEAN Basketball League (ABL). Setelah mengikat tiga amunisi asing, CLS mendatangkan satu pemain berdarah China.

CLS berbenah menghadapi ABL 2017/2018 yang bergulir mulai 17 November. Di antaranya, menambah skuat dengan pemain asing.

Tiga pemain asing CLS sudah dikontrak lebih dulu. Dua pemain dengan status pemain dunia didatangkan dari Amerika Serikat (AS), yakni Duke Crews, yang berposisi sebagai power forward dan Brian Williams berperan sebagai center,

Satu pemain berdarah Asia Tenggara yang sudah direkrut lebih dulu adalah Frederick Lee Jones, keturunan Thailand. Dia berposisi sebagai point guard.

CLS telah memastikan menggenapi kuota yang tersedia bekerja sama dengan Alex Zhao, pemain berdarah China. Pemain berposisi small forward itu memperkuat Penn State dan memiliki tinggi 198cm.

Selain memoles pemain lokal, kami juga menambah pemain impor. Tiga orang lainnya sudah lebih dulu bergabung dan satu lagi, baru saja deal.

Penambahan pemain asing itu diharapkan bisa mendongkrak performa tim di ABL nanti. Apalagi, mereka buta kekuatan lawan.
Kami menyadari tekanan menjadi lebih besar (ketimbang tampil di IBL), karena kali ini kami mewkaili Indonesia,” ujar Christopher.

Yang penting jangan sampai kami jadi bulan-bulanan dan menempati peringkat paling buncit,” dia berharap.

Berbeda dengan saat tampil di IBL, kali ini CLS tak mendapatkan subsidi dari operatator untuk mengikat pemain asing. ABl hanya menyokong tiket penerbangan tim peserta.

Kemenangan atas Madrid Dongkrak Kepercayaan Diri Spurs

Kemenangan atas Madrid Dongkrak Kepercayaan Diri Spurs

Mauricio Pochettino puas dengan kemenangan Tottenham Hotspur atas Real Madrid. Hasil ini disebutnya menyuntikkan keyakinan dan rasa percaya diri kepada Spurs.

Spurs mampu memetik poin penuh saat menghadapi Madrid di matchday 4 Liga Champions. Bertanding di Stadion Wembley, Kamis (2/11/2017) dini hari WIB, Spurs menang 3-1 atas sang juara bertahan.

Dele Alli mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut. Satu gol lagi untuk Spurs dibuat oleh Christian Eriksen.

Kemenangan ini mengantar Spurs lolos ke babak 16 besar. Harry Kane dkk. memuncaki klasemen Grup H dengan 10 poin dari empat pertandingan, unggul tiga angka dari Madrid.

“Saya bangga kepada para pemain saya dan saya memberi selamat kepada mereka. Saya begitu senang untuk Dele dan juga fans,” Pochettino mengatakan kepada BT Sport.

“Kemenangan ini begitu penting untuk kami dan para pemain. Ini adalah kemenangan atas Real, jadi ini luar biasa untuk klub dan fans. Musim masih panjang. Yang penting adalah mencoba meraih target kami.”

“Tentu kemenangan ini memberi kami keyakinan besar kepada semua orang dan kepercayaan diri. Sekarang kami lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Tapi sekarang penting untuk bertanding melawan Crystal Palace (akhir pekan ini). Seperti seorang manajer, Anda tidak pernah berhenti berpikir.

Gagal Juara Dunia, Rossi: Bukan karena Patah Kaki

Gagal Juara Dunia, Rossi: Bukan karena Patah Kaki

Valentino Rossi menyebut bahwa cedera patah kaki yang sempat ia alami bukanlah faktor yang membuatnya tak mampu bersaing untuk jadi juara dunia MotoGP 2017.

Rossi mengalami kecelakaan saat latihan menggunakan motocross pada September lalu. Insiden tersebut membuatnya mengalami patah kaki dan harus melewatkan balapan di San Marino.

Meski diperkirakan butuh waktu 30-40 hari untuk pulih, Rossi kemudian justru sudah membalap di Aragon, 22 hari setelah kecelakaan. Tapi dia hanya finis di posisi kelima.

Di balapan berikutnya di Motegi, Rossi crash dan gagal finis. Hasil itu membuatnya harus memupus harapan untuk jadi juara dunia. Padahal sebelum balapan di San Marino, Rossi yang ada di peringkat keempat hanya tertinggal 26 poin dari pemuncak klasemen.

Tapi Rossi menampik anggapan bahwa cedera patah kaki menghalanginya untuk mengejar gelar juara dunia. Menurut rider 38 tahun itu, motor Yamaha bermasalah sejak awal sehingga kesulitan bersaing dengan Honda dan Ducati.

“Tidak jauh lebih baik karena saya punya terlalu banyak masalah,” Rossi menjawab saat ditanya apakah posisinya di klasemen akan lebih baik jika tak cedera.

“Sepanjang musim dan sebelum Silverstone (pada Agustus), saya sudah katakan bahwa saya tidak cukup kuat untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia.”

“Jadi, secara realistis, bahkan jika kaki saya tidak patah, saya tidak bisa bertarung untuk gelar juara dunia karena saya tidak cukup kuat. Saya tidak pernah bisa melewati dua balapan bagus secara beruntun,” ucapnya seperti dilansir Autosport.

MotoGP 2017 kini tinggal menyisakan satu balapan lagi di Valencia. Rossi masih belum beranjak dari peringkat empat dengan 197 poin.

David Silva Berdoa Tiap Malam Agar City Juara Liga Champions

David Silva Berdoa Tiap Malam Agar City Juara Liga Champions

David Silva sudah sangat menantikan momen juara Liga Champions bersama Manchester City. Untuk itu, Silva selalu memanjatkan doa setiap malam.

Silva, yang membela City sejak musim 2010, belum sekalipun membawa City berjaya di Liga Champions. Prestasi terbaiknya di kompetisi ini cuma mengantar The Citizen ke semifinal pada musim 2015/2016. Padahal di kompetisi lokal, Silva sudah memberikan dua titel Premier League, dua trofi Piala Liga Inggris, dan satu Piala FA.

Musim ini, Silva berharap bisa menyudahi impiannya selama tujuh terakhir itu, di bawah asuhan manajer Pep Guardiola. City memang cukup impresif sejauh ini lantaran sudah mengemas tiga kemenangan dan menguasai Grup F dengan poin sempurna.

Silva tak ingin lagi City terhenti lebih cepat seperti musim lalu saat disingkirkan AS Monaco di babak 16 besar. Oleh karenanya, City diharapkan bisa mempertahankan performanya saat ini.

“Itu akan sangat mengesankan. Saya berdoa setiap malam untuk bisa memenangkan Liga Champions bersama City. Mudah-mudahan kami bisa memenangkannya tahun ini,” Silva mengatakan seperti dikutip dari Daily Mail.

“Kami memainkan sepakbola dengan sangat bagus, permainan sepakbola yang cantik, mencetak banyak gol serta menciptakan banyak peluang,” lanjutnya.

City akan menghadapi Napoli di Stadio San Paolo, Kamis (2/11/2017) dini hari WIB. Silva menjadi pemain City yang merasakan kekalahan di Naples pada 2011. Ia pun mengingatkan rekan-rekannya agar tetap menjaga fokus.

“Saya ingat kami kalah dalam pertandingan jadi saya tidak punya memori yang bagus soal stadionnya. Mudah-mudahan kami bisa mengubahnya nanti Napoli adalah tim yang sangat bagus.”

“Sulit untuk mempertahankan intensitas permainan yang tinggi, jadi kami akan menjaganya selama mungkin untuk bisa memenangkan pertandingan,” demikian pemain asal Spanyol itu.