Janji Argentina

Janji Argentina

Argentina nyaris tak lolos ke Piala Dunia 2018 usai kualifikasi yang buruk. Pelatih Argentina Jorge Sampaoli menjanjikan hasil yang membanggakan.

La Albiceleste menyudahi kualifikasi zona CONMEBOL di peringkat ketiga dengan raihan 28 poin, tertinggal tiga poin dari Uruguay dan 13 poin dari Brasil. Dari 18 pertandingan, Argentina hanya tujuh kali menang dan empat kali kalah.

Setelah menembus babak utama, Argentina kini terundi di Grup D bersama Islandia, Kroasia, dan Nigeria. Khususnya Nigeria, bukan lagi tim yang asing bagi Argentina karena telah bertemu lima kali di fase grup sejak 1994.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan kepada suporter kami adalah kami akan membuat Argentina bangga. Saya juga memiliki pemain terbaik dalam sejarah, yang selalu menjadi nilai plus,” kata Sampaoli, yang dilansir Reuters.

“Nigeria adalah tim yang tidak bisa diprediksi. Dengan Nigeria, Anda tidak tahu apa yang akan Anda dapatkan. Mereka sangat berbahaya.”

“Lawan-lawan kami akan tampil dengan beberapa kewajiban dan antusiasme yang tinggi. Piala Dunia telah memberi mereka kesempatan yang unik.”

Legenda sepakbola Diego Maradona ikut menyakini Argentina tidak akan sulit lolos dari Grup D. Yang jelas, Argentina mesti meningkatkan performa.

“Sama sekali bukan grup yang buruk. Argentina harus bertambah baik… kami tidak bisa bermain seburuk sekarang,” timpal Maradona.

Rumitnya Mencari Pelapis Lewandowski di Bayern

Rumitnya Mencari Pelapis Lewandowski di Bayern

Mencari pelapis untuk Robert Lewandowski di Bayern Munich bukanlah pekerjaan mudah. Striker berkualitas mana yang rela hanya menjadi pemain cadangan?

Lewandowski, yang sekarang menjadi top skorer Bundesliga dengan 13 gol, meminta Bayern untuk merekrut striker murni lainnya. Pemain asal Polandia itu merasa tak punya pelapis sepadan, yang memungkinkannya untuk beristirahat.

Jika punya pelapis, Lewandowski tak harus selalu bermain penuh di setiap laga. Potensi cedera pun bisa diminimalisir.

Bayern menanggapi permintaan Lewandowski itu dengan mendekati penyerang Hoffenheim, Sandro Wagner. Akan tetapi, sejauh ini kedua klub belum mencapai kata sepakat.

Terkait situasi di lini depan Bayern, Thomas Mueller berkomentar. Menurut Mueller, menemukan pelapis Lewandowski memang persoalan rumit.

“Kami tak memiliki pemain yang bisa menggantikan Robert Lewandowski sebagai striker. Di sisi lain, seperti yang sudah berkali-kali dikatakan, rumit untuk menemukan seorang pelapis karena Lewandowski sendiri ingin bermain sepanjang waktu,” ujar Mueller kepada BayernTV.

“Tentu saja, ketika saya lelah, gampang untuk mengatakan bahwa saya benar-benar butuh pelapis sekarang. Tapi, jika memang begitu, maka setiap tiga bulan situasinya rumit untuk ‘Mr. Pelapis’,” imbuh Mueller.

“Beberapa pekan lalu, Lewandowski mengalami masalah dan bagus jika punya seorang pelapis. Tapi, ketika pelatih ingin memainkan si pelapis setiap pertandingan ketiga atau keempat dan Lewandowski dalam kondisi fit, itu juga bukan situasi bagus,” lanjutnya.

“Biarlah para bos klub dan pelatih membahasnya. Pada akhirnya, buatlah keputusan mengenai hal itu. Itu pasti akan menjadi keputusan yang bagus,” kata Mueller.

Griezmann Pernah Jadi Korban PHP Arsenal

Griezmann Pernah Jadi Korban PHP Arsenal

Arsenal sebenarnya pernah punya peluang besar untuk mendapatkan Antoine Griezmann empat tahun silam. Tapi, Arsenal malah melewatkan peluang itu dan sudah bikin Griezmann kecewa.

Griezmann masuk radar Arsenal ketika masih membela Real Sociedad di musim panas 2013. Saat itu, ada kontak antara agen Griezmann, Eric Olhats, dengan scout Arsenal, Gilles Grimandi.

Griezmann cukup antusias mendengar ketertarikan Arsenal dan diberi tahu bahwa transfer kemungkinan besar akan terwujud.

Akan tetapi, setelah menunggu lama, Griezmann tak mendapatkan kabar lebih lanjut dari Arsenal. Barulah menjelang penutupan bursa transfer, penyerang asal Prancis itu dikabari bahwa Arsenal tak akan merekrutnya.

Merasa jadi korban Pemberi Harapan Palsu alias PHP, Griezmann kecewa. Saat Arsenal datang lagi kepadanya, dia langsung menutup pintu.

“Saya menunggu, menunggu, dan terus menunggu … Ketika tak ada kabar, Eric menghubungi Grimandi, yang mengatakan bahwa manajer masih tertarik kepada saya (dan) meminta untuk tetap menunggu,” tulis Griezmann dalam autobiografinya yang berjudul Behind The Smile.

“Akhirnya beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup, dia memberi tahu kami bahwa Arsenal tidak akan melakukan transfer. Saya tak suka diberi tahu sesuatu dan ternyata itu tak terjadi,” lanjut Griezmann.

“Jadi, ketika Eric memberi tahu saya kemudian bahwa klub London itu tertarik lagi, saya bilang kepadanya: ‘Lupakan, setelah pukulan yang mereka berikan ke kita’,” kata penyerang yang sekarang berusia 26 tahun itu.

Pada musim panas 2013, Arsenal memilih untuk mendatangkan striker lainnya, Yaya Sanogo, dari Auxerre. Pembelian Sanogo pada akhirnya terbukti gagal total dan si pemain sudah dilepas pada musim panas lalu.

Sementara itu, Griezmann pindah ke Atletico Madrid setahun setelah di-PHP Arsenal. Bersama Atletico, dia menjadi salah satu penyerang tersubur di Spanyol. Griezmann sudah mencetak 89 gol untuk Los Colchoneros dalam 176 pertandingan di semua kompetisi.