Legenda AC Milan: Neymar Akan Bawa PSG Juara Liga Champions

Legenda AC Milan: Neymar Akan Bawa PSG Juara Liga Champions

Rio de Janeiro – Bek legendaris AC Milan, Cafu menyebut Neymar mampu membantu Paris Saint-Germain (PSG) memenangkan Liga Champions.

Saat ini, PSG telah melangkah ke babak 16 besar. Mereka menghadapi juara Liga Champions dalam dua musim beruntun, Real Madrid.

Pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu Stadium, 15 Februari 2018, PSG menelan kekalahan 1-3. Namun, Cafu percaya, Neymar bisa membantu PSG membalikkan keadaan di leg kedua pada 7 Maret 2018.

“Neymar bisa melakukan itu dan tujuannya tentu saja, memenangkan Liga Champions. Itu merupakan trofi yang belum dimenangkan PSG,” ujar Cafu, dilansir dari Four Four Two.

“Saya rasa, bersama Neymar, PSG bisa memenangkan Liga Champions. Neymar merupakan seorang bintang di Ligue 1 dengan visibilitas yang membuatnya lebih dikenal di seluruh dunia,” katanya melanjutkan.

Dalam kesempatan tersebut, Cafu juga membahas rumor mengenai niat Real Madrid yang ingin memboyong Neymar. Los Blancos, sebutan Real Madrid, menjanjikan Neymar sebagai suksesor Cristiano Ronaldo.

“Itu keputusan Neymar, saya tidak dapat memutuskan atau memberinya saran. Dia baru saja meninggalkan Barcelona untuk PSG. Dia juga sangat memahami beberapa hal penting di sepak bola dunia,” kata pria asal Brasil tersebut.

“Neymar paling tahu hal yang cocok untuknya, apakah itu di PSG atau pergi ke Real Madrid, saya tidak tahu. Apapun yang diputuskannya, kita harus hormati,” ucap Cafu.

Statistik Neymar
Berikut statistik Neymar bersama PSG di Ligue 1 musim ini:

Main: 20

Gol: 20

Bikin peluang: 71

Assist: 13

Akurasi sepakan: 63 persen

Akurasi umpan: 79 persen

Gagal Hadapi Petinju Inggris, Daud Yordan Ambil Hikmahnya

Gagal Hadapi Petinju Inggris, Daud Yordan Ambil Hikmahnya

Daud ‘Cino’ Yordan harus mengubur mimpinya mencetak sejarah usai gagal bertanding pada Februari ini. Dia ambil hikmah dari kejadian ini.

Daud seharusnya bertarung melawan petinju Inggris, Luke Campbell, untuk memperebutkan sabuk juara kelas ringan WBA pada akhir Februari ini. Namun rencana itu gagal lantaran masalah administrasi visa. Padahal sudah sekitar 10 bulan dia melakukan persiapan untuk pertarungan ini.

Daud memaklumi kondisi tersebut. Petinju asal Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat itu, mengambil hikmah atas kejadian yang terjadi.

“Soal batal itu biasa terjadi di dunia pertinjuan. Saya pikir semua tetap ada hikmahnya,”

Daud menambahkan belum mengetahui rencana selanjutnya. Sebab, semua manajemennya yang mengatur.

“Saya masih latihan di Spanyol. Masih latihan normal saja. Malah kita pagi dan sore latihan biasa. Sparring juga masih berjalan, tidak ada yang berubah. ” ungkap Daud, soal aktifitasnya sampai saat ini.

Menurut rencana, Mahkota Promotion, promotor Daud tengah mencari alternatif lawan yang lain di Amerika Serikat dan Eropa untuk mendapatkan gelar pada tahun ini.

Ada Ancaman dari Payet Sebelum Neymar Cedera?

Ada Ancaman dari Payet Sebelum Neymar Cedera?

Neymar mengalami cedera retak tulang metatarsal saat Paris Saint Germain mengalahkan Marseille 3-0 akhir pekan lalu. Sebelum Neymar cedera, ada klaim yang menyebut Dimitri Payet menebar ancaman.

Pada laga melawan Marseille, Neymar ditarik keluar pada menit ke-77. Dia mendaratkan kaki kanannya pada posisi yang salah usai berebut bola dengan gelandang lawan, Bouna Sarr..

Akan tetapi, sebelum kejadian tersebut, stasiun radio RMC melaporkan bahwa Payet mengatakan sesuatu kepada wasit Benoit Bastien. Isinya berupa ancaman untuk Neymar.

“Katakan kepada Neymar untuk tenang. Jika tidak, kami yang akan mengurusnya,” ancam Payet seperti diklaim oleh RMC.

Kubu Marseille dilaporkan kesal karena Neymar terlalu mudah jatuh dan berakting di atas lapangan, yang kemudian membuat mereka ingin menyingkirkan si pemain.

Terkait isu ini, kapten PSG Thiago Silva ikut berkomentar.

“Sangat disayangkan. Payet mengatakan kepada wasit bahwa dia akan menyakiti Neymar. Itu bukan sepakbola,” katanya.

Akibat cederanya ini, Neymar akan absen cukup lama dan hampir pasti absen ketika PSG menjamu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Punya Uang Melimpah dan Manajer Top, City Memang Menakutkan.

Punya Uang Melimpah dan Manajer Top, City Memang Menakutkan.

Manchester City punya segala yang dibutuhkan untuk meraih sukses: uang dan pelatih jempolan. Thierry Henry bahkan mencium aroma sukses jangka panjang di sana.

City baru saja meraih trofi pertamanya bersama Pep Guardiola usai memenangi Piala Liga Inggris. The Citizens meraihnya dengan mantap, menang telak 3-0 atas Arsenal di partai puncak.

Kini Sergio Aguero dkk. bakal mengincar memenangi dua kompetisi tersisa yakni Premier League dan Liga Champions. Peluang mereka di Premier League cukup bagus, mengingat saat ini sudah memimpin klasemen dengan keunggulan 13 poin plus satu laga ekstra untuk dimainkan.

Satu-satunya kejuaraan yang sudah dipastikan gagal dimenangi musim ini adalah Piala FA. City tersingkir di babak kelima usai didepan Wigan Athletic, tim yang menghuni divisi tiga Liga Inggris.

Melihat City saat ini, eks pemain Arsenal dan Barcelona Thierry Henry meyakini sukses jangka panjang amat mungkin diraih klub tersebut. Mereka punya uang melimpah dan daya tarik ekstra dari keberadaan Pep Guardiola sebagai manajer.

Dua hal ini sudah hampir menjamin para pemain top datang ke Etihad Stadium. Selain itu, Guardiola sejauh ini membuktikan kemampuannya meramu taktik dan tim berhasil di Inggris yang dikenal sulit dan ketat.

“Mereka punya uang, manajer yang bagus, dan tampaknya mereka akan memenangi hampir segalanya di tahun ini. Pelatihnya akan menarik para pemain top dan mereka akan memenangi liga,” ungkap Henry kepada Sky Sports.

“Kita memang belum tahu soal kans di Liga Champions, jadi tak bisa gegabah. Tapi saat ini kelihatannya seperti permulaan sebuah dinasti. Akankah itu terjadi? Masih perlu dilihat lagi.”

“Saya mengenal Pep untuk beberapa saat, dia takkan membiarkan rasa berpuas diri masuk ke timnya. Saya melihat mereka tampil bagus untuk waktu yang lama. Kalau Anda memikirkannya sekarang, memang terlihat menyeramkan,” imbuh analis sepakbola ini seperti dilansir Soccerway.

Tapi bukan berarti City dipastikan takkan mengalami penurunan musim depan. Henry mengakui ada faktor-faktor lain yang bisa memicu kejutan, meski dalam kasus City peluangnya agak sulit.

“Tidak ada yang pasti. Tahun lalu mereka tak memenangi apapun dan mereka dikritik. Orang-orang meragukan Pep dan cara timnya bermain, sekarang orang-orang mengatakan dia yang terbaik,” sambungnya.

“Chelsea musim lalu bagus dan lebih kesulitan musim ini. Sulit melihat City terjerembap, tapi itulah kenapa kita menyukai permainan ini, karena Anda tak pernah tahu pasti. Tapi sulit untuk melihat ada yang bisa menghentikan City pada saat ini,”

Menatap Asian Games, Kondisi Sungai Sunter Dekat Wisma Atlet Disoroti

Menatap Asian Games, Kondisi Sungai Sunter Dekat Wisma Atlet Disoroti

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) Erick Thohir meminta pemerintah daerah DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas sungai Sunter di Kemayoran. Sebab dining hall wisma atlet dekat sungai ini.

Hal tersebut diungkapkan Erick usai melakukan tinjauan ke wisma atlet di Kemayoran, Senin (26/2/2018). Dia mendampingi Presiden RI Joko Widodo, bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Erick mengatakan selain kondisi dalam wisma atlet yang perlu diperhatikan, ada dua hal lainnya yang perlu diperhatikan menuju Asian Games 18 Agustus-2 September 2018. Antara lain sirkulasi bus dan soal peningkatan sungai Sunter.

Soal sungai, dia mengajak Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk membenahi.

“Ya, saya rasa dengan review terakhir yang sudah saya sampaikan di rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa ada tiga hal, pertama tempat perhentian bus yang sedang direnovasi total dan untuk sirkulasi busnya,” kata Erick.

“Yang kedua, soal keadaan sungai yang terus harus ditingkatkan. Apalagi mohon maaf, dining hall persis di depan sungai itu.”

“Yang terakhir, kami harapkan selama nanti wisma atletnya sudah baik maka kondisinya harus terus dijaga,” sambungnya.

Tak hanya itu, persoalan makanan juga akan ditingkatkan pelayanannya. Erick menyebut selama test event yang lalu, ada masukan utuk menyediakan makanan-makanan dari negara peserta.

“Dari hasil survey test event lalu, hasilnya sudah bagus. Tapi ada beberapa masukan yang perlu kami perbaiki. Seperti salah satunya menyediakan makanan dari negara peserta. Saran tersebut sudah kami tampung, namun tetap akan kami promosikan makanan Indonesia.

Kritik Tajam Gary Neville: Arsenal Main Ogah-ogahan

Kritik Tajam Gary Neville: Arsenal Main Ogah-ogahan

Gary Neville mengecam performa Arsenal saat dikalahkan Manchester City, di final Piala Liga Inggris. Dia menilai para pemain Arsenal tak memberi perlawanan.

Pada pertandingan di Stadion Wembley, Minggu (25/2/2018), Arsenal gagal tampil maksimal dan kalah dengan skor telak 0-3. The Gunners sama sekali kesulitan dan diserang habis-habisan oleh The Citizens.

Arsene Wenger sudah menjelaskan beberapa masalah yang terjadi pada timnya. Menurutnya, timnya mudah kehilangan konsentrasi di saat-saat krusial.

Namun, Neville menganggap tak ada keseriusan dari Arsenal untuk tampil di laga final itu. Dia mencontohkan sikap sejumlah pemain yang terlihat hanya berjalan di atas lapangan.

“Lihat (Aaron) Ramsey berjalan, (Granit) Xhaka berjalan, (Mesut) Oezil berjalan. Semuanya berjalan. Jangan pernah berjalan di Wembley,” komentarnya sebagai pandit di Sky Sports.

“Jangan pernah berjalan di lapangan sepakbola. Itu mustahil dilakukan. Kalian ketinggalan 0-2, berlarilah! Semenit sebelum gol ketiga saya sudah menjelaskan soal berjalannya para pemain. Mereka hanya berlari kecil ketika tertekan. Itu sangat memalukan.”

“Mereka memalukan. Berjalan di Wembley, menyerah… mereka benar-benar rapuh,” tutur legenda Manchester United itu.

Saat kamera mengarah ke fans cilik Arsenal yang sedang menangis, Neville pun tak bisa menahan kekesalannya.

“Lihat itu, itu adalah akibat yang kalian lakukan. Semua fans ingin melihat pemain mereka berlari secepat dan sekeras mungkin,” katanya.

Tak berhenti di sana, Neville juga mengkritik Shkodran Mustafi atas terciptanya gol pertama City oleh Sergio Aguero. Pada momen tersebut, Mustafi kehilangan keseimbangan hanya karena adu badan ringan dengan Aguero.

“Mustafi harusnya lebih kuat dari itu. Ia memperlihatkan pertahanan yang menyedihkan. Putusan yang sangat buruk dari Mustafi,” Neville melanjutkan.

“Bagi bek tengah mencari pelanggaran di kondisi seperti itu adalah cara bertahan yang buruk. Keputusan menyedihkan dari Mustafi. Saya tak menganggap itu pelanggaran. Sebuah perilaku anak sekolah. Itu adalah pertahanan yang mengagetkan dan buruk dari segala hal tentang sepakbola

Pentingnya Asian Games 2018 sebagai Ajang Promosi Indonesia

Pentingnya Asian Games 2018 sebagai Ajang Promosi Indonesia

Asian Games 2018 ditegaskan sebagai ajang penting untuk mempromosikan Indonesia. Mulai dari budaya sampai kuliner di Tanah Air.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) Erick Thohir dalam acara ‘175 Hari Menuju Asian Games’ di kawasan Pancoran, Jakarta, Minggu (25/2/2018).

“Selama ini, negara luar lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia sebagai negara. Jadi ini penting sekaligus sebagai nasional branding kita. Tak hanya itu, dampaknya untuk ekonomi dan budaya kita juga cukup bagus,” kata Erick.

“Bisa ambil contoh negara China. Dulu China itu terkenal dengan suka buang ludah sembarangan di jalan. Tapi sejak ada Olimpiade sekarang mereka jauh lebih bersih. Nah, saya ingin dengan adanya Asian Games, kebiasaan negara kita juga berubah. Itu kenapa saya selalu saya bilang, yang namanya Gelora Bung Karno, atau nanti Jakabaring nanti akan ditutup, harus pakai kendaraan umum.”

Jadi masyarakat kita siap jalan, siap antre, dan siap angkutan umum karena ini menjadi bagian dari kebiasaan. Jika tidak ingin macet ya harus berubah,” tuturnya.

Selain soal kebudayaan, Asian Games 2018 yang dilangsungkan pada 18 Agustus-2 September mendatang juga memberi kesempatan besar untuk semakin memperkenalkan kuliner Indonesia.

“Seperti yang kemarin Bapak Wakil Presiden datang ke atlet village juga, kami pastikan bahwa setiap menu atau katering ada promosi makanan Indonesia, jangan cuma kita beri makanan Arab, makanan China, Jepang, tapi Indonesianya tidak ada,” ujar Erick.

Selain jadi ajang promosi Indonesia sendiri, Erick memastikan kalau di Asian Games mendatang kenyamanan atlet tetap bakal menjadi prioritas utama panitia penyelenggara.

“Nomor 1 atlet itu mesti happy untuk Asian Games, baik fasilitas makanan, fasilitas tinggal, jarak tempuh yang sesuai dengan waktu, ini yang harus kami lakukan,” katanya menegaskan.

Sambutan untuk Patrice Evra di Anfield: Chant Luis Suarez

Sambutan untuk Patrice Evra di Anfield: Chant Luis Suarez

Patrice Evra diturunkan West Ham United saat menghadapi Liverpool. Fans The Reds memberinya sambutan dengan chant Luis Suarez.

West Ham bertandang ke Anfield, Sabtu (24/2/2018), dalam pertandingan Liga Inggris pekan ke-28. Di laga itu, The Hammers kalah 1-4.

Di laga itu, Evra kembali tampil di Premier League usai direkrut West Ham awal bulan lalu. Ia sebelumnya menganggur setelah dipecat Marseille sejak November.

Evra, yang pernah bermain untuk Manchester United, mendapat sambutan kurang mengenakkan dari fans Liverpool. Chant Luis Suarez diberikan untuknya di 30 menit pertama pertandingan.

Segelintir fans tuan rumah menyanyikan lagu tentang Suarez. Eks pemain Liverpool itu merupakan sosok yang sempat berseteru hebat dengan Evra karena masalah rasialisme beberapa tahun lalu.

“I just can’t get enough. His name is Suarez. He wears the famous Red,” fans Liverpool bernyanyi.

Hal itu rupanya dikecam banyak warganet. Chant itu dianggap tidak pantas dinyanyikan mengingat Suarez yang justru terbukti melakukan aksi rasialisme ke Evra, dengan mengatainya dengan sebutan ‘negro’ saat MU bertandang ke Anfield, 11 Oktober 2011.

Aksi fans itu jelas mencoreng penampilan brilian Liverpool saat menghadapi West Ham. Mereka menang berkat gol Emre Can dan trio penyerangnya; Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Coutinho Pelan-pelan Mulai Memahami Barca

Coutinho Pelan-pelan Mulai Memahami Barca

Philippe Coutinho bikin gol dan assist saat Barcelona melumat Girona 6-1. Pemain asal Brasil itu mengaku pelan-pelan mulai memahami gaya bermain Blaugrana.

Barca pesta gol ke gawang Girona di Camp Nou, Minggu (25/2/2018) dini hari WIB. Luis Suarez bikin hat-trick, Lionel Messi dua gol, dan satu gol dari Coutinho.

Bagi Coutinho, ini menjadi gol pertamanya di La Liga. Ia melesakkannya dengan sepakan melengkung yang indah dari luar kotak penalti.

Coutinho perlahan tapi pasti mulai nyetel dengan Barca, sejak didatangkan dari Liverpool pada bursa transfer musim dingin kemarin. Namun ia menegaskan masih perlu banyak bekerja keras.

“Barcelona selalu berbeda. Kami bermain dengan banyak menguasai bola dan sedikit demi sedikit saya mempelajarinya. Saya harus bekerja lebih keras,” ia mengatakan usai laga seperti dikutip Marca.

Selain Coutinho, Dembele juga tampil apik saat Barca mencukup Girona. Ia menyumbang assist untuk terciptanya gol ketiga Suarez di Camp Nou.

Sebagai sesama pemain baru Barca, Coutinho memuji rekannya itu. Coutinho menilai, ia bersama Dembele tengah sama-sama bertekad memberi yang terbaik untuk Barca.

“Dembele pemain yang hebat. Saya dan dia baru bergabung dengan tim yang punya gaya sepakbola berbeda. Kami akan belajar seiring berjalannya waktu dan dengan kerja keras. Kami ingin memberikan yang terbaik sebisa mungkin.

Wenger: City Tak Perlu Perlindungan Ekstra dari Wasit

Wenger: City Tak Perlu Perlindungan Ekstra dari Wasit

Manchester City sempat mengeluhkan perlakuan kasar pemain lawan sehingga mengklaim butuh perlindungan dari wasit. Manajer Arsenal Arsene Wenger berkomentar.

City sempat menyurati ketua asosisasi wasit Mike Riley di awal bulan soal pelanggaran kubu lawan kepada City. Sebut saja Leroy Sane dan Kevin De Bruyne, yang memang sempat mendapat terjangan berbahaya dari pemain-pemain lawan.

Jelang laga final Piala Liga Inggris yang pertemukan Arsenal dan City di Stadion Wembley, Minggu (25/2/2018), Wenger menegaskan setiap pemain tak perlu mendapat perlindungan tambahan dari wasit. Adapun wasit hanya diharapkan membuat keputusan tepat ketika terjadi pelanggaran.

“Perlindungan ekstra? Saya tidak tahu apa maksudnya. Perlindungan tentu saja perlu, tapi kami cuma ingin wasit menghormati buku aturan. Semuanya ada di dalam aturan, kami tidak butuh proteksi ekstra. Anda ingin wasit membuat keputusan dengan tepat, cuma itu,” Wenger mengatakan dilansir Standard.

“[Pep Guardiola–manajer City] Mungkin menyoroti satu atau dua situasi di mana pemainnya mendapat tekel saat melawan Wigan pada Senin, yang bisa saya pahami. Tapi Anda tidak perlu perlindungan ekstra dan hanya perlu wasit membuat keputusan yang tepat di situasi itu,” ia menambahkan.