Messi Akhirnya Berhasil Bobol Gawang Chelsea

Messi Akhirnya Berhasil Bobol Gawang Chelsea

Lionel Messi menghindarkan Barcelona dari kekalahan di kandang Chelsea. Superstar Argentina itu pun turut membuktikan bahwa Chelsea bukan lagi momok bagi dia.

Barca bermain imbang 1-1 dengan Chelsea di Stamford Bridge dalam laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2/2018) dinihari WIB. Setelah ‘kacamata’ di paruh pertama, Los Cules tertinggal lebih dahulu usai Willian menjebol gawang Marc-Andre ter Stegen di menit 62.

Namun, keunggulan Chelsea hanya berumur sesaat. Barca sukses menyamakan skor hanya 13 menit kemudian lewat sepakan Messi setelah meneruskan umpan Andres Iniesta, yang diawali dengan kesalahan lini belakang Chelsea.

Gol itu tak sekadar memberi keuntungan bagi Barca untuk melakoni leg kedua di Camp Nou, bulan depan. Messi akhirnya bisa mencetak gol ke gawang Chelsea setelah gagal melakukannya di delapan pertemuan sebelumnya.

Pertemuan pertama Messi dengan Chelsea terjadi pada Liga Champions 2005/06 dan si pemain butuh 30 tembakan ke arah gawang sebelum akhirnya bisa mencetak gol.

Canda Montella soal Cara Menghentikan Sanchez: Mungkin Kami Akan Mengikatnya

Canda Montella soal Cara Menghentikan Sanchez: Mungkin Kami Akan Mengikatnya

 

Pelatih Sevilla, Vincenzo Montella, bercanda saat ditanya soal cara timnya menghentikan Alexis Sanchez. Menurut Montella, Sevilla akan menggembok Sanchez atau mengikatnya.

Sevilla akan menjamu Manchester United di Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (22/2/2018) dinihari WIB, pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Mempertimbangkan materi pemain dan sejarah kedua tim, Sevilla akan berstatus underdog dalam duel ini.

Salah satu ancaman utama yang akan dihadapi Sevilla saat menghadapi MU ada dalam diri Sanchez. Penyerang asal Chile itu telah mencetak satu gol dan dua assist dalam lima laga sejak diboyong dari Arsenal pada bulan lalu.

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Montella ditanya tentang bagaimana lini belakang timnya akan menghentikan Sanchez. Apa jawabannya?

“Saya ingat betul dari penampilannya selama bermain di Italia. Dia telah banyak meningkat dalam kariernya dan saya pikir dia bisa jadi pemain yang sangat bagus dalam transisi. Saya pikir mereka punya kecepatan yang sangat bagus ketika menyerang,” ujar Montella di BBC.

“Well, mungkin kami bisa menguncinya dengan gembok atau mengikatnya dengan tali,” canda Montella.

Dalam pertandingan ini, Montella juga punya kesempatan untuk beradu taktik dengan manajer MU, Jose Mourinho. Dari sisi pengalaman, Montella memang kalah jauh. Montella baru menjalani satu pertandingan Liga Champions sebagai pelatih, sementara Mourinho telah melewati 139 pertandingan dan dua kali mengantarkan timnya jadi juara.

“Saya sangat antusias menghadapi Mourinho. Dia adalah pionir dalam hal taktik sepakbola dan saya banyak mempelajarinya ketika saya memulai karier sebagai pelatih,”

Mematikan Lionel Messi Bukan Hal yang Mustahil’

‘Mematikan Lionel Messi Bukan Hal yang Mustahil’

Chelsea akan berhadapan dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Mematikan Lionel Messi bukan hal yang mustahil untuk The Blues.

Stamford Bridge akan menggelar laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2/2018) dinihari WIB. Messi akan menjadi lawan barisan belakang The Blues.

Penampilan Messi musim ini masih seperti sebelum-sebelumnya dengan torehan banyak gol. Dia sudah mencetak 27 gol dalam 37 pertandingan di semua ajang.

Eks pemain Barca yang kini berseragam Chelsea, Pedro, mengakui kualitas Messi. Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa tak mustahil pemain asal Argentina bisa dihalau.

“Messi me merupakan pemain terbaik di dunia, tapi bukan dia tak bisa dimatikan,” kata Pedro di Soccerway.

Baca juga: Rakitic: Chelsea vs Barca Akan Jadi Laga Berat, tapi Menyenangkan

“Jelas, ini Barcelona, ini Leo Messi. Sangat sulit untuk menghentikan pemain ini karena dia sangat cepat, sangat pintar. Tapi lihatlah, itu bukan tidak mungkin,” dia menambahkan.

Messi mempunyai rekor yang buruk saat berhadapan dengan Chelsea. Dia gagal membobol gawang tim London barat itu dalam delapan kali pertemuan.

MVP All-Star 2018, Bukti LeBron Belum Habis

MVP All-Star 2018, Bukti LeBron Belum Habis

LeBron James tampil gemilang di laga All-Star 2018 dan didapuk sebagai MVP. Ini jadi bukti bahwa LeBron memang belum habis.

Pada laga yang berakhir 148-145 di Staples Center, Senin (19/2/2018) pagi WIB, untuk kemenangan timnya, LeBron begitu menonjol. Ia melayani para bintang dengan assist-assist memikat kepada Kyrie Irving, Russell Westbrook hingga Anthony Davis.

Tak cuma bikin delapan assist, LeBron juga berhasil membuat 29 poin dan 10 rebound di laga itu. Hanya LeBron yang mencetak lebih dari 20 poin di timnya.

LeBron seperti ingin menegaskan bahwa dirinya belum habis meski sudah berumur 33 tahun. Apalagi musim ini dia banyak dikritik menyusul performa angin-anginan Cleveland Cavaliers.

“Dengar, saya sangat menghormati para pemain yang lebih muda, saya mencintai mereka. Anak-anak saya mencintai mereka dan selalu memainkan pemain-pemain ini dalam video game,” jelasnya kepada CBS.

“Saya hanya ingin membuktikan bahwa belum habis dan masih bisa melakukan hal-hal seperti ini. Saya ingin terus memperlihatkan kualitas diri, karena tiap malam saya masuk ke lapangan untuk memimpin para pemain Cavs dan membuktikan diri masih bisa tampil di level tertinggi,” tambah dia.

Pelatih Tim LeBron yang merupakan Pelatih Toronto Raptors, Dwane Casey, juga memuji LeBron.

Ia adalah pemain yang menyenangkan untuk dilatih. Pemain ini selalu mengulangi sesuatu yang benar. Pemain ini selalu ada di tengah kerumunan, tampil baik secara bertahan, dan mampu menyatukan ketika para pemain lainnya sudah ingin berhenti.

Zidane: Pertandingan yang Gila

Zidane: Pertandingan yang Gila

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane enggan memikirkan banyaknya gol Real Betis yang bersarang di gawang timnya. Hal terpentingnya Madrid memenangi laga.

Bertandang ke Estadio Benito Villamarin, Senin (19/2/2018) dinihari WIB, Madrid bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Betis 5-3. Setelah unggul lewat Marco Asensio, Betis meninggalkan Madrid usai mencetak dua gol dari Aissa Mandi dan gol bunuh diri Nacho.

Selepas jeda, Madrid mampu berbalik unggul usai mencetak tiga gol lewat Sergio Ramos, Asensio, dan Cristiano Ronaldo. Betis menipiskan skor di lima menit terakhir melalui Sergio Leon, sebelum hujan gol ini diakhiri Karim Benzema yang masuk sebagai pemain pengganti.

Ini merupakan kemenangan kedua beruntun Madrid di La Liga, atau yang keempat usai ditekuk Villarreal. Madrid kini duduk di peringkat keempat klasemen dengan 45 poin hasil 23 pertandingan, menjauhi kejaran Sevilla di posisi kelima usai baru mengumpulkan 39 poin.

“Itu adalah sebuah pertandingan yang menghibur dari awal sampai akhir, sebuah pertandingan yang gila tapi semua orang menyukai pertandingan seperti itu,” kata Zidane selepas pertandingan, yang dikutip dari Reuters.

“Kami melawan tim yang sedang bermain fantastis saat ini dan kami gembira dengan hasil akhirnya,” sambung dia.

“Saya tidak ingin terlalu memikirkan tentang tiga gol yang bersarang di gawang kami, melainkan tentang lima gol yang berhasil kami ciptakan.”

Marquez Puas dengan Tes di Buriram, Beri Nilai 8,5

Marquez Puas dengan Tes di Buriram, Beri Nilai 8,5

Pebalap Honda Repsol Marc Marquez tampil impresif di tes MotoGP Thailand. Marquez pun mengaku puas dengan hasilnya.

Bertempat di Sirkuit Buriram, Marquez tidak pernah keluar dari empat besar sepanjang ujicoba yang dilangsungkan selama tiga hari. Dia sempat menembus batasan waktu 1 menit 29 detik di hari kedua sebelum menyudahi tes di urutan keempat di hari terakhir.

“Aku sangat gembira pada hari ini. Kami mendapatkan kemajuan kecil lain. Kalau kita melihat klasemennya, aku memang lebih lambat daripada hari kemarin, tapi memang aku tidak fokus untuk itu pada hari ini,” ungkap Marquez, yang dilansir GPOne.

“Laju di trek yang panjang berjalan dengan sangat baik dan dengan ban yang kami punya, ban yang sepertinya akan dipakai untuk balapan. Terus terang, Anda memang selalu ingin hasil yang lebih, tapi aku memberi diriku nilai 8,5 di tes ini karena kami sudah bekerja dengan baik.”

Hasil oke Marquez seiring dengan Honda secara keseluruhan. Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow unjuk kecepatan sedangkan para rival seperti Yamaha dan Ducati cukup kesulitan.

“Dani pertama (hari terakhir), aku berada di antara yang terbaik dan begitu pula dengan Crutchlow. Lalu ada (Johann) Zarco dan sedikit aneh karena motor Yamaha dia bisa berada di jajaran depan. Lalu pebalap-pebalap Ducati dan kupikir (Andrea) Dovizioso tidak memperlihatkan potensi terbaiknya,” sambung Marquez.

Jorge Lorenzo menyudahi sesi di posisi ke-22 setelah menggunakan motor 2017. “Aneh. Padahal dia cepat di Malaysia dan di sini dia kesulitan. Tapi di Qatar dia akan tangguh lagi,” Marquez memprediksi.

Tes pramusim MotoGP akan berlanjut di Qatar di awal bulan depan sekaligus menjadi tes terakhir sebelum balapan pertama 2018 digelar di Losail.

GBK Hari Ini Hitung Angka Kerusakan

GBK Hari Ini Hitung Angka Kerusakan

Stadion Utama Gelora Bung Karno mengalami sejumlah kerusakan usai final Piala Presiden 2018. Pengelola hari ini akan melakukan proses penghitungan kerusakan.

GBK menjadi tempat berlangsungnya final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta melawan Bali United, Sabtu (17/2/2018) malam WIB tadi. Laga itu dimenangi Persija, yang didukung puluhan ribu suporternya, dengan skor telak 3-0.

Sayangnya laga ini menyisakan hal negatif. Terjadi sejumlah kerusakan di beberapa area GBK. Mulai dari jebolnya pintu masuk, pagar pembatas lapangan yang roboh, dan tanaman-tanaman yang rusak di bagian luar stadion.

Kejadian ini patut amat disayangkan, mengingat GBK baru saja menyelesaikan renovasi dan diresmikan kembali oleh Presiden RI Joko Widodo bulan Januari lalu. Renovasinya sendiri menelan biaya hingga Rp 770 miliar dan dilakukan selama 16 bulan.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Winarto mengakui ada sejumlah kerusakan. Pihaknya hari ini akan menghitung nilai kerusakannya dan diharapkan diketahui secara keseluruhan, Senin (19/2) besok.

“Di dalam industri, semuanya bisa hitung. Jadi kita tidak boleh menyerah untuk memajukan industri olahraga hanya karena ada kerusakan-kerusakan,” ungkap Winarto kepada sejumlah wartawan, Sabtu (17/2) malam.

“Karena itu semua bisa dihitung. Dan sesuai prosedur kita, malam ini semua diinventarisir, dihitung apa saja yang rusak, diberitaacarakan, difoto. Semua akan diinventarisir.”

“Dalam waktu dekat, besok hari Minggu mungkin orang-orang beristirahat, tapi kita tetap menghitung kerusakan. Mungkin hari Senin semua sudah selesai hitungannya dan di situ kita tahu angkanya, berapa kerusakan itu,” tambahnya.

Sebelumnya panitia Piala Presiden sudah menegaskan akan bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan yang terjadi di GBK. Winarto juga memastikan sudah ada kesepakatan di awal untuk menangani kejadian-kejadian seperti ini.

Lorenzo Belum Nyaman dengan Motor Baru Ducati

Lorenzo Belum Nyaman dengan Motor Baru Ducati

Jorge Lorenzo belum juga kompetitif dalam tes MotoGP Thailand. Lorenzo mengaku belum nyaman berada di atas motor baru Ducati.

Lorenzo menempati posisi kesepuluh pada hari kedua tes di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (17/2/2018). Catatan waktunya lebih lambat 0,760 detik di belakang Marc Marquez yang mencatat waktu tercepat.

Pada hari sebelumnya, Lorenzo juga cuma berada di posisi kesepuluh. Catatan waktunya di hari pertama berselisih 0,449 detik dari milik Cal Crutchlow yang berada di posisi pertama.

“Kami punya beberapa masalah di motor pertama pada pagi ini (Sabtu pagi), yaitu beberapa celah kecil di sasis,” ujar Lorenzo di Autosport.

“Kami harus menyingkirkan motor ini dan ketika saya keluar dengan motor kedua, ada sesuatu yang rusak. Lalu motornya jadi sangat lambat, saya lebih lambat sedetik dibandingkan pagi hari,” tambah pebalap Spanyol itu.

Lorenzo sebelumnya memuji Desmosedici GP18 setinggi langit setelah menjadi pebalap tercepat dalam tes MotoGP di Sepang pada bulan lalu. Dalam tes di Sepang, dia mengukir rekor baru di sirkuit tersebut.

Namun, suasana hati Lorenzo sangat berbeda dalam tes di Buriram. Dia mengaku belum nyaman.

“Saya belum merasa nyaman, bahkan dengan sebuah motor bagus saya masih tertinggal jauh dari pebalap tercepat. Tapi, di siang hari dengan motor lain, kondisinya malah lebih buruk,” ujarnya.

“Kami harus memahami motor baru karena motor ini punya beberapa poin yang sangat positif, tapi juga ada beberapa poin negatifnya,”

Ungkap Sisi Emosional, Buffon: Saya Sering Menangis

Ungkap Sisi Emosional, Buffon: Saya Sering Menangis

Kiper dan kapten Juventus Gianluigi Buffon ternyata sosok yang sangat emosional. Buffon bahkan mengaku sangat sering menangis sepanjang hidupnya.

Terakhir kali Buffon menangis dalam wawancara setelah timnas Italia tak gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, setelah diimbangi Swedia 0-0 di playoff kedua. Rekaman video itu pun menjadi viral di media sosial.

Bisa dipahami kesedihan kiper berusia 40 tahun ini. Pasalnya, Piala Dunia 2018 adalah turnamen internasional terakhir Buffon yang merencanakan pensiun di musim panas nanti.

Namun, pada dokumenter Juventus yang ditayangkan oleh Netflix, First Team: Juventus, Buffon membuat pengakuan sisi dirinya yang sentimental.

“Saya sangat sering menangis. Saya menangis saat sedang sendiri. Itu akan membebaskan Anda dan membuat Anda merasa menjadi manusia,” jelas sosok berusia 40 tahun itu.

“Saya tak pernah menangis karena sepakbola. Saya mungkin bisa tersentuh, tapi itu (tangisan) bukan tentang kekalahan. Hal ini biasanya terjadi pada hal-hal yang lebih kompleks dan romantis,” tutur dia.

 

Yamaha Yakin Rossi Akan Teken Kontrak Baru

Yamaha Yakin Rossi Akan Teken Kontrak Baru

Bos Yamaha Lin Jarvis yakin betul Valentino Rossi akan memperbarui kontraknya. Tapi Yamaha tak bisa memastikan berapa lama durasi kontrak yang akan disepakati.

Seperti sebagian besar pebalap lainnya, kontrak Rossi bersama Yamaha akan habis pada akhir 2018. Mengingat usianya yang sudah mencapai 39 tahun, pebalap Italia itu terus dihubungkan dengan masa pensiun.

Sebelumnya, Rossi mengungkapkan bahwa dirinya akan membuat keputusan pada pertengahan musim baru. Jarvis tidak ragu bahwa pebalapnya itu masih akan melanjutkan kariernya di tahun depan.

“Saya bisa memastikan kepada Anda (media) bahwa belum ada apa-apa saat ini tapi saya membayangkan tidak akan lama sampai situasi Valentino jelas dan saya sepenuhnya meyakini dia akan bersama kami lagi di lintasan pada tahun depan,” kata Jarvis di Autosport.

“(Pekan ini) kami sebenarnya berada di Manila, Filipina, untuk menjalani event promosi dan Valentino menjelaskan kepada media di sana bahwa saat ini dia benar-benar memiliki niat dan hasrat untuk meneruskan kariernya.”

“Memang belum jelas apakah dia akan memperpanjang kontraknya setahun atau mungkin dua tahun. Kami selalu berhubungan, kami berbicara setiap hari dan kami memutuskan bahwa kami ingin melihat dia menjalani tes sebelum membuat keputusan, atau mungkin beberapa balapan.”

“Sulit mengatakan (kapan dia tekan kontrak), saya pikir tiga tes ini benar-benar penting dan kami sudah menyelesaikan satu tesnya dan Valentino langsung merasa nyaman. Kami tidak menentukan sebuah batas waktu untuk saat ini,” terang Jarvis.

Saat ini Rossi sedang melakoni tes pramusim di Buriram, Thailand yang berlangsung 16-18 Februari.