Sakit Perut dan Demam, Neymar Diragukan Tampil di Le Classique

Sakit Perut dan Demam, Neymar Diragukan Tampil di Le Classique

Neymar sedang dalam kondisi yang tidak fit. Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery, menyebut si pemain sedang sakit perut dan demam.

Sejak berseragam PSG pada awal musim ini, Neymar sudah bermain sebanyak 29 kali di ajang kompetitif. Mantan pemain Barcelona itu tercatat baru sekali tidak bermain penuh, yang dikarenakan mendapat kartu merah pada menit ke-87 di markas Marseille.

PSG akan kembali bertemu Marseille pada laga Le Classique di Parc des Princes, Senin (26/2/2018) dinihari WIB, dalam putaran kedua Ligue 1. Pada kesempatan ini, Neymar belum bisa dipastikan tampil.

Ketidakpastian Neymar bermain bukan karena cedera. Emery menyatakan bahwa penyerang asal Brasil itu sedang tidak sehat.

“Saya bukan dokter, dokter klub hanya mengatakan kepada saya bahwa Neymar sakit,” kata Emery seperti dikutip dari Marca.

“Neymar sakit, saya harap dia cukup sehat untuk berlatih pada hari Sabtu dan kemudian bermain pada hari Minggu. Itu bukan masalah cedera, itu cuma sakit perut dan demam, mirip dengan yang dialami Lass Diarra kemarin,” mantan pelatih Valencia itu menegaskan.

PSG kini memuncaki klasemen Liga Prancis dengan perolehan 68 poin dari 26 pertandingan, unggul 12 poin atas AS Monaco yang berada di posisi kedua. Marseille duduk di peringkat ketiga dengan 55 poin.

Oezil Dinilai Jadi Pemain Kunci Arsenal Usai Sanchez Pergi

Oezil Dinilai Jadi Pemain Kunci Arsenal Usai Sanchez Pergi

Kepergian Alexis Sanchez dari Arsenal diyakini akan berpengaruh positif bagi Mesut Oezil. Oezil disebut akan menggantikan Sanchez sebagai kunci The Gunners.

Sanchez meninggalkan Arsenal di bursa transfer Januari lalu dan bergabung dengan Manchester United. Sementara itu, Oezil yang sebelumnya juga dispekulasikan akan hengkang memilih untuk memperpanjang kontraknya dengan Arsenal.

Tony Cottee, mantan pesepakbola yang pernah bermain di West Ham United dan Everton, menganggap Oezil sebagai bintang utama Arsenal sepeninggal Sanchez.

“Saya pikir begitu. Mungkin Oezil butuh Sanchez untuk hengkang. Tak ada keraguan bahwa sebelumnya Sanchez adalah figur utama di Arsenal. Sekarang dia pergi, dan Oezil akan mengisi tempat yang ditinggalkan,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Dia telah diberi kontrak baru yang menjadi pemicu semangat untuknya. Awalnya saya kira dia akan pergi pada akhir musim,” tutur Cottee.

Namun, Cottee juga menyebut Oezil merupakan sasaran empuk para pengkritik tiap kali Arsenal bermain di bawah standar.

“Oezil adalah pemain yang sangat luar biasa dan saya pikir dia adalah sasaran empuk kalau segala sesuatunya tak berjalan baik. Jika Arsenal kalah, banyak yang akan berpikir ‘Oezil tak bekerja cukup keras’. Saya pikir kita melupakan semua assist dan gol yang dia buat,” ujar Cottee.

“Oezil adalah pemain top. Tapi, pada sepakbola modern, Anda tak bisa hanya berlari-lari kecil dan sama sekali tak membantu pertahanan,” katanya.

Sejak bergabung dengan Arsenal pada 2013, Oezil telah tampil pada 185 pertandingan bersama klubnya itu dan menyumbangkan 37 gol dan 64 assist di semua kompetisi.

Mercedes Perkenalkan W09

Mercedes Perkenalkan W09

Mercedes secara resmi memperkenalkan mobil baru mereka, W09, yang akan menjadi senjata untuk mempertahankan dominasi tim tersebut di Formula 1.

Mercedes meluncurkan W09 di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Kamis (22/2/2018). Dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, serta bos tim Toto Wolff hadir dalam acara peluncuran ini.

Mercedes punya kesempatan untuk menyamai rekor Ferrari pada tahun ini, yakni meraih lima gelar juara dunia pebalap dan konstruktor secara berturut-turut. Ferrari melakukan hal tersebut bersama Michael Schumacher pada 2000-2004.

Mercedes sendiri mulai berjaya di era mesin V6 dan memenangi gelar juara dunia pada 2014 hingga 2017, yakni lewat Hamilton (2014, 2015, 2017) serta Nico Rosberg (2016).

Hamilton dan Bottas telah menjajal W09 selama beberapa lap di Silverstone sebelum acara peluncuran dilakukan. Mereka akan kembali menguji mobil tersebut dalam tes pramusim di Barcelona pada 26 Februari-1 Maret.

“Ini adalah bagian paling menarik dari tahun ini hingga saat ini, melihat mobil secara utuh,” ujar Hamilton di Sky Sports.

“Saya telah melihat pengembangan mobil selama delapan bulan terakhir dan bisa melihat semua bagian menjadi satu, ini adalah sebuah karya seni,” tuturnya.

Mobil Mercedes tahun lalu, W08, memenangi 12 dari 20 balapan. Lima seri lainnya jadi milik Ferrari, sementara tiga dimenangi Red Bull.

“Saya berharap kami telah menutupi banyak kekurangannya. Ada karakteristik aerodinamika yang berbeda tahun ini. Sebelumnya ada sirkuit-sirkuit tertentu di mana kami tak terlalu tangguh, jadi mudah-mudahan kami telah menemukan kompromi yang pas untuk semua sirkuit,” ujar Hamilton.

“Tapi, semuanya baru. Semua suspensi dan segalanya telah dikerjakan ulang, ini benar-benar baru,

‘Karena De Gea, MU Tidak Kalah’

‘Karena De Gea, MU Tidak Kalah’

David de Gea membuat banyak penyelamatan saat Manchester United menghadapi Sevilla. MU harus berterima kasih ke sang kiper.

Sevilla tampil dominan di hadapan MU dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (22/2/2018) dinihari WIB. Tim asal Spanyol itu unggul penguasaan bola sebesar 54 persen.

Tim besutan Vincenzo Montella juga berhasil melepaskan delapan tembakan yang mengarah ke gawang, namun semuanya mampu dimentahkan De Gea. Sementara itu, MU cuma menghasilkan satu tembakan ke gawang.

Winger Sevilla, Joaquin Correa, menegaskan bahwa MU harus berterima kasih kepada De Gea. Penyelamatan-penyelamatan yang dibuat kiper asal Spanyol itulah yang membuat Setan Merah terhindar dari kekalahan.

“(De Gea) telah menunjukkan bahwa dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia. Hanya karena dia, MU tidak kalah,” kata Correa seperti dikutip dari Marca.

Kami menciptakan banyak peluang, namun pemain MU menyulitkan karena mereka membuat serangan balik. Kami harus berjuang karena itu menyulitkan.

Liverpool Diyakini Akan Kalahkan MU untuk Finis Runner-Up

Liverpool Diyakini Akan Kalahkan MU untuk Finis Runner-Up

Liverpool dinilai akan mengalahkan Manchester United dalam perebutan runner-up. Banyaknya kompetisi yang dimainkan MU akan menguntungkan Liverpool.

Mengingat Manchester City hampir mustahil bisa disalip, persaingan tinggal menyisakan MU, Liverpool bersama Chelsea dan Tottenham Hotspur untuk berebut posisi empat besar. Keempat tim hanya berjarak empat poin di antara mereka, sedangkan jarak MU dan Liverpool hanya terpaut dua poin.

Selain Premier League, Setan Merah masih bertahan di Piala FA dan Liga Champions. Khusus kompetisi domestik itu, besar peluang MU untuk maju hingga fase akhir, sementara Liverpool tinggal berkompetisi di liga dan Liga Champions saja.

“City sudah pasti akan menjadi juara Premier League. Untuk runner-up, saya akan memilih Liverpool,” ujar pemain legendaris Liverpool, Steve Nicol, yang dilansir Daily Express.

“Saya pikir MU akan terus melaju di Piala FA hingga laga final nanti. Dengan fakta mereka berada di Liga Champions, saya pikir pun mereka akan melaju.”

“Keadaan tersebut secara tak langsung menjadi masalah bagi MU (di Premier League). Karena itu saya pikir Liverpool berakhir sebagai runner-up Premier League,” tutur mantan bek tengah tersebut.

Liverpool dan MU masih akan bertemu di Old Trafford, 10 Maret. Di pertemuan pertama musim ini, kedua tim berimbang tanpa gol di Anfield.

Messi Akhirnya Berhasil Bobol Gawang Chelsea

Messi Akhirnya Berhasil Bobol Gawang Chelsea

Lionel Messi menghindarkan Barcelona dari kekalahan di kandang Chelsea. Superstar Argentina itu pun turut membuktikan bahwa Chelsea bukan lagi momok bagi dia.

Barca bermain imbang 1-1 dengan Chelsea di Stamford Bridge dalam laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2/2018) dinihari WIB. Setelah ‘kacamata’ di paruh pertama, Los Cules tertinggal lebih dahulu usai Willian menjebol gawang Marc-Andre ter Stegen di menit 62.

Namun, keunggulan Chelsea hanya berumur sesaat. Barca sukses menyamakan skor hanya 13 menit kemudian lewat sepakan Messi setelah meneruskan umpan Andres Iniesta, yang diawali dengan kesalahan lini belakang Chelsea.

Gol itu tak sekadar memberi keuntungan bagi Barca untuk melakoni leg kedua di Camp Nou, bulan depan. Messi akhirnya bisa mencetak gol ke gawang Chelsea setelah gagal melakukannya di delapan pertemuan sebelumnya.

Pertemuan pertama Messi dengan Chelsea terjadi pada Liga Champions 2005/06 dan si pemain butuh 30 tembakan ke arah gawang sebelum akhirnya bisa mencetak gol.

Canda Montella soal Cara Menghentikan Sanchez: Mungkin Kami Akan Mengikatnya

Canda Montella soal Cara Menghentikan Sanchez: Mungkin Kami Akan Mengikatnya

 

Pelatih Sevilla, Vincenzo Montella, bercanda saat ditanya soal cara timnya menghentikan Alexis Sanchez. Menurut Montella, Sevilla akan menggembok Sanchez atau mengikatnya.

Sevilla akan menjamu Manchester United di Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (22/2/2018) dinihari WIB, pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Mempertimbangkan materi pemain dan sejarah kedua tim, Sevilla akan berstatus underdog dalam duel ini.

Salah satu ancaman utama yang akan dihadapi Sevilla saat menghadapi MU ada dalam diri Sanchez. Penyerang asal Chile itu telah mencetak satu gol dan dua assist dalam lima laga sejak diboyong dari Arsenal pada bulan lalu.

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Montella ditanya tentang bagaimana lini belakang timnya akan menghentikan Sanchez. Apa jawabannya?

“Saya ingat betul dari penampilannya selama bermain di Italia. Dia telah banyak meningkat dalam kariernya dan saya pikir dia bisa jadi pemain yang sangat bagus dalam transisi. Saya pikir mereka punya kecepatan yang sangat bagus ketika menyerang,” ujar Montella di BBC.

“Well, mungkin kami bisa menguncinya dengan gembok atau mengikatnya dengan tali,” canda Montella.

Dalam pertandingan ini, Montella juga punya kesempatan untuk beradu taktik dengan manajer MU, Jose Mourinho. Dari sisi pengalaman, Montella memang kalah jauh. Montella baru menjalani satu pertandingan Liga Champions sebagai pelatih, sementara Mourinho telah melewati 139 pertandingan dan dua kali mengantarkan timnya jadi juara.

“Saya sangat antusias menghadapi Mourinho. Dia adalah pionir dalam hal taktik sepakbola dan saya banyak mempelajarinya ketika saya memulai karier sebagai pelatih,”

Mematikan Lionel Messi Bukan Hal yang Mustahil’

‘Mematikan Lionel Messi Bukan Hal yang Mustahil’

Chelsea akan berhadapan dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Mematikan Lionel Messi bukan hal yang mustahil untuk The Blues.

Stamford Bridge akan menggelar laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2/2018) dinihari WIB. Messi akan menjadi lawan barisan belakang The Blues.

Penampilan Messi musim ini masih seperti sebelum-sebelumnya dengan torehan banyak gol. Dia sudah mencetak 27 gol dalam 37 pertandingan di semua ajang.

Eks pemain Barca yang kini berseragam Chelsea, Pedro, mengakui kualitas Messi. Meski demikian, dia mengungkapkan bahwa tak mustahil pemain asal Argentina bisa dihalau.

“Messi me merupakan pemain terbaik di dunia, tapi bukan dia tak bisa dimatikan,” kata Pedro di Soccerway.

Baca juga: Rakitic: Chelsea vs Barca Akan Jadi Laga Berat, tapi Menyenangkan

“Jelas, ini Barcelona, ini Leo Messi. Sangat sulit untuk menghentikan pemain ini karena dia sangat cepat, sangat pintar. Tapi lihatlah, itu bukan tidak mungkin,” dia menambahkan.

Messi mempunyai rekor yang buruk saat berhadapan dengan Chelsea. Dia gagal membobol gawang tim London barat itu dalam delapan kali pertemuan.

MVP All-Star 2018, Bukti LeBron Belum Habis

MVP All-Star 2018, Bukti LeBron Belum Habis

LeBron James tampil gemilang di laga All-Star 2018 dan didapuk sebagai MVP. Ini jadi bukti bahwa LeBron memang belum habis.

Pada laga yang berakhir 148-145 di Staples Center, Senin (19/2/2018) pagi WIB, untuk kemenangan timnya, LeBron begitu menonjol. Ia melayani para bintang dengan assist-assist memikat kepada Kyrie Irving, Russell Westbrook hingga Anthony Davis.

Tak cuma bikin delapan assist, LeBron juga berhasil membuat 29 poin dan 10 rebound di laga itu. Hanya LeBron yang mencetak lebih dari 20 poin di timnya.

LeBron seperti ingin menegaskan bahwa dirinya belum habis meski sudah berumur 33 tahun. Apalagi musim ini dia banyak dikritik menyusul performa angin-anginan Cleveland Cavaliers.

“Dengar, saya sangat menghormati para pemain yang lebih muda, saya mencintai mereka. Anak-anak saya mencintai mereka dan selalu memainkan pemain-pemain ini dalam video game,” jelasnya kepada CBS.

“Saya hanya ingin membuktikan bahwa belum habis dan masih bisa melakukan hal-hal seperti ini. Saya ingin terus memperlihatkan kualitas diri, karena tiap malam saya masuk ke lapangan untuk memimpin para pemain Cavs dan membuktikan diri masih bisa tampil di level tertinggi,” tambah dia.

Pelatih Tim LeBron yang merupakan Pelatih Toronto Raptors, Dwane Casey, juga memuji LeBron.

Ia adalah pemain yang menyenangkan untuk dilatih. Pemain ini selalu mengulangi sesuatu yang benar. Pemain ini selalu ada di tengah kerumunan, tampil baik secara bertahan, dan mampu menyatukan ketika para pemain lainnya sudah ingin berhenti.

Zidane: Pertandingan yang Gila

Zidane: Pertandingan yang Gila

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane enggan memikirkan banyaknya gol Real Betis yang bersarang di gawang timnya. Hal terpentingnya Madrid memenangi laga.

Bertandang ke Estadio Benito Villamarin, Senin (19/2/2018) dinihari WIB, Madrid bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Betis 5-3. Setelah unggul lewat Marco Asensio, Betis meninggalkan Madrid usai mencetak dua gol dari Aissa Mandi dan gol bunuh diri Nacho.

Selepas jeda, Madrid mampu berbalik unggul usai mencetak tiga gol lewat Sergio Ramos, Asensio, dan Cristiano Ronaldo. Betis menipiskan skor di lima menit terakhir melalui Sergio Leon, sebelum hujan gol ini diakhiri Karim Benzema yang masuk sebagai pemain pengganti.

Ini merupakan kemenangan kedua beruntun Madrid di La Liga, atau yang keempat usai ditekuk Villarreal. Madrid kini duduk di peringkat keempat klasemen dengan 45 poin hasil 23 pertandingan, menjauhi kejaran Sevilla di posisi kelima usai baru mengumpulkan 39 poin.

“Itu adalah sebuah pertandingan yang menghibur dari awal sampai akhir, sebuah pertandingan yang gila tapi semua orang menyukai pertandingan seperti itu,” kata Zidane selepas pertandingan, yang dikutip dari Reuters.

“Kami melawan tim yang sedang bermain fantastis saat ini dan kami gembira dengan hasil akhirnya,” sambung dia.

“Saya tidak ingin terlalu memikirkan tentang tiga gol yang bersarang di gawang kami, melainkan tentang lima gol yang berhasil kami ciptakan.”