Stoner Tuntut Lorenzo Tampil Lebih Oke Bersama Ducati

Stoner Tuntut Lorenzo Tampil Lebih Oke Bersama Ducati

Musim pertama Jorge Lorenzo bersama Ducati berjalan kurang mulus. Pada musim keduanya, pebalap asal Spanyol itu dituntut berprestasi lebih.

Setelah sembilan tahun memperkuat Yamaha, Lorenzo pindah ke Ducati mulai musim lalu. Dia kesulitan beradaptasi, hingga cuma tiga kali naik podium. Pencapaian terbaiknya saat finis kedua di GP Sepang.

Lorenzo pun harus puas finis di posisi ketujuh klasemen akhir pebalap. Dia mengumpulkan sebanyak 137 poin.

Dengan target tinggi Ducati di musim balap 2018, Lorenzo dituntut tampil lebih baik lagi. Hal itu seperti diungkapkan oleh eks rider Ducati, Casey Stoner.

Saya tak akan berbohong: saya menuntut lebih dari Jorge. Saya bisa mengerti bahwa sembilan tahun bersama sebuah pabrikan (Yamaha) itu merupakan waktu yang sangat lama, dan itu sulit saat Anda berganti menggunakan motor yang sangat berbeda dan Anda mencoba untuk mendapatkan rasa percaya diri,” kata Stoner di Autosport.

“Saya juga berpikir bahwa Jorge kesulitan untuk membiasakan diri dengan ban Michelin sesegera mungkin mereka melakukan sedikit perubahan.”

“Kami melihat terus lebih kuat seiring dengan musim berjalan, tapi saya berasumsi bahwa tahun ini dia bisa lebih sering bersaing untuk posisi podium dan meraih kemenangan

Grid Girls Ditiadakan di F1, Bagaimana di MotoGP?

Grid Girls Ditiadakan di F1, Bagaimana di MotoGP?

Formula 1 resmi meniadakan keberadaan grid girls atau gadis-gadis pendamping para pebalap sejak musim ini. Bagaimana di MotoGP?

Keberadaan grid girls di F1 resmi dihapuskan. Mereka, menurut Direktur Komersil F1 Sean Bratches, dianggap tidak memberikan dampak signifikan pada popularitas balap mobil itu sendiri.

Dengan ditiadakannya keberadaan grid girls di F1, wacana serupa diberlakukan di MotoGP juga mencuat. Beragam reaksi bermunculan.

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menilai MotoGP tidak akan melarang keberadaan grid girls. Ia menilai hal itu adalah sebuah bentuk diskriminasi.

“Bagi saya, mengatakan tidak mungkin wanita memegang nomor di awal race tampaknya merupakan bentuk diskriminasi pada mereka. Sponsor yang memutuskan apakah ingin pria atau wanita, tapi mengatakan tidak akan ada wanita tampaknya salah menurut saya,” Ezpeleta mengatakan seperti dilansir Motosan.es.

Hal senada juga dilontarkan juara dunia musim lalu, Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda itu menilai tidak ada yang salah dari keberadaan grid girls selama tidak melanggar norma-norma tertentu.

“Ini bukanlah hal yang kami bisa putuskan sebagai pebalap, meski kami bisa memberikan opini. Menurut saya, itu cuma sebuah pekerjaan sama seperti yang lain dan banyak pria dan wanita mendedikasikan pada hal itu,” Marquez mengatakan di sela-sela acara Gala Champions RFME sebagaimana dilansir AS.

“Itu sesuatu yang terhormat dan banyak dari mereka memilikinya sebagai profesi. Ya, saya selalu mendukung aturan pakaian dalam segala situasi, itu selalu bagus, tapi saya tidak akan melarangnya,” ia menambahkan.

Sementara itu, Amy Dargan, jurnalis MotoGP yang awalnya meniti karier sebagai grid girls, mengecam tindakan penghapusan grid girls. Ia menilai grid girls layak dipertahankan sebab menjadi mata pencaharian berharga buat sebagian wanita.

“Saya mengamati soal perdebatan grid girls ini. Seperti yang Anda tahu, saya dulu adalah gadis grid dan juga bekerja untuk banyak tim dan merek di berbagai olahraga bermotor, termasuk MotoGP. Saya melakukannya sambil mempelajari jurnalisme penyiaran di universitas,” Dargan mencuit di Twitter seperti dikutip dari GP One.

“Bekerja untuk salah satu merek membuat saya mendapat kesempatan pertama kali menjadi reporter, juga bagaimana saya bertemu dengan pasangan saya selama lima tahun sampai sekarang dan banyak teman dekat. Bagi saya, itu bagian hidup saya yang benar-benar membentuk saya sekarang dengan cara yang positif dan itu adalah sesuatu yang pastinya saya tidak sesali,” ia menegaskan.

Kalau kamu, setuju atau tidak keberadaan grid girls di MotoGP dipertahankan?

Perjuangan Barca Masih Jauh dari Kata Usai

Perjuangan Barca Masih Jauh dari Kata Usai

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menyebut kemenangan tipis atas Valencia sebagai hasil bagus. Namun, Valverde menyadari bahwa peluang kedua tim untuk lolos ke final Copa del Rey masih sama-sama terbuka.

Barca menundukkan Valencia 1-0 pada pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey di Camp Nou, Jumat (2/2/2018) dinihari WIB. Satu-satunya gol Blaugrana diciptakan oleh Luis Suarez pada babak ked

Barca kesulitan untuk mencetak lebih banyak gol karena Valencia memilih untuk bermain defensif. Peluang-peluang yang didapatkan Barca pun sebagian besar berasal dari tembakan jarak jauh atau tendangan bebas.

Namun, Valverde bersyukur karena Barca akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Suarez menuntaskan umpan silang Lionel Messi menjadi gol.

“Bukan cuma menyerang dengan baik, kami harus memastikan mereka tak mencetak gol. Kami tahu bisa mencetak gol dari umpan silang-umpan silang kami. Dan begitulah gol datang,” ujar Valverde yang dikutip Marca.

“Ini bukanlah sebuah keunggulan besar, perjalanan masih panjang. Kami punya keunggulan karena hasil ini akan meloloskan kami, tapi Espanyol datang ke sini setelah menang 1-0 (di leg pertama) dan mereka tidak lolos,” tambahnya.

“Hasilnya bagus karena kami menang dan lawan tak mencetak gol,” kata Valverde.

Leg kedua semifinal Copa del Rey akan dilangsungkan di Mestalla pada pekan depan. Menurut Valverde, baik timnya maupun Valencia sama-sama masih punya peluang melaju ke final.

“Kami tak akan ke sana dan berpikir ini sudah selesai. Ini masih terbuka,” katanya.

Lorenzo: Basis Desmosedici Bagus, tapi Belum Maksimal

Lorenzo: Basis Desmosedici Bagus, tapi Belum Maksimal

Hasil tes pramusim MotoGP di Sepang menunjukkan Desmosedici punya basis bagus. Jorge Lorenzo antusias karena ruang untuk berkembang masih luas.

Lorenzo tampil oke di tes pramusim di Sepang yang berakhir Selasa (30/1/2018) lalu. Pebalap asal Spanyol itu tak pernah jauh-jauh dari posisi terdepan.

Pada hari pertama, Lorenzo finis ketiga dengan jarak cuma 0,375 detik dari Dani Pedrosa di posisi pertama. Di hari kedua, Lorenzo menyelesaikan sesi di urutan empat dengan selisih waktu makin tipis, hanya 0,143 detik dari Maverick Vinales.

Sementara di hari terakhir, Lorenzo sukses jadi yang tercepat dengan catata satu menit 58,830 detik. Catatan waktu itu adalah rekor putaran baru di Sepang.

Lorenzo menilai sejauh ini Desmosedici GP18 punya kinerja yang bagus. Namun banyak aspek yang masih bisa dipoles lagi, salah satu yang dinilainya paling perlu dibenahi adalah pada mesin di RPM.

“Well, Anda selalu mencoba meningkatkan segala sesuatunya secara umum. Anda tak berhenti mencoba meningkatkan semua area. Bukan cuma mesin, bukan sasisnya, bukan elektroniknya,” ungkapnya dikutip Crash.

“Jadi selalu, semua pabrikan mesti berkembang di masing-masing jalur, tapi terkadang Anda tak bisa melakukannya. Kali ini, seperti yang saya sudah katakan, sasisnya berkembang dan mesin lebih halus di tikungan.”

“Mungkin kami masih perlu memoles RPM tinggi, tapi kita akan terus bekerja. Kami akan mencari jalan untuk berhasil. Saya masih berpikir kami punya margin cukup besar. Kami belum di potensi maksimal. Ini adalah tanda bagus karena kami finis pertama dan masih punya margin untuk berkembang,”

Aubameyang: Semoga Aku dan Mkhitaryan Langsung Tampil Oke

Aubameyang: Semoga Aku dan Mkhitaryan Langsung Tampil Oke

Pierre-Emerick Aubameyang bereuni dengan Henrikh Mkhitaryan setelah merapat ke Arsenal. Dia berharap bisa langsung ke puncak performa bersama Mkhitaryan.

The Gunners baru saja merekrut Aubameyang dari Borussia Dortmund. BBC mengabarkan bahwa nilai transfernya mencapai 56 juta pound sterling.

Sebelum Aubameyang, Arsenal sudah menggaet Mkhitaryan dari MU. Pemain asal Armenia itu ditukar dengan Alexis Sanchez.

Selama masih di Dortmund, kombinasi Aubameyang-Mkhitaryan cukup menakutkan. Sebagai contoh, sebanyak 80 gol yang dibukukan Aubameyang di perode 2013-2016, ada 10 di antaranya merupakan assist Mkhitaryan.

“Saya berharap bahwa kami akan segera ke performa puncak,” kata Aubameyang di Sky Sports.

“Saya akan melakukan yang terbaik agar bisa menyatu dengan tim,” striker 29 tahun itu menambahkan.

Mkhitaryan baru saja menjalani laga debut bersama Arsenal. Berjalan kurang mulus, Meriam London menelan kekalahan 1-3 saat dijamu oleh Swansea City,