Dua Gol di Anfield Hidupkan Asa Roma

Dua Gol di Anfield Hidupkan Asa Roma

AS Roma sempat merasa sudah tersingkir dari Liga Champions ketika mereka ketinggalan 0-5 di Anfield. Namun, dua gol di menit-menit akhir membuat asa mereka kembali hidup.

Roma kalah 2-5 dari Liverpool di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB, pada leg pertama semifinal Liga Champions. Giallorossi bahkan sempat tertinggal lima gol lebih dulu pada laga ini.

Kiper Roma, Alisson Becker, dipaksa memungut bola dari dalam gawangnya oleh Mohamed Salah (dua kali), Sadio Mane, dan Roberto Firmino (dua kali).

Roma baru bisa bangkit dalam sepuluh menit terakhir. Tim tamu menipiskan kekalahan melalui gol Edin Dzeko pada menit ke-81 dan penalti Diego Perotti pada menit ke-85.

Direktur Olahraga Roma, Monchi, menyebut gol-gol Dzeko dan Perotti telah menghidupkan kembali harapan timnya yang sempat mati.

“Ini adalah sebuah situasi sulit. Kami menuju pertandingan ini dalam performa bagus dan hasilnya tidak bagus,” ujar Monchi di situs resmi Roma.

“Tapi, sampai 10 menit terakhir kami sudah tersisih dari kompetisi. Sekarang kami masih punya harapan, dan kami harus memanfaatkan peluang kecil ini dan melakukan hal yang sama seperti saat melawan Barcelona,” katanya.

Untuk membalikkan keadaan, Roma harus mengalahkan Liverpool di Olimpico dengan skor minimal 3-0 pada leg kedua yang akan digelar pekan depan.

“Saya selalu yakin kepada tim saya. Ini akan sulit, kami pernah melakukan itu sekali sebelumnya dan mereka akan tahu bahwa mereka tak boleh meremehkan kami,” kata Monchi.

“Kami harus punya kepercayaan diri dan yakin. Fans akan mendukung kami — dan 90 menit di Olimpico bisa jadi sangat lama,” tuturnya.

Bagaimana Rasanya Diajari Membalap di Sentul?

Bagaimana Rasanya Diajari Membalap di Sentul?

ABM Racing Team jadi “guru” balap bagi para penggila otomotif akhir pekan lalu. Lalu, bagaimana kesan-kesannya setelah diajari turun di lintasan balap?

ABM memanfaatkan jeda Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018 dengan mengadakan coaching clinic di sirkuit Sentul, Sabtu (21/4/2018) lalu. Yang jadi “murid” dalam kesempatan itu adalah para penggila mobil mewah yang tergabung alam MOCI (BMW M Series Owners Club Indonesia).

Kegiatan coaching clinic dan event track day itu digelar MOCI bersama Porsche Owners Club Indonesia. Hal ini bisa terlaksana karena inisiatif bersama di mana salah satu anggota MOCI berteman baik dengan pebalap ABM.

Oleh karena itu, ABM pun memberi kesempatan bagi anggota MOCI untuk merasakan bagaimana membalap di atas lintasan sesungguhnya.

“Acara MOCI Racing Academy di sentul kemarin ini sebetul nya atas inisiatif dari hubungan pertemanan yang dijalankan oleh beberapa Member MOCI dan ABM Racer. Dengan adanya support dari pihak ABM Motorsport, para member di berikan One on One Coaching oleh para ABM Professional Racer, yang pasti nya coaching clinic ini bersifat lebih private dan lebih fokus kepada coaching clinic kami,” tutur Sekjen MOCI, Ryan E. Kurniajaya, dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (24/4/2018)

Para anggota MOCI memang terlihat antusias mendengarkan instruksi dari beberapa pebalap ABM Racing Team seperti Silas Andrianto, Jimmy Lukita, Gerhard Lukitan, Sendy S, dan Ronny Supardi yang ikut menjadi navigator.

“Kesannya ikut Coaching Clinic bersama ABM ini disambut dengan meriah dan positive oleh para brothers dari MOCI. Para Driver berkesempatan untuk one on one coaching dengan para ABM Race Driver dan bisa langsung berinteraksi secara theory dan juga driving secara langsung di Track Sentul ini,” sambungnya.

“Untuk kendala hampir tidak ada selama acara berlangsung. Hanya saja pasti karena ini acara pertama kita berkoloborasi dengan ABM ada beberapa hal yang kita masih harus improve. Waktu yang pasti jadi kendala, karena kemarin ini tingkat kehadiran MOCI sendiri sangat tinggi.”

Ryan pun berharap ke depannya kerjasama seperti ini bisa terus berlanjut agar nantinya bakal ada salah satu anggota MOCI bisa ikut membalap secara profesional di ajang ISSOM bersama ABM.

“Kami berharap ABM dan MOCI akan selalu bisa berkolaborasi di event-event seperti ini. Selain bisa diajari para pebalap profesional, kami juga ingin supaya anggota MOCI yang mungkin berminat untuk mendalami racing motorsport bisa belajar lebih serius lagi untuk mewujudkan mimpi membalap secara profesional. Untuk sekarang, sudah ada dua member MOCI yang aktif ISSOM dan alangkah lebih aiknya jika semakin banyak member kami bisa ikut serta,” tuntasnya.

Roma Ada di Semifinal Bukan karena Kebetulan

Roma Ada di Semifinal Bukan karena Kebetulan

AS Roma membalikkan banyak prediksi dengan menembus semifinal Liga Champions. Bek Roma Aleksandar Kolarov menegaskan bahwa pencapaian ini bukan kebetulan.

Roma membuat kejutan besar di perempatfinal dengan menyingkirkan Barcelona. Tak diunggulkan, Giallorossi justru mampu mendepak Lionel Messi dkk.

Tak sedikit yang memprediksi Roma bakal tersingkir setelah kalah 1-4 di Camp Nou. Namun tim arahan Eusebio Di Francesco itu membalas dengan kemenangan 3-0 di Olimpico untuk membuat agregat jadi 4-4. Roma pun melaju berkat unggul gol tandang.

Di semifinal, Roma akan bertemu Liverpool. Daniele De Rossi dkk. akan lebih dulu main tandang di Anfield, Rabu (25/4/2018) dini hari WIB. Jelang pertemuan itu, Kolarov menegaskan bahwa Roma ada di semifinal bukan karena kebetulan.

“Kami tidak ada di sini secara kebetulan, kami telah membuktikan bahwa kami berada di level semifinal,” kata Kolarov seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami siap untuk memainkan permainan hebat – dua pertandingan hebat – karena tidak ada yang akan ditentukan besok.”

Roma terakhir melaju jauh di Piala/Liga Champions pada 1984. Kala itu mereka bertemu Liverpool di laga final, namun kalah dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

Setelah menunggu selama 34 tahun, Roma punya kesempatan lagi untuk ke final. Tim asal ibu kota Italia itu akan mencoba sebaik mungkin.

“Bisakah kami memenanginya? Jika kami sampai pada titik ini, kami harus mencoba. Kini hadir bagian yang indah, tetapi juga bagian yang sulit,” Kolarov menambahkan.

“Kita lihat saja besok, kami benar-benar di sini berdasarkan prestasi dan kami berkewajiban untuk mencoba,”

Atlet Indonesia di Asian Games 2018 Dapat Jaminan Asuransi

Atlet Indonesia di Asian Games 2018 Dapat Jaminan Asuransi

Jakarta – Atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 mendapat jaminan asuransi. PT AXA Mandiri yang bersedia menanggungnya.

PT AXA Mandiri menjadi official partner untuk Timnas Indonesia di Asian Games 2018. Mereka digandeng Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Presiden Director of AXA Mandiri Jean Philippe Vandenschsrick mengatakan bahwa asuransi ini diberikan agar para atlet fokus berlaga di Asian Games, tanpa perlu pusing memikirkan risiko cedera yang mengintai.

“Agar atlet selalu merasa aman dan nyaman saat mereka bertanding sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Vandenschrick di AXA Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

AXA Mandiri mengeluarkan dana mencapai Rp 2,5 miliar untuk menanggung biaya asuransi seluruh atlet dan official Timnas Indonesia. Bahkan ada bonus tambahan bagi yg bisa menyumbang medali.

“Kepada atlet yang meraih medali emas, sifatnya tambahan, akan mendapat uang tanggungan sebesar Rp 1 miliar,” kata Director of AXA Mandiri Hengky Oktavianus menambahkan.

Sementara Erick Thohir selaku Ketua Umum KOI mengatakan berterima kasih kepada AXA Mandiri yang mau ikut berpartisipasi di Asian Games.

“Diharapkan kehadiran perusahaan swasta khususnya AXA Mandiri yang telah menjadi official partner dapat memberikan semangat demi kesuksesan pesta olahraga terbesar Asia ini. AXA Mandiri adalah satu-satunya mitra KOI yang memberikan perlindungan asuransi kepada para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar di Asia 2018,” kata Erick.

Dalam kesempatan ini, enam atlet ditunjuk menjadi duta yakni Diananda Choirunnisa (panah), Arki Dikania Wisnu (basket), Raphael Maitimo (sepakbola), I Gede Siman Sudartawa (renang), Pungky Afriecia (voli), dan Eko Yuli (angkat besi).

“Dengan adanya asuransi ini tentu membuat kami selaku atlet jadi lebih termotivasi mempersembahkan yang terbaik di Asian Games nanti,” kata Siman.

Asian Games 2018 akan digelar pada 8 Agustus hingga 12 September. Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Daud Yordan Menang KO atas Petinju Rusia

Daud Yordan Menang KO atas Petinju Rusia

Petinju Indonesia Daud ‘Cino’ Yordan mengalahkan petinju Rusia Pavel Malikov. Daud memukul KO lawannya itu di ronde kedelapan.

Dalam pertarungan kelas ringan yang digelar di Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4/2018) dinihari WIB, Malikov tampil lebih agresif pada ronde-ronde awal. Sementara itu, Daud lebih sering bertahan sambil sesekali melancarkan pukulan balasan.

Pertarungan makin menarik di ronde ketiga dan keempat. Daud lebih banyak menyerang Malikov, yang mencoba membalas dengan pukulan-pukulan telak. Tapi, Daud berhasil menghindar.

Daud yang makin dominan berhasil memasukkan beberapa pukulan di ronde kelima. Meski sempat jatuh di ronde keenam, Daud masih bisa bangkit.

Pertarungan makin sengit di ronde ketujuh. Daud terus menggempur Malikov lewat kombinasi pukulannya. Pukulan-pukulan Daud membuat Malikov terjatuh. Akan tetapi, wasit tak menghitung karena menganggap petinju Rusia itu terpeleset.

Daud kemudian meneruskan serangannya di ronde kedelapan. Pukulan Daud ke arah perut Malikov yang disusul pukulan ke arah wajah menjatuhkan lawannya itu. Wasit kemudian melakukan hitungan dan Malikov tak mampu bangkit.

Berkat kemenangan ini, Daud merebut sabuk juara kelas ringan WBO Intercontinental dan WBA Asia milik Malikov. Rekor bertinju Daud kini menjadi 38-3-0 (26 KO). Sementara itu, Malikov mendapatkan kekalahan pertama dalam karier tinjunya dan punya rekor 13-1-0 (5 KO).

Rossi Benar-benar Khawatir dengan Honda

Rossi Benar-benar Khawatir dengan Honda

Valentino Rossi kecewa gagal naik podium di MotoGP Austin. Terkait para pesaing, The Doctor mewaspadai peningkatan yang dibuat Suzuki dan performa mantap Honda.

Memulai balapan dari posisi lima, Rossi menuntaskan MotoGP Austin di urutan empat. Dia terpaut sekitar sembilan detik dari Mar Marquez yang jadi juara di sana.

Finis di luar podium tak sesuai harapan Rossi. Dengan perfoma yang cukup oke di kualifikasi, The Doctor tadinya menargetkan masuk tiga besar.

“Saya berharap memiliki kecepatan yang lebih karena pada Jumat dan Sabtu siang saya bisa mendapatkan itu. Saya kesulitan karena suhu (ban). Saya berharap bisa dekat dengan Maverick (Vinales) dan bertarung untuk naik podium bersama Andrea (Iannone), tapi mereka lebih baik,” ucap Rossi usai balapan dikutip dari Marca.

Soal kemenangan yang didapat Marc Marquez di Austin dan finis ketujuh Dani Pedrosa, Rossi menyebut performa motor Honda mendukung capaian dua rider tersebut. Motor Honda diakui Rossi sudah dalam tahap mengkhawatirkan sebagai pesaing.

“Itu mengkhawatirkan, mereka (Honda) sangat kuat. Motor mereka di atas motor kami semua. Mereka selalu bagus, tak peduli di kondisi apapun. Jadi ini akan sulit,” sahut Rossi.

Tim lain yang juga dipuji Rossi adalah Suzuki. Keberhasilan Alex Rins naik poidum di Argentina dan sukses Iannone finis ketiga di Austin menunjukkan peningkatan performa pabrikan asal Jepang itu.

“Dua balapan dua podium. Suzuki banyak berkembang dibanding tahun lalu. Mereka telah lebih baik dalam mesin, perlengkapan elektronik, dan mereka punya dua pebalap yang tangguh. Mereka akan lebih sering menghadirkan masalah untuk kami karena mereka telak bekerja dengan baik,” tuntas Rossi.

Marquez Dihukum Penalti Tiga Grid

Marquez Dihukum Penalti Tiga Grid

Marc Marquez takkan start dari pole position pada balapan MotoGP Austin. Rider Repsol Honda itu dihukum penalti tiga grid atas insiden dengan Maverick Vinales.

Marquez sejatinya menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (22/4/2018) dinihari WIB. Dia mengungguli Vinales dan Andrea Iannone di posisi 2-3.

Namun Marquez menutup sesi tersebut dengan status diselidiki race director. Dalam sebuah momen, juara dunia tersebut menghalangi laju Vinales yang sebenarnya tengah diperkirakan akan mencatatkan waktu tercepat.

Alhasil Vinales membatalkan putarannya dan terlihat kesal terhadap Marquez. Marquez sendiri saat itu sedang melakukan putaran persiapan dengan motor kedua, usai terjatuh sebelumnya.

Beberapa saat setelah kualifikasi berakhir, MotoGP mengumumkan bahwa Marquez dijatuhi hukuman penalti tiga grid. Artinya dia tak jadi start dari posisi terdepan dan bakal memulai balapan dari posisi empat.

Vinales menggantikannya di pole, diikuti Iannone dan Johann Zarco. Marquez berada di baris kedua tepat di sebelah Valentino Rossi, lalu kemudian Jorge Lorenzo di posisi enam.

Marquez sendiri belakangan tengah berada dalam sorotan. Di seri sebelumnya yakni Argentina, dia tiga kali kena penalti sepanjang balapan.

Dia dihukum penalti ride through karena melaju berlawanan arah sebelum start –akibat mesin motornya mati–, lalu harus mundur satu posisi karena menyenggol Pol Espargaro.

Insiden terbesar tentu saja yang melibatkan Rossi. Marquez menyenggol Rossi hingga keduanya melebar, dengan rivalnya dari Movistar Yamaha itu terjatuh. Marquez dijatuhi penalti 30 detik atas kejadian tersebut.

Insiden itu memanaskan kembali hubungan Marquez-Rossi setelah tiga tahun. Sementara race director MotoGP kabarnya akan memperketat aturan, salah satunya lebih berani mendiskualifikasi pebalap jika menyenggol pebalap lain hingga terjatuh.

Final yang Sempurna untuk Barcelona

Final yang Sempurna untuk Barcelona

Barcelona menjuarai Copa del Rey usai menang telak atas Sevilla. Los Cules disebut menjalani laga final yang sempurna.

Barcelona memetik kemenangan 5-0 saat berhadapan dengan Los Rojiblancos di Wanda Metropolitano, Minggu (22/4/2018) dinihari WIB. Gol-gol dalam laga itu dibukukan oleh Luis Suarez (dua gol), Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Philippe Coutinho.

Barcelona memegang penuh kendali permainan saat melawan Sevilla. Ada 64 persen penguasaan bola. Mereka juga mampu membukukan sebanyak sembilan percobaan tepat sasaran, lima bersarang ke gawang.

Sembari itu, Barca juga berhasil menjaga gawangnya bersih dari catatan kebobolan dari ancaman lima tembakan tepat sasaran yang dicatatkan Sevilla. Jasper Cillessen yang menjadi pahlawan dengan lima kali penyelamatan.

Dengan hasil itu, tak heran kalau beberapa penggawa Barca menyebutnya sebagai malam yang sempurna.

“Ini merupakan malam yang sempurna. Tim mendapati semuanya di lapangan berjalan dengan benar. Kami mendapatkan kegembiraan yang luar biasa bersama fans dan teman kami,” kata Sergi Roberto di situs resmi Barca.

Sergio Busquets juga tak mau ketinggalan. “Hari ini merupakan salah satu final terbaik yang saya mainkan,”

Cari Pengganti Wenger, Arsenal Siap Ambil Keputusan Berani

Cari Pengganti Wenger, Arsenal Siap Ambil Keputusan Berani

Arsenal tak akan buru-buru menunjuk manajer baru menyusul rencana kepergian Arsene Wenger. The Gunners akan bersikap berani dalam memilih orang yang mereka yakini sebagai sosok yang tepat.

Arsenal akan ditinggal Wenger, yang sudah menjadi manajer mereka dalam 22 tahun terakhir, pada akhir musim ini. Wenger akan meninggalkan kursi manajer The Gunners meski kontraknya masih tersisa satu tahun lagi.

Arsenal akan mencari manajer baru mulai sekarang. Sejauh ini mereka dikaitkan dengan sejumlah nama tenar, seperti Carlo Ancelotti, Luis Enrique, Thomas Tuchel, Brendan Rodgers, Patrick Vieira, Thierry Henry, hingga Massimiliano Allegri.

CEO Arsenal, Ivan Gazidis, ingin klubnya betul-betul cermat sebelum menunjuk suksesor Wenger.

“Hal yang paling penting adalah membuat penunjukan yang tepat, bukan penunjukan yang cepat,”

“Prosesnya dimulai hari ini. Saya ingin proses itu berjalan secara internal. Klub ini harus siap menghadapi tantangan,” imbuhnya.

“Kami perlu berpikiran terbuka dan juga berani dalam mengambil keputusan. Ketika Arsene ditunjuk, saya pikir tak banyak orang yang meliriknya. Itu tidak berarti kami harus mengulanginya, tapi itu berarti kami harus berani dalam penunjukan. Dapatkan orang yang kami yakini sebagai orang yang tepat,” kata Gazidis.

Rakitic Siap Patah Jari Lagi demi Barcelona

Rakitic Siap Patah Jari Lagi demi Barcelona

Barcelona akan menghadapi Sevilla di final Copa del Rey. Ivan Rakitic siap patah jari lagi demi membantu Barca keluar sebagai juara.

Rakitic mengalami retakan tulang metacarpal di jari telunjuk tangan kirinya. Musibah itu dia dapat saat Barca kalah 0-3 dari AS Roma di Olimpico dalam laga leg kedua perempatfinal Liga Champions.

Gelandang asal Kroasia itu pun langsung menjalani operasi. Dalam prosesnya, Rakitic terpaksa harus absen memperkuat Blaugrana dalam dua laga terakhir, yakni saat melawan Valencia dan Celta Vigo.

Kini, Rakitic mengaku siap untuk kembali membela Barca di final Copa del Rey melawan Sevilla di Wanda Metropolitano, Minggu (22/4/2018) dinihari WIB. Rakitic bahkan rela jika harus mengalami patah jari lagi demi mengalahkan mantan klubnya itu.

“Hal pertama yang saya tanyakan kepada dokter adalah kapan saya bisa bermain lagi. Sekarang saya kembali dan ingin bekerja sebaik mungkin dalam setiap sesi latihan,”

“Saya senang bisa bergabung dengan rekan-rekan, membantu tim, jadi istirahat kadang-kadang bisa mengganggu ritme Anda. Saya tak suka menyaksikan pertandingan dari televisi atau tribune stadion, saya akan menjadi lebih gugup daripada berada di atas lapangan.”

“Besok, waktunya bertarung dan pergi ke pertandingan. Jika saya harus mematahkan jari lainnya untuk memenangi pertandingan, maka saya akan lakukan itu,”