Kapan Duel Lawan Mourinho Lagi, Wenger?

Kapan Duel Lawan Mourinho Lagi, Wenger?

Kekalahan Arsenal dari Manchester United sekaligus jadi perpisahan sementara Arsene Wenger dengan rivalnya tersebut. Lebih khusus lagi, dengan Jose Mourinho.

Wenger bertandang ke Old Trafford untuk terakhir kalinya sebagai manajer Arsenal pada Minggu (29/4/2018). Timnya kalah 1-2 dari MU yang diasuh Mourinho.

Bagi Wenger, Mourinho adalah salah satu seteru terbesarnya selama melatih di Inggris. Sejak Mourinho melatih Chelsea hingga kini di MU, rivalitas kedua manajer itu diwarnai dengan adu mulut dan komentar pedas.

Mourinho sendiri merupakan lawan yang memang sulit dikalahkan Wenger. Dari 19 pertemuan di semua ajang, hanya dua kemenangan yang mampu diraih Wenger.

Bahkan Arsenal-nya Wenger pernah kalah enam gol tanpa balas dari Chelsea-nya Mourinho di musim 2013/2014.

Musim depan, keduanya kemungkinan besar tidak akan bertemu lagi setelah Wenger memutuskan hijrah dari Arsenal. Wenger mengisyaratkan demikian, sementara menyebut masa depannya saat ini masih abu-abu.

“Saya tidak tahu (kapan berhadapan dengan Mourinho lagi), jujur. Pertama, Mourinho pasti tetap berada di Manchester United musim depan dan saya tidak tahu akan berada di mana. Saya sudah bekerja di level teratas tanpa henti dan saya pikir saya satu-satunya di dunia yang melakukannya,” kata Wenger seperti dilansir Independent.

“Jadi untuk saat ini, saya berada di wilayah yang saya tidak ketahui. Saya tidak tahu kemana saya akan pergi setelah dari sini. Apakah saya akan beristirahat? Saya akan terkejut kalau saya bertemu dengannya lagi musim depan,” tambahnya.

Wenger memang belum memutuskan bakal kemana setelah meninggalkan The Gunners. Meski usianya sudah menginjak 68 tahun, dia diperkirakan masih akan tetap aktif di dunia sepakbola.

Sudah Juara, Barca Ingin Tuntaskan Musim Tanpa Kalah

Sudah Juara, Barca Ingin Tuntaskan Musim Tanpa Kalah

Barcelona sudah dipastikan menjuarai La Liga meski masih punya empat laga sisa. Misi Blaugrana di sisa musim adalah mempertahankan catatan tak terkalahkan.

Barca mengunci gelar juara setelah mengalahkan Deportivo La Coruna 4-2 di Riazor, Senin (30/4/2018) dinihari WIB. Lionel Messi kembali jadi pahlawan Barca lewat hat-trick-nya, sementara satu gol lain disumbangkan oleh Philippe Coutinho.

Dengan unggul 11 poin atas tim peringkat kedua Atletico Madrid, Barca dipastikan tak akan terkejar di puncak klasemen La Liga hingga akhir musim. Pasalnya, Atletico cuma punya tiga pertandingan sisa.

“Saya gembira karena ini adalah kompetisi yang sangat panjang, yang telah kami buru sejak momen kami mencapai puncak klasemen. Akhirnya kami melakukan langkah terakhir untuk menjadi juara,” ujar pelatih Barca, Ernesto Valverde, di situs resmi klub.

“Kami adalah tim terbaik. Cara bermain kami luar biasa. Kami sangat senang bisa melalui musim yang sangat baik. Ini bukanlah pekerjaan satu hari. Ini butuh banyak hari dan banyak pertandingan. Yang harus kami lakukan sekarang adalah merayakannya bersama orang-orang kami,” tutur Valverde.

Meski gelar juara sudah di tangan, Barca masih punya target di sisa musim, yaitu mempertahankan rekor tak terkalahkan. Barca memang belum pernah kalah di La Liga musim ini dengan meraih 26 kemenangan dan delapan hasil seri.

“Tapi, ini tak berakhir di sini. Kami ingin menyempurnakan satu musim tanpa terkalahkan dan mencetak sebuah rekor baru,” ujar Valverde.

Roma Menang Telak, Dzeko Berterima Kasih kepada Alisson

Roma Menang Telak, Dzeko Berterima Kasih kepada Alisson

AS Roma meraih kemenangan meyakinkan atas Chievo Verona. Menurut Edin Dzeko, kunci kemenangan Roma adalah penyelamatan Alisson Becker terhadap penalti Chievo.

Roma menang 4-1 saat menjamu Chievo di Stadion Olimpico dalam lanjutan Liga Italia, Sabtu (28/4/2018) malam WIB. Kemenangan ini memantapkan posisi Roma di zona Liga Champions dengan menempati peringkat ketiga.

Saat Roma unggul 2-0, Chievo sempat mendapat hadiah penalti di awal babak kedua menyusul pelanggaran terhadap Roberto Inglese. Juan Jesus juga diganjar kartu merah atas pelanggaran tersebut.

Tapi Alisson menggagalkan eksekusi penalti Inglese. Kiper asal Brasil itu mampu menebak dengan tepat arah tendangan Inglese dan menepis bola. Setelahnya, meski kalah jumlah pemain, Roma mampu menambah dua gol lagi.

“Pujian untuk Alisson karena menggagalkan penalti. Jika penaltinya sukses, maka pertandingan bisa saja berakhir sangat berbeda,” kata Dzeko seperti dikutip situs resmi klub.

“Itu adalah penyelamatan luar biasa, sangat penting untuk tim.”

“Pertandingan ini penting untuk musim depan dan lolos ke Liga Champions, jadi menyelesaikannya dengan baik itu krusial,” imbuhnya.

Roma selanjutnya akan menjamu Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (2/5/2018) malam waktu setempat. Giallorossi harus membalikkan keadaan setelah kalah 2-5 di leg pertama.

“Kami akan mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari pelatih. Hari ini kami menang dan berharap bisa tampil luar biasa di hari Rabu. Harus,” tegas Dzeko.

Neymar Berangsur-angsur Pulih

Neymar Berangsur-angsur Pulih

Kabar baik datang untuk timnas Brasil. Proses pemulihan Neymar berjalan lancar dan dia diperkirakan bisa segera mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2018.

Pemain Paris Saint Germain tersebut mengalami retak metatasal saat menghadapi Olympique Marseille pada Maret lalu. Sempat ada kekhawatiran cedera ini akan menghambat kiprah Neymar di Piala Dunia.

Pekan lalu, sang pemain mengindikasikan akan kembali berlatih pada 17 Mei mendatang atau satu bulan sebelum Brasil memainkan laga pertamanya di Piala Duni.

Terkait proses penyembuhan Neymar, kabar baik disampaikan dokter im Brasil, Rodrigo Lasmar. Ia menjelaskan secara rinci kondisi Neymar saat ini yang ternyata sudah berkembang secara signifikan.

“Neymar bekerja sangat keras dan kami berharap dia bisa siap, sehingga mampu mempersiapkan segalanya dengan sempurna untuk Piala Dunia,” ujarnya kepada GloboEsporte dilansir Soccerway.

“Dia melakukan pemulihan dengan cara terbaik, sebagai bagian program rehabilitasi yang sudah ditetapkan. Kami masih harus meningkatkan kondisi fisiknya (untuk pemain yang baru sembuh dari cedera) karena masih sangat rendah.”

“Pemain yang baru kembali dari cedera harus melewati pemeriksaan individu, untuk merancang strategi terbaik untuk mereka,” jelas Lasmar.

Brasil yang tergabung di Grup E akan memainkan laga pertamanya di Piala Dunia dengan melawan Swiss pada 17 Juni.

Guardiola: Terima Kasih, Iniesta!

Guardiola: Terima Kasih, Iniesta!

Pep Guardiola turut menyampaikan salam perpisahan untuk Andres Iniesta, yang akan meninggalkan Barcelona di akhir musim. Guardiola mengucapkan rasa terima kasihnya.

Iniesta memutuskan bakal pergi dari Barcelona di akhir musim. Gelandang berusia 33 tahun itu meninggalkan tim yang sudah dibelanya selama 22 tahun atau sejak duduk di bangku akademi..

Kepergian Iniesta membuat keluarga besar Barca kehilangan salah satu aset terbaiknya. Maklum, Iniesta adalah salah satu jebolan terbaik La Masia, yang sudah mempersembahkan 31 trofi bergengsi untuk klub asal Catalan tersebut.

Guardiola, yang melatih Barca pada 2008-2012, turut mengucapkan terima kasihnya kepada Iniesta. Sebagai pelatih, ia merasa terbantu dengan kualitas Iniesta untuk membawa Barca tampil brilian. Keduanya pun bisa mempersembahkan 14 trofi untuk Barca.

“Saya pikir dia adalah bagian dari sejarah Barcelona dalam kurun waktu 15-20 tahun terakhir yang tak mungkin terwujud tanpanya. Saya cuma bisa bilang terima kasih, dia sudah membantu saya,” kata Guardiola seperti dilansir 101greatgoals.

“Orang-orang berpikir manajerlah yang membantu pemain, tapi dalam beberapa kasus, Andres adalah salah satunya, dia membantu saya memahami permainan dengan lebih baik.”

“Lihat saja dia bermain, apa yang dia lakukan di lapangan. Jumlah tekel yang dia menangi, caranya bermain, adalah contoh untuk menjadi profesional di dalam dan luar lapangan.”

“Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Ketika dia memutuskan pensiun, mudah-mudahan setelah satu dekade lagi, dia bisa kembali ke sepakbola, ke Barcelona pada khususnya, untuk melatih para pemain muda atau bahkan pemain profesional di lapangan,” kata Guardiola.

Mau Jadi Atlet Bulutangkis Dunia? Wajib Pilih Klub yang Tepat

Mau Jadi Atlet Bulutangkis Dunia? Wajib Pilih Klub yang Tepat

Bulutangkis tetap menjadi olahraga andalan Indonesia di kancah dunia. Hal itu tak lepas dari rentetan medali dan gelar yang didapat Indonesia.

Terakhir, Indonesia sukses meraih gelar bergengsi juara All England dari cabang ganda putra. Kejayaan ini disambut gembira oleh masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu, sang juara, Kevin dan Marcus bahkan menjadi inspirasi anak-anak untuk menjadi atlet bulutangkis. Kendati demikian, banyak orang tua yang bingung mengarahkan mimpi anak-anak mereka yang ingin menjadi atlet bulutangkis.

Latihan dan belajar autodidak pun kadang menjadi pilihan yang akhirnya membuat bakat mereka tidak tersalurkan dengan sempurna. Patut orang tua ketahui, anak-anak bisa dimasukkan ke klub bulutangkis Tanah Air.

Orang tua bisa memilih klub bulutangkis yang kompeten dan berkualitas. Bukan hanya dari segi pelatih namun juga fasilitas guna menjamin perkembangan mereka. Selain itu juga, orang tua dapat memilih klub bulutangkis yang memang mempunyai reputasi menelurkan atlet-atlet profesional dan berprestasi. Klub juga harus memberikan reward yang sesuai dengan prestasi anak.

Sederet syarat itu tentu membuat orang tua berpikir klub bulutangkis tersebut pastilah mahal. Namun tahukah Anda, kini salah satu klub terbaik di Indonesia telah membuka audisi umum untuk mendapatkan beasiswa pelatihan bulutangkis.

Klub itu tak lain adalah PB Djarum yang tersohor sudah menghasilkan bibit unggul bulutangkis, seperti Kevin Sanjaya, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, M.Ahsan dan lain-lain.

PB Djarum sudah sejak dulu menjadi impian bagi banyak orang dengan sederet kualitas menjanjikan dan peluang emas. Betapa tidak, anak didik di PB Djarum akan dilatih oleh mantan atlet berprestasi dan berkelas dunia, seperti Fung Permadi, Sigit Budiarto, Chistian Hadinata, Hastomo Arbi dan sebagainya.

Belum lagi jika sudah terlatih, anak-anak bisa langsung merasakan kompetisi bergengsi di dalam dan luar negeri tanpa dipungut biaya.

Bukan hanya pelatihannya yang berkualitas baik, fasilitasnya juga mumpuni. Terdapat fasilitas asrama putra dan putri yang terpisah dan lengkap. Anak-anak di PB Djarum juga mendapatkan makanan bergizi, lapangan bulutangkis eksklusif, perlengkapan bukutangkis, seperti raket, shuttlecock, ruang fitnes modern, ruang fisioterapi, ruang pijat, perpustakaan, ruang komputer hingga akses internet.

Menariknya lagi, atlet-atlet bulutangkis yang berprestasi juga akan diberi penghargaan setiap tahun oleh PB Djarum secara konsisten.

Nah, menarik dan menjanjikan bukan?

Jadi segera daftarkan anak Anda untuk ikutan audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang diperuntukan bagi anak umur 6 sampai 14 tahun. Audisi ini menyisakan 6 kota dari 8 kota, yaitu Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo, dan Kudus.

Bagi Anda yang berminat bisa langsung mendaftar di sini dan tanpa dipungut biaya. Ayo raih kesempatan berkompetisi di kancah dunia.

Mourinho: Bukan Saya yang Menjual Salah, tapi Chelsea

Mourinho: Bukan Saya yang Menjual Salah, tapi Chelsea

Jose Mourinho tak mau dikambinghitamkan atas perginya Mohamed Salah dari Chelsea. Menurut Mourinho, Chelsea-lah yang memutuskan untuk menjual Salah, bukan dirinya.

Mourinho adalah orang yang mendatangkan Salah ke Inggris untuk pertama kalinya. Saat masih menjadi manajer Chelsea, dia memboyong winger asal Mesir itu dari Basel pada Januari 2014.

Selama setahun di Chelsea, Salah tak mendapatkan banyak kesempatan bermain dari Mourinho. Dia akhirnya dipinjamkan ke klub Serie A, Fiorentina.

Penampilan Salah meroket di Italia. Setelah bersinar di Fiorentina, dia dipinjam AS Roma pada awal musim 2015/2016. Roma kemudian membelinya dari Chelsea setahun kemudian.

Nama Salah benar-benar menanjak setelah dia bergabung dengan Liverpool pada awal musim ini. Pemain berusia 25 tahun itu sudah mencetak 43 gol dalam 47 laga bersama The Reds. Berkat performanya yang luar biasa itu, Salah telah diganjar penghargaan Pemain Terbaik Liga Inggris versi PFA.

Mourinho, yang sekarang menjadi manajer Manchester United, mengklaim Chelsea-lah yang memutuskan untuk menjual Salah. Tapi, Mourinho juga menyebut Salah saat itu memang belum siap untuk berkompetisi di Premier League.

“Ini adalah pertama kalinya saya akan mengatakan ini, tapi ini adalah ketidakadilan lain yang dibicarakan mengenai saya. Orang-orang mengatakan bahwa saya adalah orang yang menjual Salah, padahal sebaliknya. Sayalah yang membeli Salah,” ujar Mourinho kepada ESPN Brasil.

“Yang terjadi sebaliknya. Sayalah yang membeli Salah. Saya adalah orang yang meminta Chelsea untuk membeli Salah. Salah datang ke Chelsea ketika saya yang menjadi manajer. Tapi, dia datang sebagai pemain muda, belum siap secara fisik dan mental, kesulitan secara sosial dan kultural, segalanya berat buat dia.”

Baca juga: Bukan Cuma Ballon d’Or, Salah Juga Bisa Dapat Penghargaan Nobel

“Kami memutuskan untuk meminjamkannya dan dia juga meminta itu. Dia ingin lebih banyak bermain, ingin matang, dia ingin pergi dan kami meminjamkannya ke Fiorentina dan di Fiorentina dia mulai matang. Chelsea memutuskan untuk menjualnya, OK?”

“Dan ketika mereka mengatakan bahwa saya adalah orang yang menjualnya, itu merupakan sebuah kebohongan. Saya membelinya. Saya sepakat untuk meminjamkannya, saya pikir itu perlu, saya pikir Chelsea sudah punya cukup winger. Beberapa di antaranya masih di sana, seperti Willian, (Eden) Hazard, dan mereka semua adalah pemain yang sudah berada di level berbeda.”

“Jadi, keputusan untuk meminjamkannya adalah keputusan yang kami buat bersama-sama. Tapi, setelah itu, keputusan untuk menjualnya dan memakai uangnya untuk membeli pemain lain bukan keputusan saya.”

“Tapi, meski itu keputusan saya, dalam sepakbola kita sering membuat kesalahan. Sangat sering terjadi beberapa pemain berkembang di luar dugaan, pemain-pemain lainnya tak mencapai level seperti yang kami kira. Jadi, saya pikir ini bukanlah sebuah kesalahan, ini cuma bagian dari pekerjaan.”

“Tapi, secara efektif sayalah yang membeli Salah, saya tak menjual Salah, tapi itu tak penting. Yang penting dia adalah seorang pemain fantastis, dan saya sangat gembira untuk segala yang terjadi padanya dan terutama karena dia mencetak gol ke gawang semua tim dan dia tak mencetak gol ke gawang kami dalam dua pertandingan,” kata Mourinho.

Kemenangan di Austin Bikin Marquez Dekati Sebuah Pencapaian Rossi

Kemenangan di Austin Bikin Marquez Dekati Sebuah Pencapaian Rossi

Akhir pekan lalu Marc Marquez menang lagi di Austin. Itu membuatnya mendekati sebuah pencapaian Valentino Rossi walaupun masih berjarak dari rekor keseluruhan.

Marquez berjaya untuk kali keenam di Circuit of The Americas, tempat adu kencang dalam seri balapan ketiga MotoGP 2018. Rider Repsol Honda itu finis pertama usai menggungguli Maverick Vinales dan Andrea Iannone yang menemaninya di podium.

Dengan kemenangan enam kali berturut-turut di Austin, Marquez mendekati pencapaian Rossi dalam hal jumlah kemenangan beruntun di satu sirkuit yang sama. The Doctor pernah merangkai tujuh kemenangan di Mugello pada periode 2002-2008.

Artinya, tahun depan Marquez berkesempatan menyamai pencapaian Rossi asalkan bisa kembali berjaya di Austin, untuk mencatatkan kemenangan yang ketujuhnya secara berturut-turut di sirkuit tersebut.

Pun demikian, Marquez butuh lebih banyak kemenangan lanjutan di Austin untuk bisa mengejar Giacomo Agostini sebagai pemegang rekor keseluruhan. Legenda balap itu pernah merangkai sembilan kemenangan beruntun di Imatra pada periode 1965-1973.

Selain itu, Agostini juga pernah delapan kali merangkai kemenangan secara berturut-turut di Spa. Ia melakukannya pada periode 1967-1972. Cuma Agostini dan Rossi yang kini ada di atas Marquez dalam pencapaian kemenangan beruntun di satu sirkuit.

Wenger Sudah Tepat Tinggalkan Arsenal’

‘Wenger Sudah Tepat Tinggalkan Arsenal’

Arsene Wenger memastikan diri meninggalkan Arsenal pada akhir musim setelah dua dekade memimpin tim. Keputusan itu dianggap sudah tepat.

Pada beberapa tahun terakhir kondisi Wenger di Arsenal memang tak kondusif. Gagalnya Gunners meraih trofi besar dan performa yang tak konsisten membuat sang manajer diserang banyak fans serta dituntut mundur.

Kegagalan menembus empat besar musim lalu untuk pertama kali selama era kepelatihannya dan kemungkinan kembali terulang musim ini membuat Wenger semakin terpojok.

Terlepas dari itu, Mantan Chairman Arsenal yang mendatangkan Wenger pada 1996, Peter Hill-Wood, menganggap Wenger tetaplah pahlawan tim. Ia juga mengatakan bahwa waktu Wenger untuk mengundurkan diri sangat tepat.

“Saya pikir dia membuat keputusan yang 100 persen benar. Dia memberikan Arsenal sebuah perjalanan yang luar biasa. Dia sangat sukses dan saya pikir ini memang waktu yang tepat bagi dia untuk mundur,” ujar Hill-Wood seperti dilansir Dailymail.

“Saya pikir dia menemukan cara paling masuk akal untuk mundur. Ini adalah waktu yang tepat dan sudah tepat dilakukan olehnya,” sambungnya.

“Dia akan pergi sebagai pahlawan. Jika dia masih dikelilingi orang-orang yang kecewa dengannya, Wenger akan kehilangan kepercayaan dan semua yang sudah dibangun selama 20 tahun terakhir. Tentunya sangat menyedihkan,”

Bayern Kalah, Tiga Pemainnya Cedera

Bayern Kalah, Tiga Pemainnya Cedera

Bukan cuma kekalahan yang harus didapat Bayern Munich dari laga melawan Real Madrid. Bayern juga berpotensi kehilangan tiga pemainnya karena cedera.

Bayern tumbang saat menjamu Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. Bermain di Allianz Arena, Kamis (26/4/2018) dini hari WIB, Die Roten harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2.

Dalam pertandingan tersebut, Bayern sudah kehilangan Arjen Robben di menit kedelapan. Meski sempat mendapat perawatan setelah berbenturan di kotak penalti Madrid, winger asal Belanda itu tak mampu melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Thiago Alcantara.

Babak pertama belum usai, Bayern lagi-lagi harus mengganti pemainnya karena cedera. Kali ini giliran Jerome Boateng yang tumbang di menit ke-34.

Boateng diprediksi mengalami cedera hamstring. Posisinya kemudian digantikan oleh Niklas Suele.

“Jerome mengalami masalah otot, dia mungkin absen (di leg kedua),” ucap pelatih Bayern Jupp Heynckes seperti dikutip situs resmi klub.

Di babak kedua, Javi Martinez juga tak bisa menuntaskan laga setelah ditarik keluar di menit ke-75. Heynckes menyebut Martinez mengalami benturan di kepala dan pusing.

Ketiga pemain tersebut pun diragukan bisa tampil di pertandingan leg kedua pada Rabu (2/5/2018) dini hari WIB. Namun Heynckes ingin menunggu hasil pemeriksaan lebih dulu sebelum mengambil keputusan.

“Kami tidak mau berspekulasi, kami harus menunggu pemeriksaan besok (Kamis),” kata Heynckes.