Aturan Loew untuk Skuat Jerman: Tak Ada Seks, Alkohol, dan Media Sosial

Aturan Loew untuk Skuat Jerman: Tak Ada Seks, Alkohol, dan Media Sosial

Tak ada perubahan aturan dari Joachim Loew untuk tim nasional Jerman di Piala Dunia 2018. Para pemain bakal puasa seks, alkohol, dan menggunakan media sosial.

Jerman menuju Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai salah satu unggulan. Die Mannschaft datang dengan misi jadi tim pertama yang mempertahankan gelar sejak terakhir kali timnas Brasil mewujudkannya di 1958 dan 1962.

Untuk menjaga fokus timnya, Loew kembali akan memberlakukan aturan selama turnamen berlangsung. Seks, alkohol, dan media sosial akan dibatasi.

Marca melaporkan bahwa setelah Piala Dunia dimulai 15 Juni nanti, skuat Jerman akan diisolasi kendati akan ada beberapa periode singkat di mana pemain bisa bertemu keluarga atau pasangan.

Sementara alkohol diizinkan hanya sesaat sebelum tidur, dengan kadar yang minimal misal segelas anggur. Lalu penggunaan media sosial di hotel tim dan ruang ganti akan dilarang sepenuhnya, dan tim tak bisa sembarangan mengunggah foto.

“Anak-anak sudah sangat akrab dengan aturan-aturan perilaku kami. Mereka tahu apa ambisi kami. Setiap pemain itu adalah kepingan puzzle, tim lebih penting dari individu,”

Skuat Muda Disebut Jadi Keuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2018

Skuat Muda Disebut Jadi Keuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2018

Timnas Inggris berlaga di Piala Dunia 2018 dengan skuat mudanya. Hal itu dinilai malah menjadi keuntungan untuk The Three Lions.

Inggris sudah mengumumkan skuat untuk berlaga di Rusia bulan depan. Di dalam skuat itu ada bek 19 tahun asal Liverpool, Trent Alexander-Arnold, juga Marcus Rashford, pemain 20 tahun milik Manchester United.

Beberapa pemain senior seperti Jack Wilsher dan Joe Hart ditepikan. Ashley Young dan Gary Chaill menjadi pemain tertua di skuat dengan usia 32 tahun.

Ditambah dengan Jamie Vardy (31 tahun), cuma ada 3 pemain di atas 30 tahun di skuat Inggris. Transfermarkt melansir data bahwa rata-rata usia timnas Inggris saat ini ada di angka 26 tahun.

Bek Inggris, Harry Maguire, menilai bahwa dengan para pemain muda itu tim Tiga Singa malah akan mempunyai keuntungan. Inggris disebutnya tak mempunyai rasa takut.

“Anda menjumpai skuat yang sangat muda. Mungkin mempunyai pengalaman buruk merupakan suatu hal bagus,” kata Maguire yang dilansir oleh Sports Mole.

“Tak ada rasa takut di skuat karena tak banyak yang punya pengalaman bermain di turnamen besar. Kami akan menuju Rusia dan menjalankan tugas itu,” dia menambahkan.

Inggris berada di Grup G Piala Dunia 2018. Mereka akan berhadapan dengan Belgia, Panama, dan Tunisia untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

Brasil Janjikan Sepakbola yang Hebat di Piala Dunia 2018

Brasil Janjikan Sepakbola yang Hebat di Piala Dunia 2018

Timnas Brasil tak sesumbar akan bisa meraih gelar juara Piala Dunia 2018. Tapi, Selecao berjanji akan memperagakan permainan sepakbola yang hebat.

Brasil menunjukkan penampilan yang bagus selama kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka menjadi pemuncak kualifikasi zona Conmebol, dengan nilai 41 poin.

Brasil cuma sekali kalah dalam 18 pertandingan, 12 laga berakhir kemenangan dan lima kali selesai dengan hasil imbang.

Produktivitas gol Brasil juga oke, dengan 41 kali membobol gawang lawan. Sementara lini pertahanan mereka juga kukuh, dengan 11 kali kebobolan.

Bek Brasil, Thiago Silva, menilai bahwa permainan Brasil sudah lebih baik dibanding saat gagal di Piala Dunia 2014. Saat itu Brasil terhenti di babak semifinal. Mereka dikalahkan oleh Jerman dengan skor telak 1-7.

“Kami sudah bersiap untuk Piala Dunia ini, pertama dengan Dunga dan sekarang dengan Tite, dan dalam dua tahun kami berkembang,” kata Silva di ESPN FC.

“Kami mempunyai kesempatan untuk bermain di Piala Dunia lagi, dan menulis ulang kisah kami. Kami tak bisa menjanjikan gelar juara, kami menjanjikan laga yang hebat.”

“Anda akan melihat bahwa kami akan bermain sangat bagus di pertandingan berikutnya dan siring dengan berjalannya Piala Dunia, Anda akan melihat sepakbola yang hebat,” dia menambahkan.
Brasil berada di Grup E Piala Dunia 2018. Mereka akan bersaing dengan Swiss, Kosta Rika, dan Sebia untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar

Bisa Yakinkan Hazard untuk Bertahan, Chelsea?

Bisa Yakinkan Hazard untuk Bertahan, Chelsea?

Masa depan Eden Hazard di Chelsea masih terus dispekulasikan, namun pergi atau tidaknya Hazard tergantung bagaimana cara Chelsea meyakinkannya.

Hazard sudah dikait-kaitkan dengan Real Madrid sejak Januari yang lalu. Padahal, kontrak pemain asal Belgia itu baru akan habis pada 2020 mendatang.

Kini, kepergian Hazard dari Stamford Bridge semakin santer setelah Chelsea gagal meraih tiket Liga Champions dan akan tampil di Liga Europa musim depan. Kompetisi itu disebut-sebut tak menarik untuk pemain 27 tahun tersebut.

Mantan pemain Chelsea, Eidur Gudjohnsen, berharap Hazard tak angkat kaki. Akan tetapi, menurut Gudjohnsen bertahan atau tidaknya si pemain tergantung bagaimana cara Chelsea untuk meyakinkannya.

“Aku harap begitu. Aku takut? Aku takut mungkin tidak, tapi dari apa yang aku pahami dia sepertinya sangat bahagia,” kata Gudjohnsen kepada Omnisport.

“Dia ingin tahu ke mana arah Chelsea, pelatih mana yang akan datang, apakah (Antonio) Conte tetap tinggal atau orang lain,” sambungnya.

“Banyak hal akan tergantung pada bagaimana Chelsea menghadirkan masa depan kepadanya untuk meyakinkannya bahwa dia harus berada di sana untuk waktu yang lama.”

Meski gagal mempertahankan gelar Premier League, Chelsea berhasil menutup musim 2017/2018 dengan menjuarai Piala FA.

“Ini musim yang mengecewakan. Bahkan memenangi Piala FA, yang merupakan hari yang indah bagi para fans, trofi dengan banyak sejarah, tetapi Chelsea tidak memenuhi syarat untuk Liga Champions atau tidak berada di empat besar selalu mengecewakan. Tidak peduli bagaimana Anda melihatnya.

Ducati: Masa Depan Lorenzo Ditentukan Selepas MotoGP Italia

Ducati: Masa Depan Lorenzo Ditentukan Selepas MotoGP Italia

Ducati mulai hilang kesabaran terkait performa Jorge Lorenzo. Jika tak ada peningkatan sampai di MotoGP Italia, Ducati merasa percuma lanjut dengan Lorenzo.

Lorenzo belum mendapatkan hasil yang mengesankan sejauh perjalanan MotoGP 2018 ini. Dari lima seri, rider asal Spanyol itu tiga kali finis dan dua kali gagal menuntaskan balapan.

Dia finis ke-15 di Argentina, lalu di posisi 11 di Austin, dan keenam di Le Mans. Hasil-hasil ini jadi kekhawatiran Ducati karena seharusnya pebalap sekelas Lorenzo berada di posisi-posisi depan. Sementara tim sudah berupaya memoles motor sesuai keinginan Lorenzo.

“Kalau hubungan ini tidak mulai bekerja juga di level yang kami perkirakan, yang mana adalah untuk bersaing memenangi balapan, untuk naik podium, maka saya rasa bukan ide bagus untuk melanjutkannya. Saya rasa yang kami putuskan dengan Jorge dan manajemennya adalah menunggu sampai setelah Mugello,” ungkap Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti kepada Crash.

“Jelas di akhir musim lalu segala sesuatunya amat menjanjikan. Tes Sepang berjalan fantastis. Lalu tes Thailand merupakan sebuah bencana dan kemudian ada naik-turun. Dia sangat kompetitif di Jerez. Sayangnya kecelakaan di sana mungkin telah membuang kans finis podium untuknya dan Andrea.”

“Di sini (Le Mans) dia tampil baik di sembilan lap pertama dan kemudian kehilangan waktu dari putaran ke putaran dan finis keenam. Seperti yang dia katakan di konferensi pers, dia kesulitan dengan ergonomi dan posisi motor, dengan bentuk tangki bahan bakar.”

“Itu adalah hal-hal yang bisa dibenahi, kami sudah memoles sektor itu. Tapi pada akhirnya ya tak cukup karena dia tak bisa menunggangi motor di ritme yang sama untuk keseluruhan balapan,” imbuh Ciabatti.

Musim lalu Lorenzo tak berhasil mencatatkan satupun kemenangan dengan Desmosedici. Dia sekali finis kedua dan dua kali finis ketiga, serta menuntaskan lima balapan di luar 10 besar. Ciabatti menilai tak ada gunanya melanjutkan dengan Lorenzo kalau memang kerja sama mereka tak berhasil.

“Yang kami katakan adalah, mari lakukan tiga balapan pertama di Eropa dan kemudian kami akan duduk bersama dan melihat, pertama-tama apakah dia senang dengan motornya,” sambungnya.

“Apakah dia mampu berjuang untuk posisi yang layak dia raih, dan apakah dia juga mampu berjuang untuk posisi yang Ducati inginkan dari rider selevel dirinya. Saya rasa tak ada gunanya untuk lanjut dan berusaha membuat sesuatu berhasil kalau memang tak berhasil,” tandas Ciabatti.

Seri MotoGP berikutnya akan digelar di Mugello pada 4 Juni atau akhir pekan ini.

Sukses di Girona, Pablo Machin Jadi Pelatih Baru Sevilla

Sukses di Girona, Pablo Machin Jadi Pelatih Baru Sevilla

Sevilla punya pelatih baru untuk menghadapi musim depan. Los Rojiblancos menunjuk Pablo Machin, yang sebelumnya sukses bersama Girona, sebagai entrenador anyar.

Machin telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Sevilla. Pelatih berusia 43 tahun itu menggantikan Vincenzo Montella, yang dipecat pada bulan April lalu.

Setelah Montella dipecat, Joaquin Caparros menjadi caretaker untuk empat pertandingan terakhir musim 2017/2018. Caparros mengantarkan Sevilla finis ketujuh di klasemen akhir La Liga, yang menghasilkan tiket Liga Europa musim depan.

Namun, Caparros tak mau menjadi pelatih tetap Sevilla. Dia kemudian diangkat sebagai direktur sepakbola di klub tersebut.

“Pablo Machin akan menjadi pelatih baru Sevilla. Klub telah mencapai kesepakatan untuk dua musim ke depan, dengan pelatih akan bergabung setelah sukses selama tiga setengah tahun di Girona FC,” tulis Sevilla dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (28/5/2018).

Saat masih menjadi pemain, Machin terpaksa pensiun di usia 23 tahun akibat cedera lutut parah. Dia kemudian terjun ke dunia kepelatihan dan telah menangani tim lokal Calasanz serta Numancia sebelum mulai bekerja di Girona pada Maret 2014.

Machin memimpin Girona promosi ke La Liga pada musim 2017/2018. Di bawah arahannya, Girona tampil impresif pada musim debut di La Liga dengan finis di peringkat kesepuluh.

Nyanyian Juergen Klopp Usai Gagal di Final Liga Champions

Nyanyian Juergen Klopp Usai Gagal di Final Liga Champions

Juergen Klopp tak berlama-lama larut dalam kekecewaan usai Liverpool gagal di final Liga Champions 2018. Klopp asyik menyanyi sebelum kembali ke markas tim.

Liverpool gagal meraih gelar Liga Champions pada Minggu (27/8/2018) dinihari WIB. The Reds kalah 1-3 dari Real Madrid di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, dalam laga puncak.

Kekalahan itu tentu bikin seluruh orang-orang di jajaran tim dan fans Liverpool bersedih. Tapi, Klopp terlihat tak butuh waktu lama untuk kembali tersenyum dan bergembira.

Klopp bernyanyi bersama dengan asisten manajer, Peter Krawietz, dan dua orang lainnya, yang diketahui adalah Campino selaku vokalis band asal Jerman ‘Die Toten Hosen’ dan jurnalis Jerman, Johnanes B. Kerner.

Hal itu terungkap dari video yang viral di media sosial. Klopp dan rekan-rekannya bernyanyi sambil melompat-lompat dengan liriknya yang menyebut-nyebut Madrid mendapatkan banyak keberuntungan di laga final. Saat bernyanyi itu, Klopp terlihat memegang foto pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain, dan kekasih si pemain, Perrie Edwards.

Video itu kabarnya direkam pada Minggu (27/5/2018) sekitar pukul 6 pagi waktu Kiev. Itu terjadi beberapa saat sebelum seluruh anggota tim Liverpool bertolak ke Inggris.

Lirik lagu yang dinyanyikan Klopp:

“We saw the European Cup

Madrid had all the f****** luck

We’ll just keep on being cool

And bring it back to Liverpool!”

Balapan GP Monako Dianggap Paling Membosankan di F1

Balapan GP Monako Dianggap Paling Membosankan di F1

Fernando Alonso menganggap balapan GP Monako tahun ini sebagai balapan paling membosankan dalam sejarah Formula 1. Menurutnya, fans yang sudah membeli tiket layak mendapatkan refund.

Balapan GP Monako 2018 di Sirkuit Monte Carlo, Minggu (27/5/2018), dimenangi oleh pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo. Ricciardo, yang start dari pole position, mampu mengalahkan Sebastian Vettel meski mesin mobilnya bermasalah selama lebih dari separuh balapan.

Di belakang Ricciardo dan Vettel ada Lewis Hamilton, Kimi Raikkonen, Valtteri Bottas, dan Esteban Ocon. Posisi finis enam besar tersebut sama persis dengan urutan ketika start.

Alonso, yang start dari posisi ketujuh, juga tetap berada di posisi tersebut hingga mobilnya mengalami masalah ketika balapan tersisa 25 putaran. Pebalap McLaren itu pun gagal finis.

Alonso kecewa karena peluangnya untuk menambah poin menguap. Dia merasa pasti mendapatkan angka jika mampu menyentuh garis finis mengingat minimnya overtaking di Monako.

“Saya ada di posisi ketujuh dan aman karena di sini tak ada overtaking. Kami kehilangan sejumlah poin bagus hari ini,” ujar Alonso seusai lomba seperti dikutip Crash.net.

“Saya tak tahu persis, sesuatu di girboks atau sesuatu di mesin, tapi kami kehilangan tenaga dan kami kehilangan sinkronisasi persneling,” katanya saat ditanya soal penyebab mobilnya berhenti.

Di mata Alonso, balapan di Monako kali ini benar-benar membosankan dan tak menghibur.

“Mungkin ini balapan paling membosankan yang pernah ada, tanpa safety car, tanpa bendera kuning. Saya pikir olahraga ini perlu sedikit berpikir mengenai pertunjukan, karena ini sangat mengecewakan,” tutur pebalap Spanyol itu.

“Saya pikir mungkin kita perlu memberikan sesuatu ke fans pada akhir balapan untuk mengganti sedikit dari tiket mereka

Hal serupa diungkapkan oleh Raikkonen. Pebalap Ferrari itu sepakat kalau balapan di Monako dianggap tak menarik.

“Kualifikasi menentukan sebagian besar hal di sini. Tak banyak yang terjadi. Bagian menentukan berikutnya adalah start dan semua orang mengemudi di belakang satu sama lain. Siapa yang membalap di depan menentukan kecepatan,” ujar Raikkonen.

“Harus ada kesalahan besar untuk bisa dilewati. Kami akhirnya membalap sekitar 70 lap cuma berkeliling, menyelesaikan balapan. Bukan yang paling menarik, tentu saja

Ronaldo: Real Madrid Sudah Menciptakan Sejarah

Ronaldo: Real Madrid Sudah Menciptakan Sejarah

Real Madrid berhasil menjuarai Liga Champions tiga kali secara beruntun. Cristiano Ronaldo menyebut El Real sudah menciptakan sejarah.

Dalam pertandingan final Liga Champions 2018, Madrid menang 3-1 atas Liverpool. Dalam pertandingan di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB, kemenangan El Real ditentukan oleh satu gol Karim Benzema dan sepasang gol Gareth Bale.

Liverpool sekali menjaringkan bola lewat tendangan Sadio Mane dalam sebuah situasi tendangan sudut. Dia meneruskan umpan Virgil van Dijk untuk menjebol gawang Madrid yang dikawal oleh Keylor Navas.

Dengan gelar juara di Liga Champions 2017/2018, Madrid pun mengangkat Si Kuping Besar untuk ketiga kalinya secara beruntun. Madrid dan Zinedine Zidane menjadi yang pertama mencatatkannya.

Lebih jauh lagi, Madrid sudah memenangi Liga Champions sebanyak empat kali dalam setengah dekade terakhir. Mereka menegaskan diri menjadi peraih gelar juara Liga Champions terbanyak dengan catatan 13 piala.

“Itu yang kami semua cari, kami tahu laganya akan sulit tapi kami memang layak untuk menang,” kata Ronaldo di situs UEFA.

“Laga final selalu rumit, tapi kami layak mendapatkan ini. Kami sudah mencetak sejarah,” dia menambahkan.

Pertunjukan Horor Loris Karius

Pertunjukan Horor Loris Karius

Loris Karius jadi sorotan usai Liverpool dikalahkan Real Madrid di final Liga Champions. Kiper Liverpool itu membuat blunder fatal. Tak cuma satu, tapi dua.

Liverpool tak mampu menghentikan Madrid menuju hat-trick juara Liga Champions. Dalam pertandingan final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB, The Reds kalah 1-3.

Sorotan tak cuma mengarah ke Gareth Bale yang mencetak gol salto spektakuler. Karius juga jadi pembicaraan usai pertandingan final. Namun sayangnya bukan untuk alasan yang positif.

Karius melakukan dua kesalahan fatal dalam pertandingan tersebut. Kedua kesalahan tersebut berperan besar dalam terciptanya gol Madrid.

Yang pertama, Karius membuat kesalahan saat hendak menyodorkan bola di area pertahanan sendiri di menit ke-51. Bola yang ia lepaskan dipotong oleh Karim Benzema dan masuk ke gawang.

Pada menit ke-83, Karius kembali bikin blunder. Bola tendangan Bale lolos dari tangkapan Karius dan meluncur ke gawang.

Manajer Liverpool Juergen Klopp menyayangkan kesalahan kipernya itu. Tapi klopp enggan menyalahkan Karius.

“Loris Karius tahu itu, semua orang tahu. Sangat disayangkan terjadi di pertandingan seperti ini, di musim seperti ini,

Saya bersimpati kepadanya. Dia adalah anak yang fantastis. Kesalahan kedua adalah karena yang pertama,