Maradona ‘Menangis’ Lihat Argentina Dilumat Kroasia

Maradona ‘Menangis’ Lihat Argentina Dilumat Kroasia

Diego Maradona menyaksikan langsung Argentina dilumat Kroasia tiga gol tanpa balas di laga kedua Grup C Piala Dunia 2018. Sang legenda disebut-sebut menangis.

Maradona datang langsung ke Nizhny Novgorod Stadium, Kamis (21/6/2108) waktu setempat, untuk menonton Argentina vs Kroasia. Itu menjadi kemunculan keduanya, usai sebelumnya juga menonton Argentina menghadapi Islandia.

Tak dinyana, Maradona malah menonton pertunjukkan horor dari Argentina. Tim yang ia antar menjadi juara Piala Dunia 1986 itu malah kalah telak dengan skor 0-3 dari Kroasia.

Di laga itu, Argentina bermain buruk. Meski menahan imbang tanpa gol di babak pertama, Albicelesete dibobol Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic di babak kedua. Gol pertama yang dicetak Rebic bahkan berasal dari blunder kiper Willy Caballero.

Maradona pun seolah tak percaya melihat Argentina, yang diperkuat pesepakbola terbaik seperti Lionel Messi, babak belur melawan Kroasia. Dalam suatu momen di laga itu, Maradona pun disebut-sebut menangis.

Dalam video yang beredar di Twitter, Maradona terlihat menggosok matanya dengan tangan saat duduk lesu di kursi penonton. Di sebelahnya, seorang pria tampak menenangkan legenda berusia 57 tahun itu sambil berbicara.

Momen itu membuat Maradona disebut-sebut menangis melihat permainan Argentina. Sang legenda diklaim kecewa betul melihat negaranya kalah telak dan kini terancam tersingkir di fase grup.

Nasib Argentina di Grup C memang di ujung tanduk lantaran baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan, usai di laga perdana ditahan Islandia 1-1. Kini Tim Tango harus menang di laga terakhir melawan Nigeria, sambil berharap Islandia gagal saat melawan Australia dan Kroasia.

Sampaoli: Skuat Argentina Menutupi Kecemerlangan Messi

Sampaoli: Skuat Argentina Menutupi Kecemerlangan Messi

Dibandingkan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi meredup di awal Piala Dunia 2018. Hal tersebut diyakini karena skuat Argentina membatasi kecemerlangan Messi.

Komentar tersebut dilontarkan sendiri oleh pelatih Argentina sendiri, Jorge Sampaoli, usai timnya babak belur di tangan Kroasia 0-3 pada lanjutan penyisihan Grup D, Jumat (22/6/2018) dinihari WIB.

Bertanding di Stadion Nizhny Novgorod, Messi tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya. Selama 90 menit di atas lapangan, pemain terbaik dunia lima kali tersebut cuma melepaskan satu tembakan, dua operan kunci, dan membuat 49 sentuhan bola.

Selama gelaran turnamen, Messi belum sekalipun mengoyak gawang lawan. Kritik sudah dialamatkan kepada megabintang Barcelona itu terlebih setelah gagal mengeksekusi penalti ketika Argentina ditahan Islandia 1-1 di laga pertama, akhir pekan lalu.

Di sisi lain rival Messi, Ronaldo, justru bersinar bersama Portugal. Ronaldo sudah menceploskan empat gol dan membawa negaranya di ambang kelolosan ke babak 16 besar usai meraih empat poin dari dua pertandingan pertama.

Skuat Argentina dipenuhi banyak pemain bintang dunia. Selain Messi, Albiceleste masih memiliki pemain-pemain macam Sergio Aguero, Angel Di Maria, Paulo Dybala, dan lain-lain tapi kesulitan untuk membuat skuatnya klop. Messi bahkan sering ditugasi untuk mengatur semua permainan Argentina.

“Ronaldo adalah seorang pemain yang sangat bagus, Anda bisa melihat semua yang sudah capai di dalam kariernya,” kata Sampaoli dalam konferensi pers pascapertandingan yang dikutip FourFourTwo. “Untuk sekarang, tidak seharusnya kita membandingkan dua pemain ini.”

“Dengan realita skuat Argentina, hal itu menutupi kecemerlangan Messi. Dia (Messi) terbatasi karena tim tidak padu dengan dia secara ideal, seperti yang seharusnya. Sebagai pelatih, kami memang perlu menghadapi hal ini.”

“Saya selalu mencari posisi terbaik untuk para pemain saya di atas lapangan. Kami tidak mampu menemukan penghubung yang akan menguntungkan Argentina dan Leo,” tutur bekas pelatih timnas Chile itu.

Kekalahan dari Kroasia menempatkan Argentina di ujung tanduk. Masih mengoleksi satu poin, Argentina butuh kemenangan di laga terakhir, tapi juga bergantung pada hasil yang didapat dua tim lainnya: Nigeria dan Islandia.

Prediksi Prancis Vs Peru: Ujian Kedua Les Blues

Prediksi Prancis Vs Peru: Ujian Kedua Les Blues

Prancis ditantang Peru pada laga keduanya di Grup C Piala Dunia 2018. Les Blues diprediksi menang, tapi tidak mudah meraihnya sebab Peru berpotensi menyulitkan.

Pertandingan Prancis vs Peru akan digelar di Yekaterinburg Arena, Yekaterinburg, Kamis (21/6/2018) pukul 22.00 WIB. Di laga lainnya, Denmark akan menghadapi Australia.

Prancis yang kini memuncaki Grup C dengan tiga poin, sama dengan Denmark, harus menang melawan Peru untuk mengamankan langkahnya ke 16 besar. Tapi Antoine Griezmann dkk diprediksi bakal kesulitan.

Prancis sebelumnya menang 2-1 atas Australia. Gol penalti bantuan VAR yang dicetak Griezmann serta bunuh diri Aziz Behich memastikan tiga poin perdana mereka raih di Piala Dunia 2018.

Dari laga itu, terlihat ada sejumlah masalah dari Prancis. Gol kedua melawan Australia membuktikan lini serangnya masih kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Sementara lini belakangnya juga masih kerap melakukan kesalahan, yang terbukti memberikan penalti untuk Australia lewat hand ball Samuel Umtiti.

Tak ayal, potensi Peru menyulitkan Prancis bakal hadir malam nanti. Los Incas memperlihatkan penampilan solid di laga pertamanya.

Meski kalah 0-1 dari Denmark, Peru bermain lebih baik di laga itu. Mereka menguasai ball possession mencapai 52%, melepaskan 17 shots, dan enam yang on target. Denmark sendiri ‘tertolong’ oleh kiper Kasper Schmeichel, yang berkali-kali mengamankan gawangnya dari gempuran Peru.

Dalam sejarahnya, Peru dan Prancis pernah bertemu sekali di laga persahabatan tahun 1982. Ketika itu, Peru menang 1-0 di Parc d Princes.

Tapi sejak 1978, Prancis tak pernah kalah saat menghadapi tim Amerika Latin di Piala Dunia. Prancis bisa menang tiga kali dan bermain imbang empat kali dalam tujuh pertemuan terakhirnya. Tim Ayam Jago bisa clean sheet di enam pertemuan terakhir.

Adapun Peru punya rekor buruk saat menghadapi tim Eropa. Hasil dari lima pertemuan terakhirnya adalah dua kali imbang dan tiga kali kalah.

Kans Prancis memenangkan laga jelas lebih besar. Kendati demikian, tim besutan Didier Deschamps itu harus melalui perlawanan sengit yang diberikan Peru terlebih dahulu.

Prancis diunggulkan oleh rumah taruhan Eropa, William Hill, akan memenangi pertandingan dengan koefisien 4/7. Sementara imbang diberi koefisien 11/4, sedangkan kemenangan Peru ada di koefisien 5.

Jerman Bantah Ruang Gantinya Tak Harmonis

Jerman Bantah Ruang Gantinya Tak Harmonis

Ruang ganti Jerman dispekulasikan retak menyusul kekalahan mengejutkan dari Meksiko 0-1. Namun, kabar tersebut segera dibantah.

Hasil tersebut membuat Die Mannschaft menerima kritik tajam. Pasalnya, Jerman berstatus sebagai juara bertahan di Piala Dunia 2018 serta juara Piala Konfederasi tahun lalu.

Kini, situasi Jerman dalam tekanan besar. Jerman dihadapkan pada pertandingan krusial melawan Swedia di akhir pekan, yang wajib dimenangi demi menghidupkan peluang lolos ke fase knockout, sebelum melawan Korea Selatan di laga terakhir.

Topik disharmoni muncul saat konferensi pers setelah latihan Jerman. Pemain depan, Thomas Mueller, menepis spekulasi itu.

“Apakah (rumor) itu sudah dikonfirmasi? Apakah Anda punya sumber? Tidak? Ok,” jawab Mueller saat ditanya apakah ada disharmoni dalam tim mengingat banyaknya pemain Bayern Munich di dalam tim.

“Pada 2012, interaksi kami memang tidak bagus-bagus amat, tapi sekarang tidak seperti itu,”

Mueller menjelaskan performa buruk Jerman melawan Meksiko. Sejak tampil ciamik di kualifikasi, performa Jerman menurun dengan hanya sekali menang dalam enam pertandingan ujicobanya.

“Kupikir kami terlalu menggampangkan setelah pertandingan-pertandingan pemanasan,” Mueller melanjutkan. “Secara internal, kami mengakuinya dan kami mengritik diri sendiri dan bilang kami perlu melakukan ini dan itu.”

“Kami berharap saat Piala Dunia datang, kami bisa meningkatkan permainan kami tapi nyatanya tidak. Kami perlu kembali bersiap dengan jauh lebih baik. Itu saja. Yang penting sekarang, kami menatap ke depan dengan dua tugas mahapenting di depan kami.”

Mohamed Salah Tak Mampu Angkat Mesir

Mohamed Salah Tak Mampu Angkat Mesir

Mohamed Salah sudah bermain untuk Mesir di ajang Piala Dunia 2018. Kehadirannya tak mampu mengangkat performa The Pharaohs.

Mesir menelan kekalahan 1-3 dari Rusia dalam pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2018 di Saint-Petersburg Stadium, Saint-Petersburg, Rabu (20/6/2018) dinihari WIB. Pelatih Hector Cuper sudah memainkan Salah sejak awal di laga itu.

Kewajiban untuk memenangi pertandingan demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya membuat Cuper memainkan pemain, yang mencatatkan 44 gol bersama Liverpool, itu sejak awal. Salah menempati pos sisi kanan serangan Mesir. Saat Mesir kalah dari Uruguay, Salah cuma menjadi penonton.

Salah gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan, meski dia mampu membukukan gol lewat titik putih. Di babak pertama, Salah teredam. Salah menjadi outfield player Mesir yang paling sedikit menyentuh bola, Opta melansir data bahwa pemain Liverpool itu cuma 19 kali melakukan sentuhan.

Di sepanjang pertandingan, Salah melakukan sebanyak empat kali tembakan, dua off target, satu diblok, dan satu berbuah gol, itupun dicetak lewat titik putih dalam data yang dilansir oleh Whoscored. Gol Salah itu juga menjadi satu-satunya shot on target Mesir ke gawang Rusia.

Salah tak juga menambah kreativitas Mesir. Cuma ada dua keypasses yang dilepaskan oleh Salah di sepanjang pertandingan, hingga tak banyak peluang yang diciptakan oleh Mesir.

Mesir kini terancam akan menjadi tim Afrika pertama yang akan tersingkir dari ajang Piala Dunia 2018. Itu akan terjadi kalau Uruguay berhasil memetik kemenangan atas Arab Saudi dalam laga Grup A lainnya.

“Salah krusial, pemain vital untuk skuat. Dia merupakan referensi utama. Dia mengalami cedera dan kami khawatir. Kami tahu kalau dia pulih tepat waktu, itu akan menjadi hal bagus,” kata Cuper di Sky Sports.

“Satu hal yang saya sedihkan saya akan senang menyaksikan kehadirannya di tempat latihan dengan tim.”

“Sulit untuk mengatakan apa yang terjadi apakah dia ada di performa puncak, tapi saya selalu bilang bahwa di belakang satu atau dua pemain brilian, selalu ada sebuah tim,” dia menambahkan.

Lewandowski Mati Kutu

Lewandowski Mati Kutu

Robert Lewandowski jadi andalan utama Polandia untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018. Namun, Lewandowski mati kutu di laga pertama dan tak sanggup menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Lewandowski, yang menjadi kapten tim, bermain penuh saat Polandia dikalahkan Senegal dengan skor 1-2 pada laga Grup H di Otkritie Arena, Moskow, Selasa (19/6/2018).

Grzegorz Krychowiak menjadi pencetak satu-satunya gol Polandia pada laga tersebut. Sementara itu, dua gol Senegal lahir dari gol bunuh diri Thiago Cionek dan gol Mbaye Niang.

Lewandowski sendiri tak bisa berbuat banyak di lini serang. Rapatnya pertahanan Senegal yang dipimpin oleh Kalidou Koulibaly membuat Lewandowski tak berkutik.

Lewandowski cuma menyentuh bola tiga kali di area penalti Senegal. Striker milik Bayern Munich itu juga cuma melepaskan dua tembakan di sepanjang laga, satu di antaranya tepat sasaran.

Mandulnya Lewandowski pada laga melawan Senegal bertolak belakang dengan performanya di babak kualifikasi. Lewandowski adalah top skorer babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA dengan 16 gol.

“Senegal membuat Polandia tak bisa bermain. Anda harus memberi pujian untuk itu…” ujar pelatih Senegal, Aliou Cisse, seusai pertandingan.

“Kami tahu bahwa Robert Lewandowski adalah elemen kunci… dan kami bermain sangat rapat,”

Kekalahan ini menyulitkan Polandia dalam upaya mereka untuk lolos ke babak 16 besar. Dengan poin nol, mereka kini ada di bawah Jepang dan Senegal yang punya poin tiga di klasemen Grup H.

Polandia akan mengharapkan gol-gol dari Lewandowski pada pertandingan selanjutnya, yaitu melawan Kolombia di Kazan Arena pada 24 Juni 2018.

Kane: Inggris Mestinya Bisa Cetak Gol Lebih Banyak di Babak Pertama

Kane: Inggris Mestinya Bisa Cetak Gol Lebih Banyak di Babak Pertama

Inggris memetik kemenangan atas Tunisia di laga Grup G Piala Dunia 2018. The Three Lions disebut seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak di babak pertama.

Dalam pertandingan di Volgograd Arena, Volgograd, Selasa (19/6/2018) dinihari WIB, Inggris menang 2-1 atas Tunisia. Tim asuhan Gareth Southgate itu bisa mengontrol jalannya pertandingan.

Kapten tim, Harry Kane, menjadi pencetak dua gol Inggris ke gawang Tunisia. Gol pertama dibukukan di menit ke-11, melakukan rebound usai sundulan John Stones diblok kiper Tunisia.

Di babak pertama, Inggris banyak menciptakan peluang emas. Tapi, mereka kurang tajam dalam hal penyelesaian akhir.

Inggris memetik kemenangan atas Tunisia di laga Grup G Piala Dunia 2018. The Three Lions disebut seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak di babak pertama.

Dalam pertandingan di Volgograd Arena, Volgograd, Selasa (19/6/2018) dinihari WIB, Inggris menang 2-1 atas Tunisia. Tim asuhan Gareth Southgate itu bisa mengontrol jalannya pertandingan.

Kapten tim, Harry Kane, menjadi pencetak dua gol Inggris ke gawang Tunisia. Gol pertama dibukukan di menit ke-11, melakukan rebound usai sundulan John Stones diblok kiper Tunisia.

Di babak pertama, Inggris banyak menciptakan peluang emas. Tapi, mereka kurang tajam dalam hal penyelesaian akhir.

Shaq ke LeBron: Tak Perlu Lagi Kejar Tambahan Cincin Juara NBA

Shaq ke LeBron: Tak Perlu Lagi Kejar Tambahan Cincin Juara NBA

Kontrak LeBron James dengan Cleveland Cavaliers habis bulan Juni ini. Legenda NBA Shaquille O’Neal menyarankan LeBron tak perlu lagi ngotot mengejar tambahan cincin juara.

LeBron berhasil mencapai final pada dua tahun terakhir bersama Cavs tapi selalu gagal meraih gelar juara. LeBron sebenarnya sudah tiga kali meraih gelar juara yakni pada 2012, 2013, dan 2016. Tapi, ia gagal pada enam final lainnya.

Banyak yang memprediksi LeBron akan mencari tim lain untuk mengejar cincin juara. Los Angeles Lakers dan Philadelphia 76ers menjadi dua tim yang kabarnya punya peluang besar mendatangkan pemain 33 tahun tersebut.

Meski begitu, Shaq menganggap LeBron tak perlu terlalu fokus mengejar gelar juara lagi. Bagi mantan Center Los Angeles Lakers itu, banyak orang sudah menganggap LeBron sebagai legenda.

“Di masa lalu ada yang pernah berkata kepada saya, dengan bilang bahwa ‘bukumu sudah selesai. Kamu bisa menambah halaman di akhir, tapi bukumu sudah tuntas’. Jadi buku LeBron sudah selesai,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

“Yang dilakukannya sudah setara dengan para legenda; ia sudah menorehkan pencapaiannya — ia punya tiga cincin juara. Mungkin saat ini ia ingin meraih cincin keempat sebelum Stephen Curry melakukannya. Tapi jika saya jadi dia, saya tak akan mencoba meraih yang keempat, kelima, atau keenam, karena pada akhirnya itu tidak terlalu berpengaruh.”

“Itu cuma pembahasan tambahan, sesuatu untuk ‘menambah halaman’. Dia sudah menjadi legenda, sampai-sampai ada pembahasan mengenai siapa yang terhebat antara dirinya dengan Michael Jordan, jadi itu sudah cukup,” tutur Shaq.

Jerman Kini Wajib Menang atas Swedia dan Korsel.

Jerman Kini Wajib Menang atas Swedia dan Korsel.

Kekalahan dari Meksiko membuat Jerman berada di posisi tertekan. Die Mannschaft kini wajib menang atas Swedia dan Korea Selatan pada dua laga sisa di babak penyisihan grup.

Jerman di luar dugaan dikalahkan Meksiko 0-1 pada laga pertamanya di Grup F Piala Dunia 2018 yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (17/6/2018). Sang juara bertahan gagal membalas gol semata wayang Meksiko yang dicetak oleh Hirving Lozano pada menit ke-35.

Jerman gagal mengonversi dominasi mereka pada laga melawan Meksiko menjadi gol. Meski lebih banyak menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang, tim besutan Joachim Loew itu tak mampu menceploskan bola ke dalam gawang. Sementara itu, Meksiko yang mengandalkan serangan-serangan balik tampil lebih efektif.

“Kami tak menemukan solusi apa pun untuk permainan mereka di babak pertama,” ujar gelandang Jerman, Toni Kroos, kepada ZDF.

“Di babak kedua, kami lebih baik. Meksiko lelah, tapi kami tak mencetak gol meskipun ada cukup banyak peluang untuk mencetak paling tidak satu gol,” tambah Kroos.

Kalah di laga pertama memang tak menutup peluang Jerman untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, mereka tak boleh kehilangan poin pada laga melawan Swedia (23 Juni) dan Korea Selatan (27 Juni).

“Kami sekarang berada di bawah tekanan, tak perlu dipertanyakan lagi. Kami harus meraih enam poin,”

Tite Nilai Gol Swiss adalah Pelanggaran

Tite Nilai Gol Swiss adalah Pelanggaran

Brasil ditahan imbang Swiss 1-1 di laga Grup E Piala Dunia 2018. Tite mengakui Selecao banyak membuang peluang serta menuding gol lawan berbau pelanggaran.

Brasil sempat memimpin lebih dulu atas Swiss di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Senin (18/6/2018) dini hari WIB. Gol indah Philippe Coutinho membawa Tim Samba unggul 1-0 di babak pertama.

Tapi Swiss membalas di babak kedua. Gol Steven Zuber di menit ke-50 membuat skor menjadi 1-1. Brasil kemudian banyak menekan, namun tak mampu menghadirkan gol kedua.

BBC mencatat, Brasil melepaskan 21 tembakan dan hanya lima yang on target. Upaya Neymar dkk lebih banyak melenceng dari gawang Swiss yang dijaga Yann Sommer. Tite menyayangkan hal itu sebab target kemenangan juga ikut sirna.

“Kami memiliki terlalu banyak tendangan melenceng, jika kami sedikit lebih fokus, kami bisa membuat kiper lawan bekerja lebih keras. Harapan saya tentu saja meraih kemenangan jadi saya tidak senang dengan hasilnya,” kata Tite seperti dilansir BBC.

Adapun Tite menyoroti gol yang dicetak Swiss yang dinilai lebih dulu terjadi pelanggaran. Dalam tayangan ulang, Zuber memang terlihat mendorong Miranda lebih dulu sebelum menanduk bola masuk ke gawang Alisson Becker.

“Ini (gol Swiss) tidak ada hubungannya dengan posisi pemain, itu adalah pelanggaran,” sembur Tite.

Selanjutnya Brasil akan menghadapi Kosta Rika di Krestovsky Stadium, Saint-Petersburg, Jumat (22/6), sementara Swiss menghadapi Serbia di Kaliningrad Stadium.