Celtics Lanjutkan Rentetan Kemenangan

Celtics Lanjutkan Rentetan Kemenangan

Boston Celtics melanjutkan tren positifnya di NBA 2017/2018. Menjamu Brooklyn Nets, Celtics menang tipis 108-105.

Bertanding di TD Garden, Senin (1/1/2017), Celtics mengawali dengan positif usai merebut kuarter pertama 38-28. Nets merespons dengan memenangi kuarter kedua 31-23. Paruh pertama ditutup dengan selisih satu bola yakni 61-59 untuk keunggulan tuan rumah.

Di kuarter ketiga, Celtics menambah 21 poin sementara Nets punya 17 angka. Kuarter terakhir pun berjalan ketat, dengan Nets unggul tipis dalam perolehan poin yakni 29-26. Tapi angka di kuarter itu belum cukup bagi Nets, yang akhirnya kalah 105-108.

Kyrie Irving jadi penampil terbaik Celtics usai mencetak 28 poin. Hasil ini sekaligus membawa Celtics merangkai tiga kemenangan beruntun dan mendapatkan suntikan kepercayaan diri jelang lawan Cleveland Cavaliers di laga berikutnya.

Sementara itu di pertandingan lainnya, Houston Rockets sukses mengatasi Los Angeles Lakers dengan 148-142. James Harden mencetak double-double berkat 40 poin dan 11 assist.

Hasil ini menghentikan rangkaian negatif Rockets setelah selalu kalah di lima partai sebelumnya.

Klopp Sebut Liverpool Senang dengan Kebijakan Rotasinya.

Klopp Sebut Liverpool Senang dengan Kebijakan Rotasinya.

Juergen Klopp mengungkap rahasia di balik performa stabil Liverpool belakangan ini. Ia mengaku kebijakan rotasinya bisa diterima para pemain.

Liverpool sedang dalam performa stabil belakangan ini. Mereka sementara berada di peringkat empat dengan 41 poin dan belum terkalahkan di 12 pertandingan Liga Inggris terakhir.

Di balik penampilan gemilang Liverpool itu, Klopp kerap membuat fans bertanya-tanya dengan susunan pemain yang diturunkan di tiap laganya. Klopp seringkali dinilai terlalu berani meninggalkan pemain-pemain kunci.

Misalnya ketika Klopp mengistirahatkan Coutinho dan Firmino di laga derby Merseysides kontra Everton. Kedua pemain itu justru baru diturunkan kembali Klopp jadi starter di laga selanjutnya melawan West Bromwich Albion.

Dari 21 laga yang dilakoni Liverpool musim ini, hanya Mohamed Salah yang belum pernah diistirahatkan. Pemain asal Mesir itu memang jadi mesin gol The Reds dengan sudah mencetak 17 gol di liga.

Klopp menilai, para pemainnya bisa menerima kebijakan rotasinya musim ini. Ia meminta semua pemain bisa berbagi peran dengan rekannya.

“Mereka menerimanya. Tidak ada yang bilang kepada saya sesuatu yang berbeda,” Klopp mengatakan seperti dilansir Independent.

“Jika Anda ingin menjadi bagian dari klub sepakbola yang bagus, Anda harus banyak menaruh hormat pada pemain lain yang juga sangat bagus.”

“Mereka senang sekarang sebab mereka bagian dari skuat yang tangguh. Pemain tahu sulit bermain di semua laga. Kalau Anda bertanya soal bertanding, jawabannya pasti ‘Ya saya siap’, tapi kenyataannya tidak begitu sepanjang waktu,” Klopp menegaskan.

Selanjutnya Liverpool akan menghadapi Burnley di Turf Moor, Senin (1/1/2018). Klopp kabarnya baru akan mengistirahatkan Salah yang sempat tertatih-tatih di laga melawan Leicester.

Crutchlow dan Marquez Kompak soal Motor Honda di MotoGP 2018

Crutchlow dan Marquez Kompak soal Motor Honda di MotoGP 2018

Cal Crutchlow dan Marc Marquez rupanya kompak meminta hal yang sama dari Honda dalam proses pengembangan motor untuk musim 2018 mendatang.

Hal itu diungkap Crutchlow, yang sejak 2015 sudah berkiprah untuk tim LCR Honda di kelas primer. Sebelumnya ia sudah pernah menunggangi motor Ducati dan Yamaha di kelas primer.

Crutchlow sendiri memuji sejumlah aspek positif dari motor Honda RC213V di 2017. Tapi ia juga mengingatkan bahwa sulit untuk membuat motornya jadi lebih oke tanpa mengorbankan beberapa keunggulan itu.

Itu mengapa Crutchlow gembira mengetahui bahwa Marquez yang membela tim pabrikan Honda menginginkan hal yang sama dari motor mereka pada musim depan yakni RC213V yang lebih netral.

“(Marquez sudah meminta) hal persis sama. Nyaris semua yang sudah saya katakan,” kata Crutchlow seperti dikutip Autosport

“Ini tidak biasa. Biasanya saya akan sedikit berbeda dari mereka (Marquez dan Dani Pedrosa) karena mereka belum pernah menunggangi motor lain (kecuali Honda), tapi saat ini prioritas kami benar-benar sama.”

“Saya yakin keinginannya akan jadi prioritas, jadi merupakan hal bagus bahwa kami bicara mengenai arah yang sama,” tuturnya, secara khusus menyebut motor Honda harus lebih baik saat memasuki tikungan.

Bonus Free Chip “Special Malam Pergantian Tahun 2017-2018”

Bonus Free Chip “Special Malam Pergantian Tahun 2017-2018”

Mari Bermain terus di IYAPOKER selama malam pergantian tahun 2017 ke 2018,karena IYAPOKER menyediakan bonus tambahan Free Chip Special Malam Pergantian Tahun.

Dapatkan kesempatan untuk mendapatkan hadiah freechip sebesar :
Rp 2.000.000 untuk 1 orang pemenang
Rp 1.000.000 untuk 2 orang pemenang
Rp 500.000 untuk 10 orang pemenang
Rp 10.000 untuk 500 orang pemenang

Event ini berlaku untuk semua member lama ataupun member baru yang akan bergabung dan akan memiliki peluang yang sama dalam mendapatkan hadiah tambahan freechip.

Scholes: Di Mana Pogba yang Dulu Kita Lihat di Juventus?

Scholes: Di Mana Pogba yang Dulu Kita Lihat di Juventus?

Gelandang Manchester United Paul Pogba dikritik oleh Paul Scholes, mantan pemain klub itu. Scholes membandingkan Pogba saat ini dengan dulu semasa di Juventus.

Kritik tersebut dilontarkan Scholes, yang pada masa jayanya merupakan pemain pilar The Red Devils di lini tengah, setelah skuat Jose Mourinho mengakhiri tahun 2017 dengan hasil seri 0-0 ketika menjamu Southampton, Minggu (31/12/2017) dini hari WIB.

Tambahan satu poin membuat MU menutup tahun 2017 di posisi ketiga klasemen sementara Premier League 2017/2018, terpaut satu angka dari Chelsea di posisi kedua. MU juga ketinggalan 14 poin dari Manchester City yang masih punya satu laga lebih banyak.

Menurut BBC, imbang tanpa gol lawan Soton di Old Trafford sekaligus mengakhiri rentetan MU yang sebelumnya selalu bikin gol di 20 laga kandang seluruh ajang. Sebelum Soton, kali terakhir MU gagal bikin gol di Old Trafford adalah pada 1 April lawan West Brom.

Hasil tersebut membuat Scholes mengkritisi penampilan Pogba saat ini, yang direkrut MU dari Juventus pada musim panas tahun 2016 lalu. Scholes menuntut lebih dari pemain internasional Prancis itu.

Dulu dia ada di penjuru lapangan, terus menekel, mengejar bola, berlari ke arah para pemain lawan, mencetak gol dari jarak jauh.

Klopp Risaukan Kondisi Salah

Klopp Risaukan Kondisi Salah

Penampilan apik Mohamed Salah dalam kemenangan Liverpool atas Leicester City diakhiri dengan adegan terpincang-pincang. Juergen Klopp pun risau.

Pemain internasional Mesir tersebut mencetak kedua gol Liverpool ketika menang 2-1 atas Leicester. Tapi Salah harus ditarik keluar di menit ke-83 akibat cedera.

“Kami harus lebih dulu menelaah lebih jauh apa masalahnya. Kami akan melihat apa yang dapat ia lakukan untuk laga berikutnya,” kata Klopp seperti dilansir BBC.

Salah sejauh ini sudah mencetak 17 gol di Premier League 2017/2018 dan 23 gol di seluruh ajang. Jumlah gol pemain 25 tahun itu cuma kalah dari Harry Kane, dengan 18 gol di Premier League.

Kontribusi Salah untuk Liverpool, yang merekrutnya dari AS Roma di musim panas, kian menonjol berkat lima assist yang sudah ia buat. Tak pelak Klopp sekarang merisaukan kondisi pemainnya tersebut.

Pada saat ini saya belum tahu persis (apa masalahnya) tapi ia terpincang-pincang. Itu tak pernah menjadi pertanda bagus.

Marquez dan Pedrosa Jadi Guru Matematika Palsu

Marquez dan Pedrosa Jadi Guru Matematika Palsu

Di tengah libur kompetisi, sejumlah kegiatan dilakukan Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Salah satunya adalah menjadi guru matematika di sekolah dasar. Seperti apa?

Kebetulan di Spanyol sedang berlangsung yang namanya Dia de Los Santos atau biasanya kita tahu dengan April Mop. Ini saatnya orang-orang di Spanyol saling mengerjai satu sama-lain.

Nah, Marquez dan Pedrosa memilih merayakan hari itu dengan…. menyamar jadi guru di sebuah sekolah dasar di Madrid sana. Tentunya kedua pebalap top itu sudah bekerja sama dengan pihak sekolah dan tim Repsol Honda.

Sejumlah kamera tersembunyi pun dipasang di kelas agar anak-anak itu tidak mengetahuinya. Untuk menyamarkan wajahnya, Marquez dan Pedrosa berdandan layaknya guru, lengkap dengan wig, kacamata, dan jenggot serta kumis palsu.

Pertama-tama wali kelas pun memanggil Marquez yang diperkenalkan dengan nama Profesor Martinez. Saat mengajar, Marquez pun sengaja melakukan kesalahan saat menghitung hasil penjumlahan.

Pura-pura kesulitan, Marquez pun memanggil Pedrosa yang menggunakan nama samaran, Santi, untuk membantunya. Marquez menyebut Pedrosa adalah gurunya dia.

Lama kelamaan, murid-murid itu menyadari bahwa dua guru yang mengajar adalah Marquez dan Pedrosa. Bahkan ada seorang murid yang bertanya “Bukannya kamu Marquez?”

Kedua pebalap itu sempat mengelak sebelum akhirnya penyamaran mereka ketahuan. Ini setelah kumis palsu Marquez terlepas. Sudah tertangkap basah, Marquez dan Pedrosa akhirnya melepas samarannya dan kemudian berbaur dengan anak-anak itu.

Tak lupa sejumlah staf Honda pun ikut masuk ke dalam kelas dan membagikan secarik kertas kepada masing-masing anak untuk ditandatangani Marquez dan Pedrosa.

Di akhir video yang berdurasi sekitar tiga menit itu, anak-anak pun ditanya kesan-kesannya diajar oleh Marquez dan Pedrosa. Mereka pun senang seraya melontarkan kegemasan mereka ketika Marquez dan Pedrosa pura-pura salah saat mengajar berhitung.

Mourinho Soal Transfer Van Dijk yang Begitu Mahal

Mourinho Soal Transfer Van Dijk yang Begitu Mahal

Jose Mourinho mengomentari harga Virgil van Dijk yang begitu tinggi saat dibeli Liverpool. Menurutnya, ini adalah contoh dari bursa yang semakin gila.

Liverpool mesti merogoh kocek sebesar 75 juta pound sterling atau Rp 1,4 triliun untuk mendatangkan Van Dijk dari Southampton. Harga itu menjadikannya sebagai bek termahal di dunia.

Nominal transfer Van Dijk pun banyak dikomentari. Salah satunya oleh Mourinho, manajer Manchester United.

Mourinho menilai harga mahal Van Dijk memang menjadi cara agar klub bisa mendapatkan pemain yang diincar. Menurutnya, klub mau tak mau harus menggelontorkan banyak uang untuk mendapatkan pemain.

“Saya tidak bilang secara spesifik sekarang soal hal ini (Van Dijk) sebab Liverpool melakukan apa yang mereka ingin lakukan dan saya bukan siapa-siapa untuk mengomentarinya. Realitanya adalah kalau mereka pikir itu pemain tepat dan sangat mereka inginkan ya mereka akan membayarnya atau tidak akan bisa memilikinya sebab itu cara kerja pasar sekarang,” Mourinho mengatakan seperti dilansir Guardian.

“Jadi ketika kami bandingkan besaran uang yang manajer dan klub habiskan dan membandingkannya dengan tiga tahun lalu, itu hal yang mustahil. Anda tidak bisa membandingkan realitanya. Virgil van Dijk adalah bek paling mahal dalam sejarah sepak bola. Apakah dia lebih baik dari (Paolo) Maldini, (Giuseppe) Bergomi atau (Rio) Ferdinand? Anda tidak bisa mengatakan itu.”

“Ini soal pasar pemain dan Anda akan membayarnya atau tidak. Jika Anda membayar, Anda membayar sejumlah uang yang cukup gila tapi jika tidak, Anda tidak memiliki pemain. Sesederhana itu.”

“Tidak ada kritik sama sekali soal apa yang dilakukan Liverpool. Memang begitulah adanya,” Mourinho menegaskan.

Morata: City Bakal Sulit Menang Terus-terusan

Morata: City Bakal Sulit Menang Terus-terusan

Striker Chelsea, Alvaro Morata, meyakini Manchester City bakal sulit terus-menerus mengemas kemenangan. Ia pun berharap agar The Citizens terpeleset.

Sebagai juara bertahan Liga Inggris, Chelsea tertinggal 16 poin dari City. Hingga pekan ke-20, The Blues masih di posisi tiga dengan mengoleksi 42 poin, di bawah Manchester United (43) dan City di puncak klasemen (58).

City begitu tangguh bersama Pep Guardiola musim ini. Mereka belum terkalahkan di liga dengan rincian 19 menang dan sekali imbang. 18 kemenangan di antaranya diraih beruntun.

Morata pun menilai Chelsea jelas kesulitan mengejar City. Tapi ia menilai sang rival juga pasti sulit mempertahankan rekor kemenangannya di liga.

“Ini sulit, tapi kami akan melakukan apa yang kami bisa. Ini juga sulit untuk City terus memenangi banyak pertandingan,” Morata mengatakan di situs resmi klub.

“Apa yang harus kami lakukan adalah meraih poin yang ada dengan memenangkan setiap pertandingan. Jika kami menang, kami bisa berharap mereka kalah, sebab itu yang kami semua bisa lakukan,” striker asal Spanyol itu menambahkan.

City selanjutnya akan tandang ke markas Crystal Palace, Minggu (31/12/2017) malam WIB. Sedangkan Chelsea akan menjamu Stoke City,

Aroma Perpecahan Ruang Ganti Arsenal dalam Perayaan Gol Alexis Sanchez

Aroma Perpecahan Ruang Ganti Arsenal dalam Perayaan Gol Alexis Sanchez

Alexis Sanchez mencetak dua gol saat membantu Arsenal mengalahkan Crystal Palace 3-2. Perayaan gol pertamanya dinilai menyiratkan adanya perpecahan di dalam tim.

Sanchez mencetak dua gol di menit 62 dan 66 saat Arsenal mengalahkan Palace di Selhust Park, Jumat (29/12/2017) dini hari WIB dalam pekan ke-20 Liga Inggris. Satu gol Arsenal lainnya dicetak Shkodran Mustafi.

Yang menjadi sorotan adalah setelah Sanchez mencetak gol pertamanya. Ia terlihat mengajak rekan-rekannya berselebrasi bersama, namun cuma sedikit yang bergabung dengannya meski saat itu Arsenal dalam kondisi kembali unggul 2-1. Cuma Mesut Oezil, Granit Xhaka, Alexandre Lacazette, dan Shkodran Mustafi yang ikut merayakan gol itu bersama Sanchez.

Thierry Henry saat menjadi pundit Sky Sports menilai, perayaan gol Sanchez menyiratkan adanya perpecahan di ruang ganti tim. Pemain asal Chile itu dinilai sudah tidak mendapat dukungan rekan-rekannya.

Hal itu karena masa depan Sanchez tidak jelas di Arsenal. Hingga menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin, ia belum juga memperpanjang kontraknya yang bakal habis pada musim panas mendatang.

“Sudah ada kelompok di dalam tim. Dia (Alexis Sanchez) meminta mereka untuk datang (merayakan golnya). ‘Mengapa mereka tidak datang? Anda tidak ingin berselebrasi?’ Henry mengatakan seperti dikutip Mirror.

“Anda tidak di sini untuk Alexis Sanchez, Anda di sini untuk Arsenal. Arsenal mencetak gol. Pergi dan berselebrasilah. Siapapun yang melakukannya, kami tidak peduli. Pergilah dan rayakanlah dengan rekan setimmu.

“Mungkin kami terlalu banyak menerka soal itu, tapi saya melihatnya. Sanchez membuat saya melihatnya. Itu seperti dia berpikir dia sendirian,” Henry menambahkan.

Bukan cuma Henry, Graeme Souness juga menilai demikian soal perayaan gol Sanchez yang tidak ditanggapi pemain Arsenal lainnya.

“Itu memberitahu Anda bahwa ada ruang ganti yang terbagi. Itu menunjukkan mereka saat ini tidak memiliki Sanchez,” Souness melanjutkan.

Akan tetapi, manajer Arsenal Arsene Wenger membantah adanya perpecahan di dalam timnya.