Nazar Lionel Messi jika Argentina Juara Piala Dunia

Nazar Lionel Messi jika Argentina Juara Piala Dunia

Moscow – Megabintang Barcelona, Lionel Messi, berjanji berjalan kaki sejauh 42,2 mil atau sekitar 68 km dari Rosario ke San Nicolas, jika Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia 2018.

Lionel Messi dianggap sebagai satu di antara pemain tersukses di dunia. Namun, hingga saat ini, La Pulga masih belum merengkuh trofi Piala Dunia.

Kesempatan terbesar sang pemain untuk memenangi ajang empat tahunan tersebut terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Sayangnya, impian La Pulga gagal terwujud setelah La Albiceleste ditekuk Jerman 1-0 di partai final.

“Saya akan berjalan kaki ke San Nicholas,” kata Lionel Messi sebelum pertandingan persahabatan kontra Rusia.

Sementara itu, rekan satu negara Messi, Sergio Aguero, punya janji yang lebih “gila”. Eks Atletico Madrid tersebut bernazar berlari dari Rosario ke San Nicholas. “Berjalan? Tidak, kami akan lari!”

Sebenarnya perjalanan yang akan ditempuh Lionel Messi tersebut merupakan tradisi pemeluk Katolik di Argentina. Mereka akan menempuh perjalanan dari kota asal ke Sanctuary Our Lady of Rosario di San Nicholas. Perjalanan religius tersebut akan berlangsung pada tanggal 25 September dan akan memakan waktu sekitar 14 jam.

Sergio Ramos Minta Publik Santiago Bernabeu Tak Ejek Pique

Sergio Ramos Minta Publik Santiago Bernabeu Tak Ejek Pique

Madrid – Timnas Spanyol akan menjamu Italia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Santiago Bernabeu, Madrid, Sabtu (2/9/2017) sore waktu setempat. Sergio Ramos meminta publik Bernabeu tidak mengejek Gerard Pique dalam laga itu.

Bernabeu diyakini tidak akan ramah kepada Pique, yang berstatus bintang Barcelona. Bukan rahasia lagi bahwa Barcelona dan Real Madrid punya rivalitas abadi.

Pique dibenci suporter Los Blancos karena sikap kontroversialnya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tak jarang komentar Pique memancing kemarahan pendukung Real Madrid.

Ramos menyadari hal itu dan meminta publik Bernabeu menerima Pique dengan respek. Kebetulan Sergio Ramos dan Pique sekarang jadi tumpuan Timnas Spanyol di lini belakang.

“Untuk Pique atau siapa pun, Anda harus selalu menghormati pemain. Saya meminta fans mendukung kami,” ungkap Ramos, seperti dilansir Marca.

“Itu akan jadi laga yang ketat dan sulit melawan Timnas Italia. Kami ingin performa yang baik dan memainkan pertandingan bagus,” katanya.

Selain itu, Ramos juga terkejut David Villa kembali dipanggil ke Timnas Spanyol. Ramos tidak meragukan kualitas mantan pemain Barcelona dan Valencia itu meski sudah berusia 35 tahun.

“Saya pikir pemanggilan Villa mengejutkan kami semua. Tapi, itu sangat bisa diterima. Dia masih punya semangat muda dan selalu ingin cetak gol,” beber Sergio Ramos.

Salam Perpisahan yang Tak Pernah Dibayangkan Pirlo

Salam Perpisahan yang Tak Pernah Dibayangkan Pirlo

Dunia baru saja melepas Andrea Pirlo yang memutuskan gantung sepatu sebagai pesepakbola. Pria asal Italia itupun terkesan dengan perpisahannya.

Pirlo resmi pensiun pada Selasa (7/11/2017). Ia memainkan laga pamungkasnya saat membantu New York FC mengalahkan Columbus Crew 2-0 di babak playoff MLS, sehari sebelumnya.

Kepergian Pirlo, yang tenar bersama raksasa Serie A seperti Inter Milan, AC Milan dan Juventus, membuat seluruh pecinta, pemain, dan legenda sepak bola merasa kehilangan. Maklum, Pirlo adalah salah satu pemain dengan kemampuan olah bola mumpuni.

Pada Kamis (8/11/2017) dini hari WIB, Pirlo pun buka suara untuk pertama kalinya pasca pensiun. Lewat akun Twitternya, @Pirlo_official, pria berusia 38 tahun itu mengucapkan terima kasih atas ucapan perpisahan yang ia terima.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehangatan dan cinta yang anda tunjukkan pada saya. Saya tidak pernah membayangkan keterlibatan semacam ini. Itu membuat saya sangat bangga dan senang. Sekali lagi terima kasih,” Pirlo menuturkan.

Semasa berkarier di klub, gelar bergengsi seperti Scudetto Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions sudah Pirlo rasakan. Sementara di Timnas Italia, Pirlo sudah mencicipi gelar Piala Dunia pada 2006.

Hasrat Messi Kembali ke Klub Masa Kecilnya

Hasrat Messi Kembali ke Klub Masa Kecilnya

Sukses di Barcelona tak serta merta membuat Lionel Messi lupa dari mana ia berasal. Messi berhasrat kembali bermain untuk Newell’s Old Boys, klub masa kecilnya di Argentina.

Newell’s Old Boys merupakan klub sepakbola pertama Messi. Sejak usia enam tahun, ia bermain untuk klub asal Rosario itu sebelum diboyong Barcelona pada tahun 2001.

Di Barcelona, Messi menjelma menjadi salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Rentetan gelar individu berhasil ia raih lantaran bermain luar biasa bersama Blaugrana.

Kontrak Messi di Barcelona bakal habis pada Juni 2018. Barca sudah menyodori kontrak baru yang berdurasi seumur hidup bulan lalu, namun Messi belum menandatanganinya.

Di tengah spekulasi soal masa depannya itu, Messi menceritakan keinginannya untuk kembali memperkuat Newell’s Old Boys. Ia masih menyimpan hasrat bisa memperkuat klub masa kecilnya lagi.

“Keinginannya adalah bisa selalu bermain untuk Newell’s, itu yang selalu saya impikan saat masih kecil,” Messi mengungkapkan kepada TyC Sports, seperti yang dilansir Sky Sports.

“Ketika saya bergabung dengan Barcelona, saya membayangkan bisa bermain di Primera Division, tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.”

“Saya tidak bisa mengatakan saya bakal kembali sebab saya tidak tahu ke mana saya akan melangkah,” Messi menegaskan.

Selama berseragam Barcelona, Messi sudah bermain 600 kali dan mencetak 523 gol serta 234 assist. Selama itu, ia sukses menyumbang gelar di antaranya delapan trofi La Liga, empat Liga Champions, dan lima Copa del Rey, tujuh Piala Super Spanyol, dan tiga Piala Dunia Antarklub.

Jika Masih Aktif Membalap, Stoner Pede Bisa Kalahkan Marquez

Jika Masih Aktif Membalap, Stoner Pede Bisa Kalahkan Marquez

Casey Stoner percaya kalau dirinya akan bisa mengalahkan Marc Marquez di atas lintasan. Itu tentunya terjadi andai dia masih aktif membalap.

Di usianya yang baru 27 tahun Stoner membuat kejutan saat memutuskan pensiun dari MotoGP. Itu terjadi di tahun 2012, ketika dia sudah punya dua koleksi juara dunia kelas MotoGP.

Setahun setelah Stoner pensiun Marc Marquez naik ke kelas MotoGP. Pada musim debutnya Marquez berhasil langsung menyabet gelar juara dunia.

“Orang-orang selalu bertanya apakah saya bisa mengalahkan dia (Marquez), dan ada banyak hal yang mengindikasikan saya akan bisa melakukannya. Saya menang atas (Jorge) Lorenzo, Valentino (Rossi), (Andrea) Dovizioso, dan mereka semua sudah mengalahkan dia (Marquez). jadi tidak ada alasan untuk mengatakan saya tidak bisa melakukan itu (mengalahkan Marquez),” ucap Stoner.

“Sebagaimana Dovizioso melakukannya sekarang, saya bisa bertarung dengannya memperebutkan titel,” lanjut rider asal Australia itu dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport.

Stoner punya satu gelar juara dunia ketika memperkuat Ducati (2007). Setelah empat musim memperkuat tim asal Italia itu, dia menyeberang ke Honda. Bersama Honda dia kembali jadi juara dunia di 2011.

Suarez Minta Barca Kejar Coutinho Lagi

Suarez Minta Barca Kejar Coutinho Lagi

Barcelona – Luis Suarez meminta Barcelona tak menyerah mengejar Philippe Coutinho. Sebab Coutinho bakal memberikan banyak hal positif untuk Los Cules.

Coutinho jadi incaran utama Barca musim panas lalu. Meski demikian berkali-kali tawaran klub Catalan itu ditolak oleh manajemen The Reds yang dikabarkan sudah membuat si pemain merasa kesal.

Tapi saga transfer itu berakhir juga ketika Coutinho tetap berseragam merah-merah saat bursa transfer ditutup akhir Agustus lalu. Coutinho pun tetap melanjutkan kiprahnya bersama Liverpool dan malah tampil oke sejauh ini.

Meski demikian, Barca diminta tak begitu saja menutup pintu untuk Coutinho. Pesepakbola 25 tahun itu diklaim sudah ingin bergabung dengan Barca dan klub pun harus bergegas mengejarnya lagi musim depan.

“Suarez akan memberikan banyak keuntungan untuk Barca,” ujar Suarez kepada Mundo Deportivo.

‘Saya mengenalnya secara pribadi dan juga pemain karena saya pernah bermain dengannya, tapi semua orang juga tahu apa yang bisa Coutinho berikan. Dia adalah pesepakbola yang saat ini berada di level tertinggi,” sambungnya.

“Tentu saha dia sangat ingin bergabung dengan Barca karena dia pemain yang berambisi dan setiap pemain pasti ingin datang ke Barcelona.”

“Dia baru saja melewati masa-masa yang sulit dan rumit, tapi sebagai pemain profesional, dia tetap menunjukkan betapa bagusnya dia dan juga kualitas individunya.”

“Meski dia coba meninggalkan Liverpool, dia tetap membantu tim dan bekerja keras. Dia menunjukkan diri sebagai pemain profesional yang berambisi ingin maju,” tutupnya.

Pedrosa Inginkan Akhir Manis

Pedrosa Inginkan Akhir Manis

Dani Pedrosa punya rekor bagus dalam balapan-balapan sebelumnya di MotoGP Valencia. Hal itu menjadi modal bagi Pedrosa untuk menutup musim ini dengan sebuah hasil positif.

Pedrosa pernah enam kali menang di Valencia, dengan rincian sekali di kelas 125cc, dua kali di kelas 250cc, dan tiga kali di kelas MotoGP. Meski gagal finis di Sirkuit Ricardo Tormo pada tahun lalu, pebalap Repsol Honda itu selalu naik podium di tempat yang sama pada 2012-2015.

Pedrosa, yang kini menempati peringkat kelima di klasemen pebalap, berharap kembali mendapatkan hasil menggembirakan di MotoGP Valencia pada Minggu (12/11/2017).

“Kami menuju Valencia dengan mood positif, berusaha mengakhiri musim dengan sebuah hasil bagus. Saya selalu merasakan atmosfer bagus di sana dan mendapatkan banyak energi bagus dari fans,” ujar Pedrosa yang dikutip Crash.net.

“Kami sudah membuat kemajuan dengan setelan motor kami di Malaysia dan ini memberi kami kepercayaan diri untuk akhir pekan nanti,” tambahnya.

“Valencia adalah trek yang sangat saya sukai. Saya tangguh di sana dalam balapan-balapan sebelumnya dan meraih hasil-hasil yang baik. Jadi, saya berharap motor akan bekerja dengan baik di sana dan kami bisa menjalani balapan yang bagus,” kata Pedrosa.

Pedrosa telah meraih satu kemenangan pada musim ini, yaitu ketika finis terdepan di Jerez pada bulan Mei lalu.

 

Casillas: Tunda Pensiunmu, Buffon!

Casillas: Tunda Pensiunmu, Buffon!

Gianluigi Buffon sudah merencanakan bakal pensiun tahun depan. Kiper Juventus dan timnas Italia itu diminta untuk menunda keputusannya.

Buffon masih mempunyai dua hasrat di sisa kariernya. Dia ingin bermain di Piala Dunia 2018, juga masih menjaga mimpi untuk menjadi juara Liga Champions.

Trofi Liga Champions merupakan satu-satunya piala yang pernah digenggam oleh Buffon. Andai tak bisa menjadi juara di musim ini, dia tetap bulat pada keputusan akan gantung sepatu.

Kiper FC Porto, Iker Casillas, menilai bahwa keputusan Buffon untuk pensiun itu sudah dipikirkan dengan matang. Kendati demikian, dia masih berharap agar Buffon bisa bermain lebih lama.

“Andai Buffon pensiun di usia 40, saya akan mencoba pensiun setahun lebih lama darinya –jadi saya bisa satu tahun lebih lama dibandingkan dia dalam karier saya,” kata eks kiper Madrid itu di Soccerway.

“Saya rasa dia sudah memikirkan mengenai keputusannya (untuk pensiun). Tapi, saya berharap dia mempertimbangkan itu kembali, karena sepakbola membutuhkan pemain seperti itu,” dia menambahkan di sela penghargaan Golden Foot Award.

‘Cuma Pirlo yang Punya Tangan di Kakinya’

‘Cuma Pirlo yang Punya Tangan di Kakinya’

Marseille – Kelihaian Andrea Pirlo dalam mengontrol bola dengan kakinya diibaratkan seperti bermain dengan tangan. Begitulah menurut Patrice Evra.

Pirlo memutuskan pensiun sebagai pesepakbola pada Selasa (7/11/2017). Gelandang modern dengan gaya permainan yang santai namun mematikan itu mengakhiri kariernya yang sudah berjalan 27 tahun.

Pirlo merupakan pemain yang dikaruniai kemampuan olah bola mumpuni. Pergerakan dinamisnya membuat bola bisa diarahkan ke mana saja sesuai keinginannya, yang tentunya memudahkan rekan-rekannya.

Evra, yang sempat dua musim bermain dengan Pirlo di Juventus pada 2014-2015, menyebut rekannya itu seorang fenomenal. Pirlo diibaratkannya seperti punya tangan di kedua kakinya.

“MAESTRO,” Evra menulis caption dalam unggahan foto dirinya bersama Pirlo saat bermain di Juventus di Instagram, seperti dikutip Football-Italia.

“Kami adalah satu-satunya pemain yang pernah bermain bareng aku, yang punya tangan di kakinya. Benar-benar sosok fenomenal,” Evra menambahkan.

Semasa berkarier, Pirlo pernah memperkuat tim raksasa Serie A seperti Inter Milan, AC Milan, Juventus. Gelar bergengsi seperti Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions pun turut dipersembahkannya.

Di timnas Italia, Pirlo juga sukses dengan mengantar Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. Sampai akhirnya, pesepakbola berusia 38 tahun itu memutuskan pensiun di klub New York FC, yang ia bela dua musim terakhir.

Gundogan Ungkap Rahasia Pep Guardiola Bersama Manchester City

Gundogan Ungkap Rahasia Pep Guardiola Bersama Manchester City

Kisah Pep Guardiola bersama Manchester City sepanjang musim ini, menjadi magnet tersendiri bagi penggila sepak bola. Menurut gelandang The Citizens, Ilkay Gundogan, Pep Guardiola sangat jeli dalam menemukan potensi setiap pemain.

Kemampuan Pep Guardiola tersebut memberi benefit bagi Manchester City. Semua itu terbukti dengan keberhasilan mereka berada di posisi pertama klasemen sementara Premier League 2017-2018.

Manchester City berada di puncak dengan keunggulan delapan poin dari tim peringkat kedua, Manchester United. Gundogan yakin, ketepatan Pep Guardiola dalam memilih pemain membuat Manchester City bermain sederhana namun mematikan.

Hebatnya, hingga saat ini Manchester City telah membukukan 52 gol dan hanya 11 kali kebobolan. Tak pelak, The Citizens digadang-gadang akan memenangi banyak gelar pada musim ini.

“Mungkin, Pep Guardiola memiliki peran terbesar dari pencapaian baik kami. Dia menemukan solusi untuk setiap lawan dan setiap situasi serta peduli dengan hal yang detail. Hal itu membuat segalanya lebih mudah bagi kami,” tegas Gundogan.

“Cara kami bermain keluar dengan sendirinya. Sangat menarik, sangat cepat, banyak peluang dan banyak gol. Saat ini, sangat menyenangkan menyaksikan kami bermain. Musim lalu kami sudah memiliki banyak peluang tetapi kami tidak mencetak banyak gol,” beber Gundogan.

Ucapan Gundogan senada dengan bek Kyle Walker. Menurut bek timnas Inggris tersebut, Pep Guardiola membuat setiap lini solid. “Satu lagi, pelatih membuat setiap pemain bisa sangat berbahaya ketika membantu serangan,” ungkapnya.