Conte Tak Percaya Nasibnya Akan Ditentukan oleh Para Pemain

Conte Tak Percaya Nasibnya Akan Ditentukan oleh Para Pemain

Antonio Conte tak percaya dengan rumor yang menyebut nasibnya di kursi manajer Chelsea akan ditentukan oleh para pemain. Conte juga bertekad untuk mengembalikan The Blues ke trek.

Nasib Conte mulai jadi bahan pembicaraan setelah Chelsea tak kunjung keluar dari periode negatif. Setelah kekalahan memalukan 0-3 dari Bournemouth di kandang sendiri pada tengah pekan lalu, Eden Hazard dan kawan-kawan kembali dilibas lawannya.

Chelsea harus mengakui keunggulan Watford dengan skor 1-4 di Vicarage Road, Selasa (6/2/2018) dinihari WIB. Sejak 1995, baru kali ini Chelsea menelan dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol.

Banyak pengamat yang memprediksi Chelsea bakal mendepak Conte jika situasi tak lekas membaik. Apalagi, Chelsea memang dikenal tak segan untuk memecat para manajer mereka yang kinerjanya tak memuaskan.

Akan tetapi, Conte membantah isu yang menyebut suara para pemain akan ikut menentukan masa depannya. Menurut pria asal Italia itu, nasib pelatih tak seharusnya berada di tangan pemain.

Apakah Anda berpikir klub bisa memutuskan untuk memecat seorang pelatih jika tidak ada dukungan para pemain? Saya pikir cuma di sini, cuma di sini, kalian berpikir begitu. Kalian berpikir bahwa para pemaion punya kekuatan ini? Iya? Ini salah. Ini salah. Kalau ini terjadi, baiklah.

“Tapi, saya ulangi, dalam hidup saya ketika saya masih jadi pemain, saya adalah kapten Juventus dan tak pernah sekali pun bicara dengan klub saya soal pelatih. Dan, jika klub mencoba bertanya kepada saya, ini bukanlah masalah saya,” tambahnya.

“Tugas saya adalah bekerja dengan para pemain ini dan mereka adalah para pemain yang jujur dan mereka bekerja dengan komitmen. Masalahnya adalah kalian berusaha menciptakan masalah. Saya melakukan pekerjaan saya dan saya tak akan kesulitan untuk tidur,” kata Conte.

Kekalahan dari Watford membuat Chelsea tak beranjak dari posisi keempat di klasemen sementara Premier League dengan 50 poin dari 26 laga. Klub London Barat itu tertinggal 19 poin di belakang Manchester City yang berada di posisi teratas. Peluang mereka untuk mempertahankan gelar pun bisa dibilang nyaris tertutup.

“Tentu saja, ini adalah momen sulit. Jika kami ingin mencari alasan, alibi, kami bisa menemukan semuanya. Kelelahan, cedera, … tapi ini bukan cara saya untuk menghadapi situasi, untuk memecahkan masalah,” ujar Conte.

“Anda harus menyelesaikan masalah dengan bekerja. Anda tak akan menang dengan alasan. Dalam hidup saya, saya ingin menjadi juara dan saya adalah seorang juara,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *