Luka Modric, dari Perang Balkan ke Final Piala Dunia 2018

Luka Modric, dari Perang Balkan ke Final Piala Dunia 2018

Jakarta – Luka Modric membantu Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018. Vatreni di bawah komandonya, secara gemilang mengalahkan Inggris di semifinal dengan skor 2-1.Bertanding di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis (12/7) dini hari WIB, Kroasia sedianya tertinggal lebih dulu atas Inggris. Dan semua itu karena Modric.

Inggris mendapat tendangan bebas dekat kotak penalti Kroasia usai Modric melanggar Dele Alli. Kieran Trippier yang menjadi eksekutor, langsung mengirim bola masuk ke gawang Danijel Subasic.

Dalam situasi tertinggal, Modric dkk tetap tenang menghadapi Inggris. Serangan demi serangan Modric bangun yang memang berperan sebagai playmaker, sampai Ivan Perisic menyamakan skor di menit ke-68.

Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan. Semangat tanpa letih Kroasia akhirnya menghadirkan keajaiban. Mario Mandzukic mencetak gol di menit ke-109. Kroasia berbalik menang 2-1 dan lolos ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Modric sebagai kapten Kroasia, rupanya bisa mengubah situasi timnya yang sulit menjadi tawa bahagia di Moskow. Seperti kisah dirinya yang berurai air mata akibat Perang Balkan, menjadi sosok gilang gemintang di Rusia.

Modric lahir di kawasan Modrici, 9 September 1985, dan tumbuh besar di kawasan Zaton Obrovački, sebuah desa di kawasan Zadar, Republik Sosialis Kroasia (sebelum menjadi Yugoslavia). Masa kecilnya cukup memprihatinkan.

INFO PREDIKSI BOLA

Modric kecil harus merasakan kerasnya kehidupan politik saat itu. Pada 1991, ketika usianya baru enam tahun, Perang Balkan meletus sehingga dirinya menjadi pengungsi.

Momen paling menyedihkan datang pada Modric. Kakeknya, Luka Sr, tewas dibunuh pemberontak Serbia. Ia kehilangan sosok yang paling berharga, mengingat kakeknya yang justru mengasuhnya ketika sang ayah Stipe dan ibunya Radojka selalu pergi bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *