Ini yang Dilakukan Arsenal untuk Keluar dari Periode Sulit

Ini yang Dilakukan Arsenal untuk Keluar dari Periode Sulit

Arsenal sudah mulai kembali ke jalur kemenangan setelah sempat melalui periode sulit. Kebangkitan didapat setelah seluruh anggota tim dikumpulkan.

Arsenal tak pernah konsisten meraih kemenangan sejak awal musim ini. Tapi, The Gunners kemudian memburuk sejak pergantian tahun. Dalam 14 pertandingan pertama di tahun 2018, mereka cuma menang empat kali dan menelan delapan kekalahan, termasuk empat kekalahan beruntun pada periode 22 Februari-4 Maret.

Tapi, Arsenal perlahan-lahan mulai bangkit. Tim asuhan Arsene Wenger itu berhasil menyapu bersih kemenangan di tiga laga terakhirnya, termasuk dua kali mengalahkan AC Milan di Liga Europa.

Menurut bek Arsenal, Shkodran Mustafi, timnya bisa menjadi lebih baik setelah ada pertemuan tim. Dalam kesempatan itu, seluruh pemain mengungkapkan semua hal yang ada di kepala masing-masing.

“Semua orang tahu itu adalah periode yang sulit. Pertemuan itu adalah tentang mencoba mendengarkan pendapat yang berbeda, ide yang berbeda, dan perasaan yang berbeda, dan saya pikir kami menemukan cara cara untuk melakukan sedikit perubahan,” kata Mustafi seperti dikutip dari Sportsmole.

“Tidak semudah itu karena sekali pertemuan tidak bakal mengubah banyak, terutama di tengah-tengah musim ketika Anda harus bermain setiap tiga hari, tetapi penting untuk menyampaikan pendapat kami dengan lantang,” sambungnya.

“Secara keseluruhan, ini adalah tentang bagaimana memberikan 110% usaha, untuk keluar dari itu, dan saya pikir kami berhasil dengan baik,” kata Mustafi.

Arsenal saat ini duduk di posisi keenam klasemen Premier League dengan 48 poin. Mereka sementara tertinggal 13 angka dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi keempat atau batas terendah untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Pelatih Kevin/Marcus Soal Isu Gonta-ganti Batu Akik di Tiap Pertandingan

Pelatih Kevin/Marcus Soal Isu Gonta-ganti Batu Akik di Tiap Pertandingan

Pelatih ganda putra pelatnas, Herry Iman Pierngadi, tak punya ritual spesial sebelum maupun sesudah anak buahnya bertanding. Herry juga berkomentar soal isu gonta-ganti batu akik.

Di bawah polesan Herry, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi ganda putra paling disegani. Kevin/Marcus telah memenangi tujuh gelar di sepanjang tahun lalu dan tiga gelar pada tahun ini serta naik ke peringkat satu dunia.

Di tengah kesuksesan Herry sebagai pelatih, ada isu dia punya ritual berupa memakai akik yang berbeda di tiap babak turnamen, terutama jika pemain binaannya masuk ke semifinal dan final.

“Itu hoax. Ya aslinya saya memang penggemar batu tapi tidak ada ritual khusus. Ritual yang pasti Kevin, Marcus, atau siapapun yaitu berdoa kepada Tuhan. Dan saya pun juga begitu,” jelas Herry soal kabar itu, di sela-sela acara pemberian bonus atlet PB Djarum di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Namun, Herry mengungkapkan, sempat ada cerita lucu soal batu akiknya saat semifinal All England 2017.

“Jadi waktu itu teman saya, Chafidz Yusuf, dia penggemar batu juga, dan bilang ke saya seperti ini ‘Bro, kalau masuk televisi kasih lihat ke televisi supaya harga (batunya) naik’,” cerita Herry yang kemudian disambut tawa media dan perwakilan PB Djarum.

Kevin/Marcus Tularkan Semangat ke Atlet-Atlet Muda di SKO Ragunan

Kevin/Marcus Tularkan Semangat ke Atlet-Atlet Muda di SKO Ragunan

Juara All England Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tampil di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan. Kedatangan mereka untuk memotivasi atlet-atlet muda.

Kevin/Marcus mengunjungi SKO Ragunan, Selasa (27/3/2018). Juga hadir di sana adalah Menpora Imam Nahrawi, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaeman.

Di SKO Ragunan, Kevin/Marcus memainkan pertandingan ekshibisi melawan Menpora. Namun, Egy yang awalnya dijadwalkan ikut bermain batal mengayun raket karena masih pemulihan usai bertanding melawan timnas Jepang U-19 pada Minggu (25/3).

Meski tanpa Egy, pertandingan ekshibisi itu tetap berjalan seru. Kevin yang berpasangan dengan Menpora akhirnya harus mengakui keunggulan Marcus yang berpasangan dengan Beben Gunadi.

Kevin/Marcus datang ke SKO Ragunan 10 hari setelah berjaya di All England. Pasangan ganda putra nomor satu dunia itu sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen di babak final.

Itu jadi gelar ketiga yang diraih Kevin/Marcus di tahun 2018. Sebelumnya, mereka meraih titel di India Terbuka dan Indonesia Masters.

Lewat aksinya di SKO Ragunan, Kevin/Marcus berharap bisa menularkan semangatnya.

“Ya semoga apa yang kami lakukan bisa memotivasi atlet-atlet lain untuk berprestasi lebih baik lagi dan mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Kevin.

“Semua pasti punya peluang dan ada kemauan, kerja keras, pasti bisa,” kata Kevin yang diamini Marcus.

Sementara itu, Marcus mengomentari kondisi SKO Ragunan.

“Dulu saya pernah ke sini tapi sekarang lebih bagus ada karpetnya, dulu lapangannya jelek sekarang sudah lebih bagus

Jamie Vardy Tanggapi Positif Hasil Imbang Melawan Italia

Jamie Vardy Tanggapi Positif Hasil Imbang Melawan Italia

Timnas Inggris gagal meraih kemenangan atas Timnas Italia dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wembley, London, Rabu (28/3/2018) dini hari WIB. Meski sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Jamie Vardy, Timnas Inggris akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 setelah Lorenzo Insigne berhasil menyamakan kedudukan melalui titik putih di akhir babak kedua.

Jamie Vardy membawa The Three Lions unggul pada menit ke-26 melalui gol yang dicetaknya setelah menerima umpan dari Jesse Lingard. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan oleh tim asuhan Gareth Southgate hingga akhir laga. Tepatnya pada menit ke-87, Timnas Italia berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Lorenzo Insigne.

Jamie Vardy yang berhasil mencetak gol dalam pertandingan ini menyebut Timnas Inggris bermain sangat kuat dalam 45 menit pertama pertandingan. Namun, striker Leicester City itu tak menampik kebangkitan Gli Azzurri di babak kedua.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat kuat di babak pertama dan menciptakan begitu banyak peluang. Namun, pada saat babak kedua Italia mulai menekan dan mendapatkan beberapa kesempatan. Jadi, saya pikir ini adalah hasil yang sangat adil bagi kedua tim,” ujar Jamie Vardy seperti dilansir BBC Sports.

Timnas Italia mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-86 yang mengubah hasil pertandingan. Penalti diberikan oleh wasit Deniz Aytekin setelah Adam Lallana dan James Tarkowski melakukan tekel keras kepada Federico Chiesa di kotak penalti.

Wasit asal Jerman itu pun sempat memastikan keputusannya melalui Video Assistant for Referee (VAR) yang berada di pinggir lapangan. Penalti itu tentu mencoreng debut James Tarkowski bersama Timnas Inggris. Namun, Jamie Vardy memuji rekan setimnya itu di akhir laga.

“Ia tampil sangat brilian. Ini adalah penampilan pertamanya dan ia langsung menyatu. Pertandingan ini memperlihatkan bahwa kami bisa bertahan sebagai sebuah tim dan kami punya kesempatan dalam serangan. Kami akan melihat seberapa jauh kami bisa melaju nanti di Piala Dunia,” ujar striker Timnas Inggris itu.

Masayu Anastasia, dari Layar Kaca ke Lintasan Balap

Masayu Anastasia, dari Layar Kaca ke Lintasan Balap

Ada satu kegiatan baru aktris Masayu Anastasia di tahun ini. Jika biasanya berakting di depan kamera, Masayu kini harus terjun ke lintasan balap.

Tentunya Masayu tak langsung berada di balik kemudi balap, tapi ini lebih pada peran barunya sebagai Public Relations Manager ABM Racing Team. Mulai musim ini, Masayu memang jadi juru bicara tim balap tersebut.

Masayu mengawal tim ABM yang turun di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018 dan menjembatani hubungan tim dengan media. Tugas perdana Masayu adalah di seri pertama ISSOM, Minggu (25/3/2018) kemarin.

Hasil apik pun langsung dicatatkan ABM bersama Masayu ketika mereka membawa pulang 18 piala dari seri pertama, termasuk delapan podium pertama.

Bagi Masayu, berada di lintasan balap sebenarnya bukan hal yang baru-baru amat karena dia dulu juga kerap menantang adrenaline dengan mengebut saat menyetir mobil. Tapi, kecelakaan mobil pada 2016 membuatnya kapok.

“Dulu aku ngebut paling pol sebelum kecelakaan ya dulu aku ngebut dari Bunggur sampai rumah aku Jeruk Purut itu 15 menit. Dan dari Dharmawangsa ke Halim 5 menit itu aku. Kalau sekarang mikir-mikir karena aku pernah trauma,” papar Masayu dalam rilis kepada detikSport.

Masayu tak sendiri karena dia juga ditemani rekan sesama artis, Bebi Regitia, yang ditunjuk sebagai Media Relations Officer ABM Racing Team.

“Tim tim lain pun terus meningkatkan performa mobilnya, sehingga kita pun tak boleh ketinggalan, dan terus melakukan perbaikan diberbagai sektor agar dapat terus menjadi yang terdepan,” ujar Bebi terkait hasil di seri pembuka ini.

Sementara itu adanya dua srikandi itu disambut positif oleh CEO ABM Racing Team, Paul Montolalu. Adanya Masayu dan Bebi diharapkan membawa keberuntungan untuk tim.

“Adanya PR cantik ABM (Masayu) tentunya bisa jadi pemanis di tengah panasnya balapan. Semoga juga membawa keberuntungan untuk tim,”

Belanda Gebuk Portugal 3-0

Belanda Gebuk Portugal 3-0

Belanda memetik kemenangan meyakinkan pada pertandingan persahabatan melawan Portugal. Oranje menggebuk juara Eropa itu dengan skor telak 3-0.

Menghadapi Portugal di Stade de Geneve, Jenewa, Swiss, Selasa (27/3/2018) dinihari WIB, Belanda menang berkat gol-gol Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgil van Dijk.

Ini menjadi kemenangan pertama Belanda sejak dilatih Ronald Koeman. Pada laga debut Koeman, Belanda menyerah 0-1 dari Inggris di kandang sendiri.

Cristiano Ronaldo, yang jadi pahlawan Portugal pada laga melawan Mesir beberapa hari lalu, tampil selama 68 menit pada laga ini. Tapi, Ronaldo tak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Portugal sebenarnya mengawali pertandingan dengan menjanjikan. Tim besutan Fernando Santos itu menekan Belanda dan mendominasi penguasaan bola.

Namun, Portugal lengah di lini belakang. Hal ini dimanfaatkan oleh Depay untuk mencetak gol dari jarak dekat pada menit ke-11.

Memasuki menit ke-32, Babel memperbesar keunggulan Belanda menjadi 2-0. Sundulan Babel meneruskan umpan silang Matthijs de Ligt bersarang di gawang Portugal yang dikawal oleh Anthony Lopes.

Lopes melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-43. Dia menunjukkan refleks yang luar biasa ketika menepis bola sundulan Depay dari jarak dekat.

Di injury time babak pertama, Van Dijk mencetak gol ketiga untuk Belanda. Tembakan voli bek Liverpool itu gagal diantisipasi oleh Lopes dan membawa timnya memimpin 3-0.

Portugal harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-61. Mereka kehilangan Joao Cancelo yang menerima kartu kuning kedua.

Hingga berakhirnya laga, Portugal tak bisa mencetak satu pun gol balasan dan harus menerima kekalahan telak 0-3.

Bagi Bale, Trofi bersama Wales Lebih Spesial daripada Gelar di Klub

Bagi Bale, Trofi bersama Wales Lebih Spesial daripada Gelar di Klub

Gareth Bale sangat ingin memenangi trofi bersama timnas Wales. Kesuksesan bersama Wales bakal terasa amat spesial untuk Bale.

Bale merasakan kesuksesan besar selama memperkuat Real Madrid. Bersama Los Blancos, ia sudah memenangi 10 trofi termasuk tiga gelar Liga Champions dan satu titel La Liga.

Namun Bale belum mampu membawa Wales berjaya. Itulah yang menjadi impian pesepakbola berusia 28 tahun itu.

Bale kini berpeluang mengantar Wales meraih trofi kendati bukan di turnamen besar. Wales akan berlaga di final China Cup melawan Uruguay, Senin (26/3).

“Meraih trofi selalu bagus. Tapi bersama negara Anda, itu sedikit lebih spesial, Anda memilikinya dalam darah dan hati,”

“Anda ingin membuat seluruh negeri bangga, jadi apakah itu turnamen seperti yang kami ikuti sekarang ini, atau Piala Eropa atau Piala Dunia, mememangi trofi itu selalu penting.”

“Meraih trofi akan ada di peringkat atas. Akan luar biasa jika bisa meraih kesuksesan bersama Wales dan kami akan mencoba menikmatinya sebaik mungkin,” ia menyatakan.

‘Tuchel Sedang Berhubungan dengan Arsenal’

‘Tuchel Sedang Berhubungan dengan Arsenal’

Thomas Tuchel adalah kandidat serius pelatih Bayern Munich untuk musim depan. Menurut Lothar Matthaeus, Tuchel saat ini sedang berbicara dengan Arsenal.

Tuchel saat ini masih menganggur setelah meninggalkan Borussia Dortmund pada tahun lalu. Namun, baru-baru ini pelatih berusia 44 tahun itu dilaporkan telah menolak tawaran untuk menggantikan Jupp Heynckes, yang ingin pensiun di akhir musim.

Pemain legendaris Bayern Matthaeus menilai Tuchel bisa saja berlabuh ke Inggris. Manajer Arsenal Arsene Wenger terus didesak untuk mundur usai timnya lagi-lagi gagal bersaing di Premier League.

“Anda tahu, saya juga seorang jurnalis, kami harus membuat berita utama setiap hari,”

“Saya pikir Thomas Tuchel bisa menjadi favorit, si pelatih dari Borussia Dortmund, tapi saya tahu dia dalam kontak dengan Arsenal dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi.”

Menggantikan Juergen Klopp, Tuchel mengembalikan Dortmund ke papan atas Bundesliga dengan finis runner-up di 2015/16 setelah finis ketujuh di musim sebelumnya. Pada 2016/17, Tuchel mengantar Dortmund menjuarai DFB Pokal pertama dalam lima musim sebelum hengkang karena hubungan yang buruk dengan klub.

Kalahkan Pistons Lewat OT, Rockets Samai Rekor Musim Terbaiknya

Kalahkan Pistons Lewat OT, Rockets Samai Rekor Musim Terbaiknya

Houston Rockets terus melesat di musim reguler ini. Kemenangan terbaru yang diraih atas Detroit Pistons mengantar mereka menyamai rekor mereka sendiri.

Pada pertandingan yang dihelat Toyota Center, Jumat (23/3/2018) itu, Rockets berhasil menang 100-96 melalui overtime. Ini adalah kemenangan ke-58 Rockets sepanjang musim.

Angka tersebut menyamai jumlah kemenangan terbanyak mereka di satu musim reguler yang mereka buat pada 1993-1994 saat menjadi juara NBA, saat itu Rockets mengakhiri kompetisi dengan rekor 58-24. Rekor tersebut sangat mungkin mereka patahkan di periode ini karena masih ada 10 laga lagi sebelum playoff.

Rockets sudah dipastikan akan menjadi pemimpin klasemen wilayah barat dengan rekor luar biasa tersebut. Rekor mereka sekarang adalah 58-14.

Kolektivitas Rockets benar-benar terlihat pada laga ini. James Harden memang tampil luar biasa dengan 21 poin, 8 rebound, dan 5 assist, tapi ada pemain lain yang juga tampil luar biasa.

Eric Gordon membuat capaian poin lebih tinggi dari Harden dengan 22 poin. Sementara Clint Capela mencatat double-double yaitu 10 poin dan 14 rebound. Itu belum termasuk PJ Tucker dan Joe Johnson yang juga membuat double digit poin.

Pistons sebenarnya tak bermain buruk dan duo Big Man mereka, Blake Griffin dan Andre Drummond, tampil impresif. Griffin membuat triple-double dengan 21 poin, 10 rebound, dan 10 assis, sementara Drummond 17 poin dan 20 rebound.

Tapi itu tak cukup menahan laju Rockets yang memang sedang sangat meroket dengan tujuh kemenangan beruntun sejauh ini.

Berharap Messi Main Saat Argentina Hadapi Spanyol

Berharap Messi Main Saat Argentina Hadapi Spanyol

Lionel Messi absen saat Argentina mengalahkan Italia 2-0 di laga uji coba. Pemain Real Madrid, Lucas Vazquez, ingin Messi main saat berhadapan dengan Spanyol.

Messi masuk skuat Argentina untuk laga persahabatan kontra Italia dan Spanyol di jeda internasional ini. Bintang Barcelona itu juga sudah ikut berlatih normal beberapa hari jelang pertandingan melawan Gli Azzurri.

Namun, faktanya tak ada nama Messi di daftar susunan pemain melawan Italia yang sudah berlangsung pada di Etihad Stadium, Sabtu (24/3/2018). Dia diketahui mengalami masalah di hamstringnya.

Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, pun berharap Messi bisa pulih dan main sebagai starter saat menghadapi Spanyol di Wanda Metropolitano pada Rabu (28/3/2018) dinihari WIB. Sejauh ini, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait kondisi Messi.

Pemain Real Madrid, Vazquez, yang masuk dalam skuat Spanyol untuk melawan Argentina, berharap bisa bertanding dengan Tim Tango yang diperkuat Messi.

“Argentina punya pemain-pemain hebat … Sepertinya Messi akan diragukan sampai detik terakhir. Kami selalu ingin bermain melawan pemain terbaik; jadi jika Messi bermain, maka lebih baik lagi,”

Sementara itu, Saul Niguez menambahkan bahwa Argentina masih tetap berbahaya meski tak diperkuat Messi. Rekan satu tim Saul di Atletico Madrid, Angel Correa, juga bisa membuat perbedaan di tim Sampaoli.

“Argentina memiliki tim yang hebat. Jika Messi tidak ada, Correa akan ada di sana, dan dia bisa (membuat perbedaan) kapan saja,”