Buang Keunggulan Dua Gol, Argentina Dikalahkan Nigeria

Buang Keunggulan Dua Gol, Argentina Dikalahkan Nigeria

Krasnodar – Argentina sempat memimpin dua gol pada laga persahabatan melawan Nigeria. Namun, Nigeria menunjukkan comeback hebat dan berbalik menang 4-2.

Pertandingan Argentina versus Nigeria dilangsungkan di Krasnodar Stadium, Krasnodar, Rusia, Selasa (14/11/2017). Dua tim yang bertanding sama-sama sudah merebut tiket ke putaran final Piala Dunia 2018.

Pada laga ini, Argentina tampil tanpa bintang utamanya, Lionel Messi. Messi sudah kembali ke Barcelona usai pertandingan melawan Rusia beberapa hari lalu.

Argentina memasang Sergio Aguero sebagai ujung tombak. Aguero disokong oleh trio Paulo Dybala, Angel Di Maria, dan Cristian Pavon.

Argentina yang mendominasi permainan unggul lebih dulu melalui gol Ever Banega pada menit ke-27. Tendangan bebas Banega meluncur mulus ke dalam gawang dan membuat kiper Daniel Akpeyi terperangah.

Tim Tango menggandakan keunggulannya di menit ke-36. Aguero menjebol gawang Nigeria dengan menuntaskan umpan silang mendatar dari Pavon.

Nigeria menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2 saat pertandingan berusia 44 menit. Kali ini tendangan bebas Kelechi Iheanacho yang memaksa kiper Argentina, Agustin Marchesin, bertekuk lutut.

Hingga turun minum, Argentina masih memimpin 2-1.

Pertandingan kemudian makin seru karena Nigeria bisa menyamakan skor pada menit ke-52. Alex Iwobi menyelesaikan umpan dari Iheanacho dengan sebuah tembakan mendatar untuk mengubah skor jadi 2-2.

Hanya berselang dua menit, Argentina kembali kecolongan. Dalam sebuah serangan yang terbangun rapi, Bryan Idowu memaksimalkan operan Iheanacho untuk membawa Nigeria berbalik memimpin 3-2.

Nigeria kemudian memantapkan kemenangannya lewat gol kedua Iwobi pada menit ke-73. Iwobi dengan cerdik mengecoh tiga pemain Argentina sebelum menceploskan bola ke dalam gawang dengan kaki kirinya.

Susunan Pemain
Argentina: Marchesin; Mascherano, Pezzella (Insua 80′), Otamendi; Banega, E. Perez, Lo Celso (Gomez 58′); Pavon (Perotti 77′), Di Maria (Rigoni 76′), Dybala (Belluschi 63′); Aguero (Benedetto 46′)

Nigeria: Akpeyi (Uzoho 46′); Shehu (Ubuehi 46′), Balogun (Omeruo 61′), Troost-Ekong, Awaziem; Ndidi, Mikel, Ogu, Aina (Idowu 46′); Iheanacho (Musa 70′), Iwobi (Kayode 87′)

Ada Rekor Hailwood dan Rossi yang Dipecahkan Marquez

Ada Rekor Hailwood dan Rossi yang Dipecahkan Marquez

Jakarta – Keberhasilan Marc Marquez menjuarai MotoGP 2017 turut membuat rider Repsol Honda itu memecahkan rekor tertentu dari Mike Hailwood dan Valentino Rossi. Apa saja?

Marquez dipastikan menjadi kampiun kelas primer menyusul dihelatnya MotoGP Valencia, Minggu (12/11/2017), yang merupakan seri balapan pamungkas musim ini.

Untuk Marquez, itu merupakan titel juara dunia keempatnya dalam lima musim keikutsertaan di MotoGP. Secara keseluruhan, rider kelahiran 17 Februari 1993 itu sudah memiliki enam titel di seluruh kelas kejuraan dunia balap motor grand prix.

Sehubungan dengan itu pula Marquez sudah berhasil memecahkan rekor dari Hailwood sebagai rider termuda dengan jumlah titel terbanyak kelas primer dan juga rekor dari Rossi sebagai rider termuda pengoleksi titel kejuaraan dunia seluruh kelas.

Berikut statistik dan pencapaian teranyar Marquez seperti dilansir MotoGP.com:

– Ini merupakan titel juara dunia keenam buat Marquez di seluruh kelas (4 x MotoGP, 1 x Moto2, 1 x 125cc). Satu-satunya rider Spanyol yang punya gelar juara dunia lebih banyak adalah Angel Nieto, dengan 13 titel juara dunia (7 x 125cc, 6 x 50cc).

– Di usia 24 tahun dan 254 hari, Marquez adalah rider termuda yang meraih empat titel Kejuaraan Dunia kelas primer. Ia merebut rekor itu dari Mike Hailwood, yang berusia 25 tahun dan 107 hari ketika meraih titel keempatnya secara beruntun di kelas 500cc pada 1965.

– Marquez juga rider termuda sepanjang sejarah yang punya koleksi enam titel Kejuaraan Dunia. Ia merebut rekor itu dari Valentino Rossi, yang berusia 25 tahun dan 244 hari ketika meraih titel juara dunianya yang keenam pada 2004.

– Marquez sudah naik podium teratas minimal lima kali pada setiap musim dalam periode delapan tahun terakhir di seluruh kelas grand prix. Dalam 69 tahun sejarah balapan grand prix, hal serupa sebelumnya cuma pernah dilakukan Giacomo Agostini seorang.

– Ini merupakan kali keempat Marquez meraih titel juara dunia MotoGP bersama Honda. Satu-satunya rider yang pernah memenangi titel kelas primer dengan Honda adalah Mick Doohan, yang meraih lima titel 500cc pada lima kesempatan.

– Pada 2017 ini Marquez mencatatkan 12 podium dan delapan pole, yang lebih banyak daripada rider lain di kelas MotoGP. Ia punya enam kemenangan, setara dengan Andrea Dovizioso yang menjadi runner-up di akhir musim

Barzagli, De Rossi, dan Chiellini Pensiun dari Timnas Italia

Barzagli, De Rossi, dan Chiellini Pensiun dari Timnas Italia

Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini menyatakan pensiun dari timnas Italia. Keputusan itu mereka ambil setelah gagal ke Piala Dunia 2018.

Italia gagal ke Piala Dunia setelah kalah agregat 0-1 dari Swedia dalam dua laga play-off. Mereka tak mampu membalas kekalahan di leg pertama usai cuma main imbang 0-0 pada leg kedua di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB.

Dengan kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2018, Barzagli memutuskan pensiun dari timnas. Ini merupakan pil paling pahit dalam karier sepakbolanya. Bahkan, lebih buruk saat gagal di babak perempatfinal Piala Eropa 2016.

“Kegagalan ini jelas sangat mengecewakan. Saya harap para pemain muda bisa menghadapi situasi ini dengan baik dan bisa bekerja lebih baik ke depannya dibanding kami. Era dari empat atau lima pemain veteran sudah berakhir, era para pemain muda yang masih lapar akan kesuksesan dimulai,” kata Barzagli seperti dikutip Football Italia.

De Rossi juga memutuskan pensiun dari timnas. Dia berharap para pemain muda bisa membawa Italia menjadi lebih baik di level internasional.

“Sekarang generasi penerus siap terbang dan kita harus mulai lagi dari mereka. Ini adalah momen yang nyaris absurd untuk dikaitkan dengan pertandingan sepakbola. Ada suasana pemakaman di ruang ganti, padahal tidak ada yang mati,” kata De Rossi.

“Saya sudah berkeliaran di sekitar Coverciano (pusat latihan Italia) dan di seluruh dunia dengan jersey ini selama lebih dari satu dekade, jadi untuk melepasnya kali terakhir adalah perasaan aneh. Materinya ada di sana dan kita bisa membangun untuk masa depan,” tambahnya.

Chellini pun juga memutuskan pensiun. Dia merasa bahwa kegagalan ini adalah momen yang tepat untuk memberi ruang bagi para pemain muda. Bek Juventus itu merasa nantinya pemain muda bisa matang di Piala Eropa 2020.

“Kita punya banyak pemain muda yang dalam beberapa tahun ke depan akan butuh butuh dukungan dan cinta sama seperti di laga ini. Ada jalan panjang ke depannya dan setelah kejatuhan seperti ini, ada banyak tugas untuk dikerjakan.”

“Dalam tiga tahun terakhir kami telah meminta rasa cinta seperti ini tak pernah meninggalkan Nazionale. Tapi sekarang Italia harus memulai era baru dengan mereka seperti Marco Verratti dan banyak pemain kelahiran 1990-an lainnya, yang saya rasa sudah akan lebih dewasa di Piala Eropa mendatang dan untungnya kita akan punya beberapa laga di kandang.

Hadapi Lin Dan, Jonatan Dituntut Pede

Hadapi Lin Dan, Jonatan Dituntut Pede

Jonatan Christie harus menghadapi pemain tuan rumah, Lin Dan, di babak pertama China Terbuka Super Series Premier 2017. Dia diminta tampil percaya diri.

Laga antara Jonatan dengan Lin Dan, yang tampil sebagai unggulan ketiga, dihelat mulai Rabu (15/11/2017) di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou. Jonatan kurang diunggulkan dalam laga itu.

Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Jonatan kalah 1-3 dari Lin Dan. Jonatan juga dipaksa mengakui ketangguhan pemain berjuluk Super Dan itu dengan kandas dua gim langsung, 14-21 dan 19-21, pada Australia Terbuka 2017, sebagai pertemuan paling akhir mereka.

“Kalau persiapannya sudah oke. Dari segi teknik, fisik segala macam sudah oke. Kalau untuk ketemu Lin Dan atau siapapun, harus tetap optimistis dulu. Di samping itu, kami perlu lihat dan pelajari style permainan Lin Dan,” kata Hendry Saputra, pelatih pelatnas PBSI tunggal putra, seperti dalam rilis kepada detikSport, Senin (13/11).

“Apalagi dia tuan rumah, jadi tidak gampang. Rekornya bagus, standarnya juga bagus. Jadi, mesti balik ke Jonatan lagi. Dia harus lebih percaya diri, bukan menjadi beban. Tapi, menjadi kesempatan. Ini perlu perjuangan,” tutur Hendry.

Hendry berpesan agar Jonatan lebih ngotot saat tampil di lapangan. Selain perolehan poin, Hendry bakal melihat detail kemajuan penampilan Jonatan.

“Jonatan harus lebih safe dan ulet, ini penting. Supaya kemudian bisa mengatur strategi permainannya di lapangan. Persiapannya yang maksimal ada delapan hari. Harus cukup, mau tidak mau,” kata Hendry.

“Saya optimistis (hasil akhrinya), minimal dia bisa melewati dengan cara berpikirnya, strategi bermain, bukan dari menang kalahnya,” dia menambahkan.

Di laga lain, Anthony akan berjumpa dengan pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Anthony juga masih kalah head to head dengan skor 2-3.

“Kalau Anthony ketemu Ng Ka Long, rekornya menang kalah. Ini semua dikembalikan kepada kepercayaan dirinya. Dari kemarin di Prancis, Anthony sempat kena cedera, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Mudah-mudahan nanti mainnya bisa lebih jelas, dengan kondisi sekarang dan situasi yang nggak sama,” Hendry menjelaskan.

Sebelum babak utama bergulir, hanya Sony Dwi Kuncoro, pemain Indonesia yang harus berjuang lewat babak kualifikasi. Sony akan menghadapi Kenta Nishimoto, Jepang, Selasa (14/11).

Pedrosa Takjub dengan Penyelamatan Marquez

Pedrosa Takjub dengan Penyelamatan Marquez

Dani Pedrosa menyaksikan sendiri momen-momen Marc Marquez nyaris terjatuh di MotoGP Valencia. Pedrosa takjub melihat rekan setimnya itu masih bisa lanjut.

Pedrosa tepat berada di belakang Marquez saat balapan di sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) malam WIB sudah melalui 23 putaran. Di saat itu pula, Marquez melakukan manuver berani untuk mengambil alih posisi terdepan dari Johann Zarco.

Marquez melaju kencang di trek lurus utama dan menyalip Zarco. Tapi kemudian dia masuk tikungan pertama dengan terlalu kencang sehingga terjatuh dan meluncur ke luar lintasan.

Yang ajaib kemudian adalah Marquez bisa menegakkan kembali motornya dan lanjut menjalani balapan. Menggunakan lutut dan sikutnya, Marquez berhasil bangkit dari posisi rebah dan menegakkan motor, dia kembali ke lintasan di posisi lima.

Karena Pedrosa pas di belakang Marquez dan Zarco saat insiden itu terjadi, maka dia pun melihat langsung dari dekat bagaimana kejadiannya berjalan. Pebalap yang akhirnya tampil sebagai pemenang ini heran melihat rekan setimnya itu bisa menyelamatkan diri dari situasi tersebut.

Itu bisa jadi merupakan sebuah manuver krusial, mengingat kalau Marquez terjatuh dan gagal finis maka kans Andrea Dovizioso juara lebih besar. Pada akhirnya malah Dovizioso yang terjatuh, yang memastikan Marquez mengunci gelar juara dunia.

“Saya bisa melihat kalau Marc sempat melihat ke belakang jadi mungkin dia sedang tak dalam laju maksimal. Pada akhirnya, dengan enam atau tujuh putaran tersisa, dia mencoba mengejar kemenangan dan kemudian meluncur, yang mana menakjubkan untuk melihatnya dari belakang,” ungkap Pedrosa dikutip Crash.

“Anda bisa melihat garis hitamnya, posisi, asap, dan kecepatannya dan Anda berpikir, Oh! Lalu pada saat bersamaan Anda melihat bahwa dia tak crash, jadi menakjubkan bisa melihatnya menyelamatkan diri,” imbuhnya.

Marquez finis ketiga saat balapan tuntas, sementara Pedrosa jadi pemenang dan Zarco di posisi dua.

Benzema Tak Berharap Kembali ke Timnas Selama Deschamps Masih Jadi Pelatihnya

Benzema Tak Berharap Kembali ke Timnas Selama Deschamps Masih Jadi Pelatihnya

 

Karim Benzema tak berharap bisa kembali ke timnas Prancis selama Didier Deschamps masih jadi pelatihnya. Dia kecewa berat sudah selalu ditepikan dua tahun ini.

Sejak dituduh terlibat pemerasan dengan rekaman video seks kepada Mathieu Valbuena mencuat di 2015, Benzema tak pernah lagi dipanggil untuk memperkuat timnas Prancis.

Dia bahkan ditinggalkan oleh Deschamps saat Prancis tampil di negara sendiri di Piala Eropa 2016 lalu. Kala itu Les Bleus sampai ke final, namun takluk dari Portugal.

Di Piala Dunia 2018 nanti striker Real Madrid itu juga terancam tak ambil bagian. Tapi dirinya memang sudah tak berharap lagi membela Prancis selama tim masih dilatih Deschamps.

“Bisa jadi itu alasannya (rekaman video), tentu saja. Sudah ada cerita-cerita sebelumnya, soal rekaman itu, dan itu bisa saja yang jadi persoalannya. Tapi menurut saya seharusnya hal-hal yang di luar olahraga seharusnya tidak dibawa-bawa,” kata Benzema dikutip dari Soccerway.

“Semua orang terlibat di isu tersebut, dan kita sudah melupakan sepakbola. Sudah dua tahun saya tidak membela timnas Prancis. Saya tidak punya masalah dengan pelatih. Tapi selama dia menjadi pelatih, saya pikir saya tidak akan punya kesempatan,” sambungnya.

Benzema juga mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Deschamps. Dia sudah menjalin kontak sebelum Piala Eropa, tapi tak pernah mendapatkan penjelasan berarti.

“Dia seseorang yang saya hormati. Dia sebelumnya juga menunjukkan rasa hormat kepada saya tapi kemudian mengabaikan saya – ini menyakitkan,” tambah Benzema.

Sulit bagi saya untuk berada di Piala Dunia. Tentu saja saya mau ada di sana, jangan konyol. Saya seorang pecinta sepakbola dan saya menyukai tekanan itu.

Luapan Kegembiraan Marquez Setelah Menangi MotoGP 2017

Luapan Kegembiraan Marquez Setelah Menangi MotoGP 2017

Valencia – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, sulit menggambarkan perasaannya setelah menyegel gelar juara dunia MotoGP 2017, Minggu (21/11/2017).

The Baby Alien berhak menggenggam titel juara dunia keempat di kancah MotoGP karena rider Ducati, Andrea Dovizioso, tak bisa merampungkan balapan. Meski hanya finis ketiga, Marquez tak tergoyahkan di puncak klasemen MotoGP 2017.

Gelar juara dunia MotoGP 2017 terancam lepas dari genggaman saat pebalap berusia 24 tahun tersebut kehilangan kendali pada tikungan pertama lap ke-25. Beruntung Marquez masih bisa mempertahankan keseimbangannya dan berhasil mencapai garis finis di posisi ketiga.

“Perasaan ini sangat luar biasa, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Saya memaksa diri pada tikungan pertama dan justru kehilangan konsentrasi,” ujar Marquez setelah balapan dikutip dari Crash, Minggu (12/11/2017).

“Saya lupa dengan titik pengereman sehingga menjadi kacau. Namun, semuanya berakhir dengan sempurna dengan gaya dan ciri khas Marquez,” sambungnya.

Selain berhasil menjaga keseimbangan saat hampir terjatuh, The Baby Alien juga diuntungkan dengan insiden yang menimpa Dovizioso.

Tak lama setelah Marquez hampir terjatuh, duo Ducati, Jorge Lorenzo dan Dovizioso, terpaksa kembali ke pit lebih cepat. X-Fuera tergelincir saat hendak melahap tikungan, tak lama berselang giliran Dovizioso yang mengalami hal serupa.

Marc Marquez keluar sebagai juara dunia MotoGP 2017 dengan raihan 298 poin. Ia unggul 37 poin atas Andrea Dovizioso yang menguntitnya di urutan kedua.

PSG Ingin Tendang Unai Emery

PSG Ingin Tendang Unai Emery

Paris Saint-Germain serius untuk memecat Unai Emery sebelum bursa transfer musim dingin 2018. Pelatih asal Spanyol tersebut dianggap gagal mengendalikan para pemain bintang Les Parisiens.

Spekulasi mengenai pemecatan Unai Emery sudah terbesit sejak musim 2016-17. Saat itu, PSG gagal mempertahankan keunggulan 4-0 atas Barcelona yang mengakibatkan mereka tersingkir dari Liga Champions. Faktor kedua adalah kegagalan PSG mempertahankan gelar Ligue 1 setelah kalah bersaing dari AS Monaco.

Emery selamat dari pemecatan karena sedikitnya calon pengganti sebelum musim 2017-18 bergulir. Hal tersebut membuatnya menjalani musim kedua sebagai pelatih PSG.

Namun, kedatangan Neymar membuat posisi Emery kembali terancam. Emery dianggap tidak mampu menengahi perseteruan antara Neymar dan Edinson Cavani. Saat ini, ruang ganti PSG diberitakan terbelah.

Faktor tersebut membuat direktur teknik PSG, Antero Henrique, menyarankan untuk menyudahi kerja sama dengan Emery. Henrique ingin PSG ditangani oleh Jose Mourinho pada musim mendatang.

Henrique dan Mourinho memiliki hubungan yang dekat karena keduanya pernah berkolaborasi di FC Porto.

 

Lorenzo Tak Akan Bisa Banyak Membantu Dovizioso

Lorenzo Tak Akan Bisa Banyak Membantu Dovizioso

Hasil kualifikasi MotoGP Valencia tak menguntungkan Andrea Dovizioso untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Rekannya di Ducati, Jorge Lorenzo, jadi tak bisa membantu banyak.

Dovizioso untuk sementara tertinggal 21 poin dari rivalnya dalam perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez. Selisih poin yang begitu lebar membuat Dovi punya syarat juara yang berat. Ia mesti memenangi balapan MotoGP Valencia, Minggu (12/11/2017), dan pada saat yang bersamaan Marquez tidak finis di posisi 11 besar.

Dengan tuntutan harus menang di Valencia, Dovi malah mendapatkan hasil yang mengecewakan dalam kualifikasi, Sabtu (11/11/2017). Dia cuma menempati posisi kesembilan. Sementara itu, Marquez akan start dari posisi terdepan.

Lorenzo, yang semula diharapkan bisa membantu Dovizioso, tak bisa berbuat banyak dalam situasi ini. Lorenzo sendiri akan start dari posisi keempat.

Ada yang bisa saya lakukan untuk membantunya, tapi saya bukan pebalap semacam itu. Tidak banyak yang bisa saya lakukan karena Dovi harus berada di kelompok pebalap terdepan untuk punya kesempatan menang, dengan Marquez melakukan kesalahan atau mendapat masalah,” Lorenzo menuturkan seperti dikutip dari MCN.

“Ini sangat sulit baginya, jadi peluang Dovi kecil. Tapi selalu ada keinginan dan harapan dan apapun bisa saja terjadi di MotoGP,” ia menambahkan.

Meski begitu, harapan Lorenzo bisa merusak penampilan Marquez tetap muncul. Selain posisi startnya tidak terlalu buruk, Lorenzo menilai tunggangannya, Desmosedici, punya kecepatan yang bisa bersaing.

“Amat disayangkan saya tidak bisa memulai balapan dari barisan depan, tapi secara keseluruhan ini hari yang positif bagi saya. Saya beruntung tidak cedera dalam crash sebab saya benar-benar cepat, dan saya kecewa dengan hal itu karena saya sedang melakukan putaran yang bagus, dengan waktu yang mungkin cukup bagus untuk meraih pole. Pada percobaan kedua, kenyamanan saya pada ban belakang menjadi lebih buruk dan saya tidak mampu memperbaiki catatan waktu,” Lorenzo melanjutkan.

“Namun yang paling penting adalah saya termasuk salah satu pebalap dengan kecepatan terbaik dalam balapan, dan meski Marquez sedikit lebih cepat, fakta dia memperjuangkan gelar juara dunia bisa menjadi keuntungan bagi saya. Dalam beberapa balapan terakhir, saya selalu memperbaiki feeling saya pada motor dan sekarang saya bisa tampil cepat dan konsisten dan ini penting untuk balapan nanti.

Spanyol Bikin Tim Lain Terlihat Lebih Buruk

Spanyol Bikin Tim Lain Terlihat Lebih Buruk

Spanyol menang 5-0 atas Kosta Rika di laga persahabatan. Striker Alvaro Morata menilai La Furia Roja membuat tim lain terlihat lebih buruk.

Spanyol mencukur Kosta Rika lima gol tanpa balas di Stadion La Rosaleda, Malaga, Minggu (12/11/2017) dini hari WIB. David Silva menyumbangkan dua gol untuk Spanyol, sedangkan tiga gol lain dicetak oleh Jordi Alba, Morata, dan Andres Iniesta.

Dalam catatan BBC, Spanyol tampil amat mendominasi. Dengan penguasaan bola mencapai 72%, tim besutan Julen Lopetegui itu melepaskan 17 tembakan dengan 10 yang tepat sasaran.

Sementara Kosta Rika cuma mampu empat kali mengancam gawang Spanyol dan cuma sekali yang tepat mengarah ke kiper Kepa Arrizabalaga.

Permainan ofensif Spanyol, yang sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, memaksa Kosta Rika melakukan banyak kesalahan sepanjang pertandingan. Terjadinya gol pertama hingga keempat membuktikan hal itu.

“Akhir-akhir ini kami membuat tim-tim lain terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya. Kami punya pertandingan yang hebat saat melawan Italia (di fase kualifikasi) dan malam ini juga sama. Hal yang bagus ketika tim sudah mulai bermain,” Morata menuturkan selepas pertandingan seperti yang dilansir Football Espana.

“Datang ke sini membuat Anda bangga, tapi Anda harus bekerja keras,” Morata menambahkan.

Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Rusia, tuan rumah Piala Dunia 2018, di Stadion Krestovsky, Rabu (15/11) dinihari WIB. Sementara Kosta Rika melawan Hongaria pada hari yang sama.