Leganya Olivier Giroud

Leganya Olivier Giroud

Olivier Giroud akhirnya membuka keran golnya di Premier League. Giroud kian gembira karena gol-golnya itu membantu Chelsea membalikkan keadaan atas Southampton.

Giroud menjadi pahlawan Chelsea saat mengalahkan Southampton 3-2 di Stadion St. Mary, Sabtu (14/4/2018). Chelsea sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu sebelum Giroud mencetak gol pertama lewat tandukan dan ketiga melalui sepakan terukur.

Gol-gol tersebut mengakhiri penantian Giroud. Itu adalah gol perdananya di Premier League sejak direkrut Chelsea pada Januari.

Giroud memang masih belum mendapat kepercayaan sebagai starter di liga. Ia baru 2 kali menjadi starter di Premier League. Pada laga melawan Southampton pun ia hanya tampil 29 menit sebagai pengganti.

Giroud lega akhirnya bisa bikin gol untuk Chelsea di Premier League. Striker asal Prancis itu mengaku sudah gatal ingin mencetak gol.

“Jelas momen seperti ini yang saya tunggu-tunggu. Saya mencoba beberapa kali untuk mencetak gol dan kadang tidak ada keberuntungan, kadang saya kurang efisien,” u

“Sebagai striker Anda harus terus mencoba, mempertahankan kepercayaan diri agar tetap tinggi, sekalipun saya bermain sangat sedikit beberapa pekan terakhir.”

“Saya benar-benar ingin tim bangkit di babak kedua dan jelas awal laga benar-benar tak diduga. Tapi, dalam sepakbola selalu ada kesempatan untuk bangkit. Kami memperlihatkan karakter dan semangat juang,” sambung dia.

Iniesta Sudah Tentukan Masa Depannya

Iniesta Sudah Tentukan Masa Depannya

Andres Iniesta akhirnya telah menentukan masa depannya. Gelandang Barcelona ini akan berbicara dengan klub lebih dulu sebelum mengungkapnya secara terbuka.

Iniesta sebenarnya meneken kontrak seumur hidup bersama Barca pada Oktober 2017. Namun kabarnya di dalam kontraknya pun terdapat opsi untuk meninggalkan Barca pada akhir musim ini.

Spekulasi soal masa depan Iniesta berkembang setelah gelandang berusia 33 tahun itu mengaku mempertimbangkan pindah ke China. Namun, tiap kali ditanyakan soal ini, ia mengaku belum memutuskan apapun.

Hingga akhirnya Iniesta berbicara setelah Barcelona mengalahkan Valencia 2-1 pada lanjutan La Liga, Sabtu (14/4/2018). Ia memastikan sudah menentukan masa depannya.

“Saya sudah memutuskan apa yang akan saya lakukan. Saya selalu dapat cinta dari fans, saya bersyukur memiliki mereka, yang selalu ada selama 20 tahun. Dukungan fans sangat penting untuk kemenangan,”

“Ketika saya harus memberikan opini, klub akan tahu itu dan semua orang juga akan mengetahuinya. Sekarang, saya bahagia dengan laga ini karena La Liga punya arti besar.”

“Kekecewaan dan segala hal yang kami lakukan secara buruk, sangat menyakitkan. Sementara hal-hal yang kami lakukan dengan baik harus dinikmati. Kami memiliki dua jalan: berduka, atau melewatinya dan melaju ke depan,” jelas sang pemain.

Pedrosa Berpacu dengan Waktu untuk Berlaga di Austin

Pedrosa Berpacu dengan Waktu untuk Berlaga di Austin

Operasi Dani Pedrosa berjalan dengan sukses. Rider Repsol Honda ini konsentrasi dengan pemulihannya agar bisa tampil di seri ketiga di Austin, Texas.

Pedrosa mesti naik meja bedah setelah mengalami cedera pada tangan kanannya usai kecelakaan di Termas de Rio Hondo, Argentina. Saat berduel dengan Johann Zarco di tikungan 13, Pedrosa terlempar dari motornya sehingga tak dapat melanjutkan balapan.

Operasi itu telah dilakukandi Barcelona pada Selasa (10/4/2018). Kini, Pedrosa akan berjuang untuk bisa sembuh tepat waktu.

“Hai, semuanya! Operasinya berjalan dengan sangat baik dan aku sudah fokus pada pemulihan agar bisa segera sembuh,” tulis Pedrosa di Instragam.

“Aku ingin berterimakasih kepada dokter Mir dan seluruh kru dia, tapi terutama aku ingin berterimakasih kepada kalian semua atas pesan-pesan yang mendukung dan kata-kata yang baik, yang mendorongku untuk terus berjuang. Sampai ketemu lagi!”

Pedrosa akan membutuhkan Austin untuk menambah angka usai baru mengemas sembilan poin usai hasil dari finis ketujuh di Qatar. Pasalnya, di Circuit of The Americas (COTA) Honda punya rekor yang menakjubkan.

Sejak COTA menggelar balapan pada 2013, Pedrosa hanya sekali gagal naik podium di tiga dari empat partisipasi, yaitu saat retired dua tahun lalu. Sementara itu, Marc Marquez menjadi penguasa lintasannya.

Liga Champions: Salah Tak Sabar Bereuni Bareng Pemain AS Roma

Liga Champions: Salah Tak Sabar Bereuni Bareng Pemain AS Roma

Mohamed Salah sangat senang Liverpool bisa berjumpa AS Roma di semifinal Liga Champions musim ini. Ia tak sabar untuk bisa bermain di depan fans kedua tim.

Salah bukan sosok asing bagi AS Roma. Ia membela klub raksasa Italia itu selama dua musim.

Total Salah mencetak 34 gol dari 83 laga di semua kompetisi. Namun ia akhirnya dijual ke Liverpool musim panas kemarin dengan harga 50 juta euro.

“AS Roma adalah mantan klub saya. Saya sangat suka dengan fans di sana, begitupun sebaliknya,” ujar Salah seperti dilansir CNN.

“Bahkan saya masih sering berkomunikasi dengan pemain Roma. Hubungan kami sangat dekat hingga sekarang,”

Namun Salah bakal menjadi ancaman terbesar Roma dalam pertemuan nanti. Terlebih sejak bergabung ke Liverpool permainannya semakin berkembang.

Musim ini Salah telah mencetak 39 gol dari 44 laga di semua kompetisi. Khusus di Liga Champions ia telah menyumbang sembilan gol.

“Tentu saja kenangan saya sangat bagus di AS Roma. Di ruang ganti semuanya menyenangkan, kami berjuang bersama selama dua tahun,”

LeBron James, Makin Tua Makin Jadi

LeBron James, Makin Tua Makin Jadi

LeBron James sudah berusia 33 tahun. Tapi, statistiknya musim ini tak menggambarkan dia sebagai pebasket yang sudah berumur.

Lebron menorehkan rekor baru dalam kariernya yakni untuk pertama kalinya tampil penuh selama semusim reguler. Laga ke-82 musim ini ini dibuat LeBron saat Cleveland Cavaliers melawan New York Knicks, Kamis (12/4/2018).

Sayangnya Cavs kalah dari Knicks dengan skor 98-110 dan LeBron hanya tampil 10 menit dengan mencetak 10 poin.

Sebelumnya, caps terbanyak LeBron pada musim reguler terjadi pada 2008-2009 dengan 81 laga. Catatan musim ini terbilang luar biasa karena LeBron sudah berumur 33 tahun dan menjalani tahun ke-15 di NBA.

LeBron tak hanya tampil pada tiap laga Cavs, dia juga berhasil memimpin rataan poin, assist, dan rebound timnya sendiri. Ia mencatat, 27,5 poin, 9,1 assist, dan 8,7 rebound.

Ia menopang beban yang lebih berat karena Cavs dihadapkan banyak masalah musim ini. Mulai dari transformasi skuat hingga inkonsistensi performa. Namun, karena LeBron, Cavs tetap lolos ke playoff dan duduk di peringkat empat wilayah timur dengan rekor 50-32.

“Apakah ini tahun terbaik saya? Saya merasakan kondisi terbaik sepanjang musim. Saya meraih angka-angka terbaik dan juga berhasil memenangi beberapa laga. Saya mencoba selalu ada untuk rekan-rekan pada tiap laga,” ungkap Lebron seperti dikutip Express.

“Saya mencoba melakukan segalanya. Saya mencoba memenangi bola entah dengan poin, rebound, atau assist. Statistik sudah memperlihatkannya sendiri,”

‘Messi Tak Bisa Bawa Argentina Juara Piala Dunia Sendirian’

‘Messi Tak Bisa Bawa Argentina Juara Piala Dunia Sendirian’

Lionel Messi sekali lagi akan mengemban tugas memimpin Argentina di Piala Dunia 2018. Tapi untuk La Albiceleste juara, butuh lebih dari seorang Messi.

Messi baru mampu membawa Argentina menjadi runner-up di Piala Dunia sejauh ini. Pada Piala Dunia 2014 silam di Brasil, Argentina kalah dari Jerman di final dengan skor tipis 0-1.

Piala Dunia 2018 di Rusia diyakini bisa jadi kesempatan terakhir Messi untuk juara, mengingat dia bakal sudah berusia 31 tahun saat turnamen berlangsung. Niscaya akan makin berat untuk bintang Barcelona itu tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar, karena saat itu usianya sudah sampai 35 tahun.

Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina Claudio Tapia menyebut Messi butuh titel Piala Dunia, demi melengkapi kariernya yang sudah gemilang. Tapi untuk Argentina bisa juara, seluruh anggota tim wajib mengerahkan yang terbaik dan tak mengandalkan kecemerlangan Messi seorang.

“Sepakbola telah menyeimbangkan diri. Kami punya pemain terbaik di dunia, tapi kami harus membantunya. Dia tak bisa melakukannya sendirian,” ungkapnya kepada La Nacion.

“Dia adalah pemain yang sangat matang dan merupakan sebuah keistimewaan bisa memilikinya. Dia adalah nomor satu, dia punya ambisi dan perlu memenangi Piala Dunia ini,”

Zidane Puji Juventus, tapi Tegaskan Selalu Yakin Madrid Akan Lolos

Zidane Puji Juventus, tapi Tegaskan Selalu Yakin Madrid Akan Lolos

Zinedine Zidane tak menyangka Real Madrid akan kebobolan gol cepat meski memperkirakan timnya bakal kepayahan. Tapi Zidane selalu yakin timnya akan lolos.

Madrid kalah 1-3 saat menjamu Juventus di Santiago Bernabeu pada leg kedua perempatfinal Liga Champions. Hasil itu cukup untuk mengantarkan Los Blancos lolos ke semifinal dengan agregat 4-3.

Namun situasi di Madrid sempat genting. Mereka yang berbekal keunggulan 3-0 dari leg pertama, sempat tertinggal tiga gol tanpa balas dan agregat pun 3-3. Saat laga memasuki 10 menit terakhir, hasil terlihat bakal ditentukan di babak tambahan atau adu penalti.

Tapi memasuki injury time, Madrid mendapatkan penalti usai Lucas Vazquez dijatuhkan Medhi Benatia. Cristiano Ronalo sukses menjalankan tugasnya.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri percaya timnya seharusnya layak membawa laga lanjut ke babak tambahan. Zidane pribadi menilai bahwa Juventus memang tampil bagus dalam dua pertemuan, namun demikian dia selalu optimistis Madrid akan keluar sebagai pemenang.

“Mereka bermain baik di leg pertama dan mungkin layak dapat satu gol. Hari ini situasinya sama untuk kami. Mereka bikin gol cepat seperti kami di sana dan beginilah sepakbola. Liga Champions adalah kompetisi yang terbaik dan apapun bisa terjadi di sini,” ungkap Zidane di situs resmi UEFA.

“Saya tak memperkirakan kami bakal kebobolan dengan begitu cepat. Tapi kami memang memperkirakan akan menderita dan ditekan. Mereka melakukan itu dan bermain luar biasa baik dan rencana pelatih mereka bekerja.”

“Namun saya tak pernah berpikir kami akan tersingkir, saya adalah seorang yang positif. Saya tak pernah meyakini bahwa kami takkan lolos. Kami punya peluang-peluang, bisa saja mencetak gol tapi kami tak cukup tajam. Tapi kami selalu percaya bisa bikin gol dengan para pemain yang kami punya,” tandas pria yang pernah memperkuat Juventus ini.

Apa Sih yang Dikatakan Buffon ke Wasit Sampai-sampai Dikartu Merah?

Apa Sih yang Dikatakan Buffon ke Wasit Sampai-sampai Dikartu Merah?

Kiper Juventus Gianluigi Buffon dikartu merah wasit Michael Oliver di laga melawan Real Madrid. Sebenarnya apa yang dikatakan Buffon sampai-sampai dia diusir?

Kartu merah Buffon mewarnai kemenangan 3-1 yang didapat Juventus atas Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4/2018) dinihari WIB, pada leg kedua perempatfinal Liga Champions. Hasil itu tak cukup untuk meloloskan Juventus ke semifinal karena mereka kalah agregat 3-4.

Buffon dikartu merah oleh Oliver akibat protes kerasnya setelah Oliver memberikan penalti untuk Madrid di injury time. Buffon sendiri melakukan protes keras karena menilai insiden antara Medhi Benatia dan Lucas Vazquez bukanlah sebuah pelanggaran.

Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia seusai pertandingan, Buffon ditanya soal perkataannya kepada Oliver yang berujung kartu merah. Apa penjelasan Buffon?

“Tak ada yang aneh kok. Wasit kehilangan plot, saya menerima itu. Saya tak akan menerima bahwa seorang wasit memimpin pertandingan seperti ini, yang melibatkan dua tim top, dan tidak memiliki karakter, keberanian, atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang tenang,” ujar Buffon.

“Dia jelas tidak siap. Memberikan penalti seperti itu, setelah sebuah pertandingan yang tak terlupakan, mengusir seseorang yang tak pernah dikartu merah karena protes dalam hidupnya, dalam pertandingan terakhir saya, adalah sama sekali tak bisa diterima,” tambahnya.

“Jika Anda melakukan itu, Anda adalah seekor binatang, Anda punya tempat sampah di tempatnya hati. Kami melakukan sesuatu yang epik malam ini dan performa kami heroik,” kata kiper berusia 40 tahun itu.

Setelah Buffon diusir oleh Oliver, Juventus memasukkan kiper pengganti Wojciech Szczesny. Namun, Szczesny tak sanggup menghentikan tendangan penalti Cristiano Ronaldo.

Juventus sebelumnya lebih dulu unggul 3-0 atas Madrid melalui dua gol Mario Mandzukic dan satu gol Blaise Matuidi.

“Saya pergi dari sini dengan sebuah pertandingan tak terlupakan, melihat 18 orang pejuang dengan hasrat untuk berkeringat dan menampilkan performa istimewa. Cuma para pemain Juve yang bisa melakukan itu,” kata Buffon.

“Saya senang karena kami pergi dengan kepala tegak dan meraih kembali kebanggaan untuk sepakbola Italia. Saya juga memuji Roma atas pencapaian mereka, karena saya terharu oleh comeback mereka untuk menyingkirkan Barcelona dan berharap mereka bisa terus melaju untuk memenangi trofi. Besok saya akan mendukung Lazio di perempatfinal Liga Europa, karena kami harus menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sepakbola Italia,”

City Tersingkir, Guardiola Diusir ke Bangku Penonton

City Tersingkir, Guardiola Diusir ke Bangku Penonton

Malam yang pahit bagi Josep Guardiola. Guardiola menyaksikan timnya, Manchester City, disingkirkan Liverpool dari bangku penonton usai diusir wasit.

City menderita kekalahan 1-2 di perempatfinal leg kedua yang digelar di Etihad, Rabu (11/4/2018) dinihari WIB. Dengan demikian, City terdepak dengan agregat 1-5, usai menyerah di kandang Liverpool 0-3 sepekan lalu.

Pada pertandingan itu, Guardiola hanya berada di pinggir lapangan selama satu babak saja. Wasit Antonio Mateu Lahoz mengirim manajer Catalan itu ke bangku penonton saat paruh babak karena memperdebatkan sejumlah keputusannya, termasuk gol Leroy Sane yang dianulir.

Menurut Guardiola, gol Sane bisa menjadi titik balik bagi the Citizens. “Saya bilang gol ketika bola dioper kepada Leroy Sane. Itulah mengapa dia (wasit) mengusir saya. Akan berbeda kalau gol dan kedudukan menjadi 2-0.”

City sesungguhnya memulai pertandingan dengan sangat baik saat Gabriel Jesus menciptakan gol cepat di menit kedua. ‘Manchester Biru’ lantas menggempur Liverpool dan nyaris mencetak gol tambahan kala sepakan Bernardo Silva menghantam tiang gawang.

Di menit-menit akhir babak pertama, Sane menjebol gawang Liverpool tapi gol itu dianulir karena dianggap offside. Padahal dalam tayangan ulang memperlihatkan bahwa winger Jerman ini menyambar bola yang mengenai James Milner lebih dahulu.

Usai turun minum, arah angin pertandingan berubah. Mohamed Salah mencetak gol penyama untuk memupuskan harapan City sebelum gol Roberto Firmino memastikan Liverpool melaju ke babak berikutnya dengan menyakinkan.

“Di kompetisi ini, tim-timnya sama kuat dan pengaruh keputusan wasit sangat penting. Kami akan maju lagi di musim depan. Selamat untuk Liverpool. Mudah-mudahan mereka bisa mewakili Inggris dengan baik di semifinal,” Guardiola mengatakan sebagaimana dilansir BBC Sport.

“Kami sudah sepenuhnya melakukan segalanya di babak pertama. Kami menciptakan banyak peluang, meski tidak mudah ketika mereka bermain dengan 11 orang di belakang. Di kompetisi ini, Anda tidak perlu bermain dengan sempurna selama 180 menit tapi Anda perlu bermain dengan baik,” kata dia di Uefa.com.

Klopp pun Heran: Roma Kehilangan Salah tapi Bisa Singkirkan Barcelona

Klopp pun Heran: Roma Kehilangan Salah tapi Bisa Singkirkan Barcelona

Barcelona secara mengejutkan disingkirkan AS Roma dari Liga Champions. Juergen Klopp kian terkesan dengan Roma mengingat mereka baru kehilangan pemain krusial.

Barcelona di luar dugaan terdepan di perempatfinal Liga Champions. Bertandang ke markas Roma di Olimpico, Rabu (11/4/2018) dinihari WIB, Blaugrana kalah telak 0-3.

Hasil itu membuat Barcelona tersingkir meski agregatnya sama kuat 4-4. Lionel Messi dkk. kalah gol tandang, karena Roma bisa mencuri satu gol di Camp Nou saat kalah 1-4 di leg pertama.

Kabar Barcelona tersingkir langsung sampai ke telinga manajer Liverpool Juergen Klopp. Klopp yang baru mengantarkan Liverpool lolos ke semifinal usai mendepak Manchester City, menyebut hasil Roma luar biasa.

Selain karena Barcelona salah satu unggulan juara, Roma juga musim ini kehilangan Mohamed Salah yang dibeli Liverpool. Salah pindah ke Liverpool musim panas lalu dengan banderol 50 juta euro dan kini jadi andalan di lini depan, dengan sudah bikin 39 gol di 44 laga.

Roma belum mendapatkan pengganti sepadan untuk Salah. Tapi mereka mampu sampai ke semifinal Liga Champions, melewati adangan tim-tim seperti Atletico Madrid, Chelsea, Shakhtar Donetsk, dan kini Barcelona.

“Saya tak percaya ketika dengar Barcelona tersingkir. Roma kehilangan Mo Salah dan bisa berada di semifinal. Itu luar biasa,” kata Klopp dilansir situs resmi UEFA.