Muncul Kabar Ronaldo Ingin Tinggalkan Madrid di Akhir Musim Ini

Muncul Kabar Ronaldo Ingin Tinggalkan Madrid di Akhir Musim Ini

Madrid – Cristiano Ronaldo kembali dikabarkan ingin hengkang dari Real Madrid. Bintang asal Portugal itu diklaim ingin pergi pada musim panas 2018.

Adalah sebuah acara olahraga Spanyol, El Chiringuito, yang mengeluarkan klaim tersebut. Dikutip dari AS, Ronaldo ingin mengakhiri kontraknya pada 30 Juni 2018 atau di penghujung musim ini.

Ronaldo sendiri masih terikat kontrak hingga 2021 — kontrak yang ia tanda tangani pada tahun lalu. Kabarnya, Ronaldo sudah mengutarakan niatnya untuk pergi kepada Presiden Madrid Florentino Perez. Namun Perez tak berniat untuk melepas Ronaldo sebelum kontraknya habis.

Masih menurut sumber yang sama, Ronaldo sebenarnya sudah mendapat tawaran dari Madrid untuk memperbarui kontraknya. Tapi pemain berusia 32 tahun itu disebut-sebut tidak terkesan dengan tawaran Madrid.

Bicara soal gaji, Ronaldo saat ini mendapat 424 ribu pounds (sekitar Rp 7,3 miliar) per pekan dari Madrid. Tapi nilai tersebut masih kalah dari Lionel Messi yang digaji 500 ribu pounds (Rp 8,5 miliar) per pekan oleh Barcelona.

Kabarnya Ronaldo merasa kurang dihargai oleh Madrid. Madrid juga dinilai tidak menghormati Ronaldo dengan berupaya merekrut Kylian Mbappe maupun pemain top lainnya.

Ronaldo sendiri sebenarnya sempat mengindikasikan bahwa dirinya tidak akan bertahan lebih lama lagi di Madrid. Usai Madrid dikalahkan Tottenham Hotspur 1-3 di Liga Champions pada awal November, Ronaldo mengatakan kalau ia tidak punya niat untuk menambah kontraknya di Santiago Bernabeu.

“Saya punya empat tahun lagi dalam kontrak saya. Saya tidak ingin memperbaruinya,” kata Ronaldo kala itu.

Spekulasi soal masa depan Ronaldo sempat ditanyakan kepada Sergio Ramos. Tapi kapten Madrid itu enggan banyak berkomentar.

“Cristiano pergi? Tanya dia, saya tidak tahu soal hal ini,” Ramos mengatakan usai memperkuat Spanyol di laga persahabatan melawan Rusia.

Ini bukan kali pertama Ronaldo dikabarkan ingin meninggalkan Madrid. Jelang bergulirnya musim 2017/2018, Ronaldo sempat diisukan akan pergi dari Bernabeu karena merasa dirinya tidak mendapat dukungan yang cukup dari klub dalam menghadapi kasus pajak.

Tapi pada akhirnya Ronaldo masih tetap berseragam Los Blancos hingga saat ini. Akankah rumor kali ini juga berakhir serupa?

Jonatan Singkirkan Lin Dan, Greysia/Apriyani Tumbang

Jonatan Singkirkan Lin Dan, Greysia/Apriyani Tumbang

Fuzhou – Nasib berbeda dituai Jonatan Christie dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak pertama China Terbuka Super Series Premier 2017. Jonatan berhasil menyingkirkan Lin Dan sedangkan Greysia/Polii harus angkat koper.

Jonatan memastikan tiket babak kedua usai mengandaskan unggulan ketiga asal China, Lin Dan. Dalam pertandingan di Haixia Olympic Sports Center, Rabu (15/11/2017), Jonatan menang 21-19, 21-16 dalam tempo 42 menit.

Di gim pertama, Jojo, sapaan karib Jonatan, sempat tertinggal 5-6. Perebutan poin cukup sengit hingga interval. Berlanjut sampai skor 13-13. Jojo bahkan sempat tertinggal 13-15. Tapi, kemudian dia berhasil bangkit dan menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Babak kedua menjadi lebih mudah bagi Jonatan. Pemain yang dibesarkan di PB Tangkas Jakarta itu memimpin laga 11-3. Jonatan berhasil menyelesaikan gim tersebut dengan skor 21-16.

Di laga lain, Greysia/Apriyani menuai hasil negatif. Meski sempat meraih kemenangan pada gim pertama, juara Prancis Terbuka 2017 itu dikalahkan Kim Hye Rin/Lee So Hee dengan skor 21-19, 7-21, dan 21-23.

Sempat unggul 20-17 pada gim ketiga, Gereysia/Apriyani tumbang. Mereka menutup gim ketiga dengan skor 21-23.

Meski Alami Crash Hebat, Tes Hari Pertama Cukup Positif untuk RossiValentino Rossi

Meski Alami Crash Hebat, Tes Hari Pertama Cukup Positif untuk RossiValentino Rossi

mengalami crash besar saat hari pertama tes MotoGP Valencia. Dia menyebut tesnya berjalan cukup positif, memulai pengembangan dari sasis 2016.

Motor tunggangan Rossi hancur ketika mengalami crash di awal sesi tes, Selasa (14/11/2017) kemarin. Tapi pebalap Movistar Yamaha itu bisa melanjutkan sesi dan mencatatkan waktu tercepat keempat di belakang Maverick Vinales, Johann Zarco, dan Marc Marquez.

Rossi memulai program pengembangan motor 2018 dengan menjajal lagi sasis tahun lalu. Meski cukup nyaman ketimbang menggunakan sasis tahun ini, namun pebalap 38 tahun menyebut belum cukup bagus karena masih perlu mengatasi problem degradasi ban belakang yang terlalu besar.

“Harinya tak terlalu buruk karena kami punya lebih banyak waktu untuk bekerja dengan sasis 2016 dan saya merasa nyaman. Saya merasa tangguh. Harinya berjalan positif karena saya punya laju bagus dan juga dengan ban baru, saya bisa membuat waktu putaran yang bagus,” katanya dikutip Crash.

“Saya di posisi empat, tidak terlalu jauh dari pebalap teratas. Juga perasaan di atas motor cukup positif. Kami mampu menemukan keseimbangan yang tepat. Tapi masalahnya adalah, seperti yang kita tahu, kami punya sejumlah problem dengan degradasi ban belakang.”

“Jadi sasis 2016 itu tak cukup. Kami perlu bekerja. Tapi saya bisa mengonfirmasi bahwa saya mampu melaju lebih kencang dengan (sasis) motor lama,” imbuhnya.

Sementara untuk mesin 2018, Rossi belum bisa terlalu banyak berkomentar karena belum sempat menggali informasi banyak akibat crash. Tapi potensi untuk kecepatannya cukup terlihat.

“Prioritas pertama adalah mesin, yang merupakan prototipe pertama dari mesin 2018. Tapi sayangnya saya melakukan dua putaran dan terjatuh,” ungkapnya.

“Semoga mereka mampu membetulkannya, kami bisa menggunakan mesinnya di lain kesempatan besok, dan saya bisa memahaminya. Saya rasa mesinnya bisa sedikit lebih kencang lagi tak tak menolong untuk meringankan degradasi ban belakang.

Pingsan di Laga Lawan Nigeria, Aguero Dibawa ke RS

Pingsan di Laga Lawan Nigeria, Aguero Dibawa ke RS

Sergio Aguero kehilangan kesadaran saat membela Argentina melawan Nigeria di laga ujicoba. Penyerang Manchester City itu pun dilarikan ke rumah sakit.

Aguero tampil sebagai starter saat Argentina berhadapan dengan Nigeria di Stadion FK Krasnodar, Rabu (15/11/2017) dinihari WIB. Pemain 29 tahun itu bahkan mencetak gol di menit ke-36 untuk membawa La Albiceleste unggul 2-0, meski pada akhirnya kalah 2-4.

Aguero ditarik keluar saat pergantian babak dan digantikan oleh Dario Benedetto. Rupanya eks pemain Atletico Madrid itu mengalami pingsan dan sebagai tindakan pencegahan, tim medis timnas Argentina langsung membawanya ke rumah sakit sebagaimana dilaporkan Sky Sports.

Setelah dilakukan pengecekan, Aguero diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan bergabung kembali dengan tim. Dokter timnas Argentina Donato Villani menjelaskan bahwa ini cuma langkah antisipasi untuk mencegah sesuatu yang buruk.

“Dia terjatuh dengan buruk dua kali, dan dengan riwayat medis yang dia punya, karena dia pernah dioperasi saat berusia 15 tahun, kami ingin memastikan kalau kejadian itu bukan apa-apa,” katanya dikutip Sky Sports.

“Kami membawanya ke rumah sakit untuk memastikan segalanya normal, kami memilh menunggu untuk pastinya,” tambah Villani.

Sementara Manchester City memberikan pernyataan yang sedikit berbeda, menyebut Aguero tak kehilangan kesadaran. Tim dokter klub akan kembali melakukan pemeriksaan sebelum laga melawan Leicester City akhir pekan ini.

Sergio Aguero telah dinyatakan aman oleh dokter untuk kembali ke Manchester sesuai jadwal setelah mengalami serangkaian rasa pusing, dalam kekalahan Argentina 2-4 dari Nigeria di Krasnodar hari ini,” ungkap pernyataan City.

Sergio tak pernah hilang kesadaran dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengecekan medis demi pencegahan.

Buang Keunggulan Dua Gol, Argentina Dikalahkan Nigeria

Buang Keunggulan Dua Gol, Argentina Dikalahkan Nigeria

Krasnodar – Argentina sempat memimpin dua gol pada laga persahabatan melawan Nigeria. Namun, Nigeria menunjukkan comeback hebat dan berbalik menang 4-2.

Pertandingan Argentina versus Nigeria dilangsungkan di Krasnodar Stadium, Krasnodar, Rusia, Selasa (14/11/2017). Dua tim yang bertanding sama-sama sudah merebut tiket ke putaran final Piala Dunia 2018.

Pada laga ini, Argentina tampil tanpa bintang utamanya, Lionel Messi. Messi sudah kembali ke Barcelona usai pertandingan melawan Rusia beberapa hari lalu.

Argentina memasang Sergio Aguero sebagai ujung tombak. Aguero disokong oleh trio Paulo Dybala, Angel Di Maria, dan Cristian Pavon.

Argentina yang mendominasi permainan unggul lebih dulu melalui gol Ever Banega pada menit ke-27. Tendangan bebas Banega meluncur mulus ke dalam gawang dan membuat kiper Daniel Akpeyi terperangah.

Tim Tango menggandakan keunggulannya di menit ke-36. Aguero menjebol gawang Nigeria dengan menuntaskan umpan silang mendatar dari Pavon.

Nigeria menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2 saat pertandingan berusia 44 menit. Kali ini tendangan bebas Kelechi Iheanacho yang memaksa kiper Argentina, Agustin Marchesin, bertekuk lutut.

Hingga turun minum, Argentina masih memimpin 2-1.

Pertandingan kemudian makin seru karena Nigeria bisa menyamakan skor pada menit ke-52. Alex Iwobi menyelesaikan umpan dari Iheanacho dengan sebuah tembakan mendatar untuk mengubah skor jadi 2-2.

Hanya berselang dua menit, Argentina kembali kecolongan. Dalam sebuah serangan yang terbangun rapi, Bryan Idowu memaksimalkan operan Iheanacho untuk membawa Nigeria berbalik memimpin 3-2.

Nigeria kemudian memantapkan kemenangannya lewat gol kedua Iwobi pada menit ke-73. Iwobi dengan cerdik mengecoh tiga pemain Argentina sebelum menceploskan bola ke dalam gawang dengan kaki kirinya.

Susunan Pemain
Argentina: Marchesin; Mascherano, Pezzella (Insua 80′), Otamendi; Banega, E. Perez, Lo Celso (Gomez 58′); Pavon (Perotti 77′), Di Maria (Rigoni 76′), Dybala (Belluschi 63′); Aguero (Benedetto 46′)

Nigeria: Akpeyi (Uzoho 46′); Shehu (Ubuehi 46′), Balogun (Omeruo 61′), Troost-Ekong, Awaziem; Ndidi, Mikel, Ogu, Aina (Idowu 46′); Iheanacho (Musa 70′), Iwobi (Kayode 87′)

Ada Rekor Hailwood dan Rossi yang Dipecahkan Marquez

Ada Rekor Hailwood dan Rossi yang Dipecahkan Marquez

Jakarta – Keberhasilan Marc Marquez menjuarai MotoGP 2017 turut membuat rider Repsol Honda itu memecahkan rekor tertentu dari Mike Hailwood dan Valentino Rossi. Apa saja?

Marquez dipastikan menjadi kampiun kelas primer menyusul dihelatnya MotoGP Valencia, Minggu (12/11/2017), yang merupakan seri balapan pamungkas musim ini.

Untuk Marquez, itu merupakan titel juara dunia keempatnya dalam lima musim keikutsertaan di MotoGP. Secara keseluruhan, rider kelahiran 17 Februari 1993 itu sudah memiliki enam titel di seluruh kelas kejuraan dunia balap motor grand prix.

Sehubungan dengan itu pula Marquez sudah berhasil memecahkan rekor dari Hailwood sebagai rider termuda dengan jumlah titel terbanyak kelas primer dan juga rekor dari Rossi sebagai rider termuda pengoleksi titel kejuaraan dunia seluruh kelas.

Berikut statistik dan pencapaian teranyar Marquez seperti dilansir MotoGP.com:

– Ini merupakan titel juara dunia keenam buat Marquez di seluruh kelas (4 x MotoGP, 1 x Moto2, 1 x 125cc). Satu-satunya rider Spanyol yang punya gelar juara dunia lebih banyak adalah Angel Nieto, dengan 13 titel juara dunia (7 x 125cc, 6 x 50cc).

– Di usia 24 tahun dan 254 hari, Marquez adalah rider termuda yang meraih empat titel Kejuaraan Dunia kelas primer. Ia merebut rekor itu dari Mike Hailwood, yang berusia 25 tahun dan 107 hari ketika meraih titel keempatnya secara beruntun di kelas 500cc pada 1965.

– Marquez juga rider termuda sepanjang sejarah yang punya koleksi enam titel Kejuaraan Dunia. Ia merebut rekor itu dari Valentino Rossi, yang berusia 25 tahun dan 244 hari ketika meraih titel juara dunianya yang keenam pada 2004.

– Marquez sudah naik podium teratas minimal lima kali pada setiap musim dalam periode delapan tahun terakhir di seluruh kelas grand prix. Dalam 69 tahun sejarah balapan grand prix, hal serupa sebelumnya cuma pernah dilakukan Giacomo Agostini seorang.

– Ini merupakan kali keempat Marquez meraih titel juara dunia MotoGP bersama Honda. Satu-satunya rider yang pernah memenangi titel kelas primer dengan Honda adalah Mick Doohan, yang meraih lima titel 500cc pada lima kesempatan.

– Pada 2017 ini Marquez mencatatkan 12 podium dan delapan pole, yang lebih banyak daripada rider lain di kelas MotoGP. Ia punya enam kemenangan, setara dengan Andrea Dovizioso yang menjadi runner-up di akhir musim

Barzagli, De Rossi, dan Chiellini Pensiun dari Timnas Italia

Barzagli, De Rossi, dan Chiellini Pensiun dari Timnas Italia

Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini menyatakan pensiun dari timnas Italia. Keputusan itu mereka ambil setelah gagal ke Piala Dunia 2018.

Italia gagal ke Piala Dunia setelah kalah agregat 0-1 dari Swedia dalam dua laga play-off. Mereka tak mampu membalas kekalahan di leg pertama usai cuma main imbang 0-0 pada leg kedua di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB.

Dengan kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2018, Barzagli memutuskan pensiun dari timnas. Ini merupakan pil paling pahit dalam karier sepakbolanya. Bahkan, lebih buruk saat gagal di babak perempatfinal Piala Eropa 2016.

“Kegagalan ini jelas sangat mengecewakan. Saya harap para pemain muda bisa menghadapi situasi ini dengan baik dan bisa bekerja lebih baik ke depannya dibanding kami. Era dari empat atau lima pemain veteran sudah berakhir, era para pemain muda yang masih lapar akan kesuksesan dimulai,” kata Barzagli seperti dikutip Football Italia.

De Rossi juga memutuskan pensiun dari timnas. Dia berharap para pemain muda bisa membawa Italia menjadi lebih baik di level internasional.

“Sekarang generasi penerus siap terbang dan kita harus mulai lagi dari mereka. Ini adalah momen yang nyaris absurd untuk dikaitkan dengan pertandingan sepakbola. Ada suasana pemakaman di ruang ganti, padahal tidak ada yang mati,” kata De Rossi.

“Saya sudah berkeliaran di sekitar Coverciano (pusat latihan Italia) dan di seluruh dunia dengan jersey ini selama lebih dari satu dekade, jadi untuk melepasnya kali terakhir adalah perasaan aneh. Materinya ada di sana dan kita bisa membangun untuk masa depan,” tambahnya.

Chellini pun juga memutuskan pensiun. Dia merasa bahwa kegagalan ini adalah momen yang tepat untuk memberi ruang bagi para pemain muda. Bek Juventus itu merasa nantinya pemain muda bisa matang di Piala Eropa 2020.

“Kita punya banyak pemain muda yang dalam beberapa tahun ke depan akan butuh butuh dukungan dan cinta sama seperti di laga ini. Ada jalan panjang ke depannya dan setelah kejatuhan seperti ini, ada banyak tugas untuk dikerjakan.”

“Dalam tiga tahun terakhir kami telah meminta rasa cinta seperti ini tak pernah meninggalkan Nazionale. Tapi sekarang Italia harus memulai era baru dengan mereka seperti Marco Verratti dan banyak pemain kelahiran 1990-an lainnya, yang saya rasa sudah akan lebih dewasa di Piala Eropa mendatang dan untungnya kita akan punya beberapa laga di kandang.

Hadapi Lin Dan, Jonatan Dituntut Pede

Hadapi Lin Dan, Jonatan Dituntut Pede

Jonatan Christie harus menghadapi pemain tuan rumah, Lin Dan, di babak pertama China Terbuka Super Series Premier 2017. Dia diminta tampil percaya diri.

Laga antara Jonatan dengan Lin Dan, yang tampil sebagai unggulan ketiga, dihelat mulai Rabu (15/11/2017) di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou. Jonatan kurang diunggulkan dalam laga itu.

Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Jonatan kalah 1-3 dari Lin Dan. Jonatan juga dipaksa mengakui ketangguhan pemain berjuluk Super Dan itu dengan kandas dua gim langsung, 14-21 dan 19-21, pada Australia Terbuka 2017, sebagai pertemuan paling akhir mereka.

“Kalau persiapannya sudah oke. Dari segi teknik, fisik segala macam sudah oke. Kalau untuk ketemu Lin Dan atau siapapun, harus tetap optimistis dulu. Di samping itu, kami perlu lihat dan pelajari style permainan Lin Dan,” kata Hendry Saputra, pelatih pelatnas PBSI tunggal putra, seperti dalam rilis kepada detikSport, Senin (13/11).

“Apalagi dia tuan rumah, jadi tidak gampang. Rekornya bagus, standarnya juga bagus. Jadi, mesti balik ke Jonatan lagi. Dia harus lebih percaya diri, bukan menjadi beban. Tapi, menjadi kesempatan. Ini perlu perjuangan,” tutur Hendry.

Hendry berpesan agar Jonatan lebih ngotot saat tampil di lapangan. Selain perolehan poin, Hendry bakal melihat detail kemajuan penampilan Jonatan.

“Jonatan harus lebih safe dan ulet, ini penting. Supaya kemudian bisa mengatur strategi permainannya di lapangan. Persiapannya yang maksimal ada delapan hari. Harus cukup, mau tidak mau,” kata Hendry.

“Saya optimistis (hasil akhrinya), minimal dia bisa melewati dengan cara berpikirnya, strategi bermain, bukan dari menang kalahnya,” dia menambahkan.

Di laga lain, Anthony akan berjumpa dengan pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Anthony juga masih kalah head to head dengan skor 2-3.

“Kalau Anthony ketemu Ng Ka Long, rekornya menang kalah. Ini semua dikembalikan kepada kepercayaan dirinya. Dari kemarin di Prancis, Anthony sempat kena cedera, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Mudah-mudahan nanti mainnya bisa lebih jelas, dengan kondisi sekarang dan situasi yang nggak sama,” Hendry menjelaskan.

Sebelum babak utama bergulir, hanya Sony Dwi Kuncoro, pemain Indonesia yang harus berjuang lewat babak kualifikasi. Sony akan menghadapi Kenta Nishimoto, Jepang, Selasa (14/11).

Pedrosa Takjub dengan Penyelamatan Marquez

Pedrosa Takjub dengan Penyelamatan Marquez

Dani Pedrosa menyaksikan sendiri momen-momen Marc Marquez nyaris terjatuh di MotoGP Valencia. Pedrosa takjub melihat rekan setimnya itu masih bisa lanjut.

Pedrosa tepat berada di belakang Marquez saat balapan di sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) malam WIB sudah melalui 23 putaran. Di saat itu pula, Marquez melakukan manuver berani untuk mengambil alih posisi terdepan dari Johann Zarco.

Marquez melaju kencang di trek lurus utama dan menyalip Zarco. Tapi kemudian dia masuk tikungan pertama dengan terlalu kencang sehingga terjatuh dan meluncur ke luar lintasan.

Yang ajaib kemudian adalah Marquez bisa menegakkan kembali motornya dan lanjut menjalani balapan. Menggunakan lutut dan sikutnya, Marquez berhasil bangkit dari posisi rebah dan menegakkan motor, dia kembali ke lintasan di posisi lima.

Karena Pedrosa pas di belakang Marquez dan Zarco saat insiden itu terjadi, maka dia pun melihat langsung dari dekat bagaimana kejadiannya berjalan. Pebalap yang akhirnya tampil sebagai pemenang ini heran melihat rekan setimnya itu bisa menyelamatkan diri dari situasi tersebut.

Itu bisa jadi merupakan sebuah manuver krusial, mengingat kalau Marquez terjatuh dan gagal finis maka kans Andrea Dovizioso juara lebih besar. Pada akhirnya malah Dovizioso yang terjatuh, yang memastikan Marquez mengunci gelar juara dunia.

“Saya bisa melihat kalau Marc sempat melihat ke belakang jadi mungkin dia sedang tak dalam laju maksimal. Pada akhirnya, dengan enam atau tujuh putaran tersisa, dia mencoba mengejar kemenangan dan kemudian meluncur, yang mana menakjubkan untuk melihatnya dari belakang,” ungkap Pedrosa dikutip Crash.

“Anda bisa melihat garis hitamnya, posisi, asap, dan kecepatannya dan Anda berpikir, Oh! Lalu pada saat bersamaan Anda melihat bahwa dia tak crash, jadi menakjubkan bisa melihatnya menyelamatkan diri,” imbuhnya.

Marquez finis ketiga saat balapan tuntas, sementara Pedrosa jadi pemenang dan Zarco di posisi dua.

Benzema Tak Berharap Kembali ke Timnas Selama Deschamps Masih Jadi Pelatihnya

Benzema Tak Berharap Kembali ke Timnas Selama Deschamps Masih Jadi Pelatihnya

 

Karim Benzema tak berharap bisa kembali ke timnas Prancis selama Didier Deschamps masih jadi pelatihnya. Dia kecewa berat sudah selalu ditepikan dua tahun ini.

Sejak dituduh terlibat pemerasan dengan rekaman video seks kepada Mathieu Valbuena mencuat di 2015, Benzema tak pernah lagi dipanggil untuk memperkuat timnas Prancis.

Dia bahkan ditinggalkan oleh Deschamps saat Prancis tampil di negara sendiri di Piala Eropa 2016 lalu. Kala itu Les Bleus sampai ke final, namun takluk dari Portugal.

Di Piala Dunia 2018 nanti striker Real Madrid itu juga terancam tak ambil bagian. Tapi dirinya memang sudah tak berharap lagi membela Prancis selama tim masih dilatih Deschamps.

“Bisa jadi itu alasannya (rekaman video), tentu saja. Sudah ada cerita-cerita sebelumnya, soal rekaman itu, dan itu bisa saja yang jadi persoalannya. Tapi menurut saya seharusnya hal-hal yang di luar olahraga seharusnya tidak dibawa-bawa,” kata Benzema dikutip dari Soccerway.

“Semua orang terlibat di isu tersebut, dan kita sudah melupakan sepakbola. Sudah dua tahun saya tidak membela timnas Prancis. Saya tidak punya masalah dengan pelatih. Tapi selama dia menjadi pelatih, saya pikir saya tidak akan punya kesempatan,” sambungnya.

Benzema juga mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Deschamps. Dia sudah menjalin kontak sebelum Piala Eropa, tapi tak pernah mendapatkan penjelasan berarti.

“Dia seseorang yang saya hormati. Dia sebelumnya juga menunjukkan rasa hormat kepada saya tapi kemudian mengabaikan saya – ini menyakitkan,” tambah Benzema.

Sulit bagi saya untuk berada di Piala Dunia. Tentu saja saya mau ada di sana, jangan konyol. Saya seorang pecinta sepakbola dan saya menyukai tekanan itu.