Pengalaman yang Menumbuhkan Roma

Pengalaman yang Menumbuhkan Roma

AS Roma secara mengejutkan sampai di semifinal Liga Champions dan menunjukkan potensi untuk ke final. Giallorossi mendapatkan pengalaman yang mematangkan diri.

Roma tak bisa disebut salah satu kandidat menuju final di Liga Champions musim ini. Bahkan ketika undian fase grup mempertemukan mereka dengan Chelsea, Atletico Madrid, dan Qarabag, wakil Italia ini diprediksi tersingkir.

Nyatanya prediksi hanyalah prediksi. Roma malah jadi juara grup mengungguli Chelsea dan mendepak Atletico ke Liga Europa.

Di babak 16 besar, Roma lantas menyingkirkan Shakhtar Donetsk lewat gol tandang. Saat undian mempertemukan I Lupi dengan Barcelona di perempatfinal, lagi-lagi Roma tak bisa difavoritkan.

Kalah telak 1-4 di leg pertama, secara mengejutkan tim besutan Eusebio Di Francesco itu membalikkan keadaan dengan skor 3-0 di leg kedua. Roma pun lolos.

Liverpool menanti di semifinal. Kekalahan 2-5 di leg pertama membawa Roma menghadapi situasi serupa dengan saat melawan Barcelona. Setelah berupaya, Roma ‘cuma’ mampu menang 4-2 dan tersingkir dengan agregat 6-7. Nyaris.

Tapi lebih dari itu, Roma mendapatkan pengalaman yang besar dari perjalanannya musim ini. Satu-satunya yang disesali Di Francesco barangkali adalah soal mentalitas timnya. Dia merasa Roma harus bisa lebih yakin dan percaya dengan peluang untuk lolos ke final.

Kini Roma akan mengalihkan fokus ke Serie A dan mencoba kembali tampil di Liga Champions musim depan. Daniele De Rossi dkk sementara ada di posisi tiga, unggul head to head atas Lazio di urutan empat dan empat poin atas Inter Milan di tempat kelima.

“Kami sudah tumbuh lewat pengalaman ini, tapi saya punya penyesalan-penyesalan karena tim ini seharusnya bisa lebih yakin dalam peluang-peluangnya. Kami bisa saja mendapatkan gol lebih banyak dan lebih menekan Liverpool,” kata Di Francesco kepada Mediaset Premium.

“Saya yang pertama kecewa dengan tersingkirnya kami dan saya memberi tahu para pemain bahwa mereka sudah bekerja keras. Karena bereaksi seperti itu dan menyudutkan Liverpool adalah sebuah kinerja nyaris sempurna di babak kedua.”

“Penting bagi Roma untuk kembali jadi protagonis di Liga Champions musim depan. Tapi pertama kami harus mengamankan posisi dulu di Serie A. Kami membuktikan diri bisa bersaing di turnamen setelah perjalanan yang tak mudah. Tapi saya takkan nyaman dengan hasil ini, kami bisa lebih lagi,” imbuhnya seperti dilansir Football Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *